Duh..!! Aktivitas Belajar di SD N 22 Batang Lingkin Berhenti, Ada Apa?


Kamis, 28 November 2019 - 14:48:29 WIB
Duh..!! Aktivitas Belajar di SD N 22 Batang Lingkin Berhenti, Ada Apa? Terlihat SD N 22 Pasaman sepi karena pelajar terpaksa dipulangkan cepat. Selain itu, pohon kelapa juga sudah ditanam di pekarangan sekolah. Osniwati

PASBAR, HARIANHALUAN.COM - Akibat sengketa lahan proses Belajar  Mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 22 Batang Lingkin Aia Gadang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat terhenti. Anak-anak terpaksa dipulangkan karena halaman sekolah sudah ditanami pohon kelapa dan disegel. 

Penyegelan dilakukan oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan, Kamis (28/11) pagi.

Baca Juga : Penyekatan Mudik Berakhir Jumat Malam

Pantauan di lokasi penyegelan dilakukan dengan meletakkan tiga buah batu besar di pintu gerbang dan pohon kelapa sawit yang baru ditanam memenuhi pekarangan sekolah. Sekolah itu juga terlihat sepi, dengan setiap pintu ruangan terkunci.

Informasi yang berhasil dihimpun, warga yang mengaku sebagai pemilik lahan, melakukan penyegelan ketika siswa mulai berdatangan hendak melakukan proses belajar mengajar.

Baca Juga : Bikin Bising, Belasan Pemotor Knalpot Racing Dibekuk

"Kami dipulangkan guru pagi tadi, belum sempat belajar dan seluruh siswa dipulangkan," ucap Nabila salah seorang siswa yang duduk dibangku kelas V sambil bermain dengan teman-temannya di halaman sekolah itu.

Informasi masyarakat sekitar, tanah sekolah tersebut dahulunya diwakafkan oleh salah seorang masyarakat. Pihak yang mewakafkan sekarang sudah meninggal dunia dan tiba-tiba keluarga dari orang yang mewakafkan mengaku dan mengklaim bahwa tanah sekolah itu milik mereka.

"Kalau tidak salah cucu dari orang yang mewakafkan itulah yang menuntut saat ini. Persoalan ini sudah cukup lama, kami pikir sudah selesai. Sekarang semakin menjadi-jadi dan terpaksa anak kami disuruh pulang cepat,"kata salah seorang wali murid Aisyah. 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat Marimus, SD N 22 Pasaman tersebut memang bermasalah dan sedang dalam proses penyelesaian. 

"Iya, sekolah itu memang ada sedikit masalah. Karena ada yang mengaku memiliki lahan sekolah. Padahal sekolah tersebut cukup lama berdiri,"papar Marimus. 

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Usaha untuk penyelesaian sudah dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Namun, saat ini memang belum ada titik temu.

"Saya berharap, siswa dan guru tetap melakukan proses belajar mengajar. Apalagi pada 9 Desember mendatang akan ada ujian semester,"kata Marimus. (h/ows)

Reporter : osniwati | Editor : Heldi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]