Terkait Polemik di Kampus, Ini Pernyataan Universitas Taman Siswa


Senin, 02 Desember 2019 - 14:52:00 WIB
Terkait Polemik di Kampus, Ini Pernyataan Universitas Taman Siswa Mahasiswa menggelar jumpa pers dengan awak media terkait polemik yang terjadi di kampusnya.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Terkait berita yang terlanjur beredar di sejumlah media terkait polemik yang terjadi di Universitas Taman Siswa, mahasiswa Universitas Taman Siswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa mengklarifikasi berita tersebut kepada media, Jumat (29/11).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa melakukan aksi pada tanggal 27 November, menuntut agar Proses Belajar Mengajar (PBM) kembali dilaksanakan, karena sempat tertunda disebabkan sejumlah dosen yang bersangkutan meliburkan diri.

Namun dalam hal ini, aksi mahasiswa tersebut dinilai salah sasaran, karena yang seharusnya yang dituntut bukan Rektor, melainkan dosen-dosen yang meliburkan diri.

Melalui jumpa pers yang digelar oleh Forum Komunikasi Mahasiswa di gedung Universitas Taman Siswa yang terletak di jalan Jalan Taman Siswa No.9, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Ketua Forum menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi di lingkungan kampus tersebut.

Muhammad Albana (25) selaku ketua forum mengatakan, bahwa masalah ini sebenarnya adalah masalah internal yang tak harus menjadi konsumsi publik, mengingat beberapa tindakan yang dilakukan oleh sejumlah dosen belum ada kejelasan dan konfirmasi lebih lanjut.

"Kami dari Forum Komunikasi Mahasiswa sangat menyayangkan tindakan dosen-dosen yang meliburkan diri dan tidak memenuhi kewajibannya sebagai tenaga pengajar dengan alasan pemilihan rektor baru tidak sesuai peraturan, namun secara tertulis dan tertera, rektor baru sudah mengikuti prosedur yang benar sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, serta Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Cara Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi Swasta," ungkap mahasiswa Manajemen tersebut.

Ia juga menyesalkan sikap yang diambil oleh dosen-dosen yang meliburkan diri, karena tidak memenuhi tridarma perguruan tinggi dan berimbas kepada kegiatan belajar mengajar mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum.

"Kami berharap adanya keterbukaan pikiran dosen-dosen yang bersangkutan dalam menyelesaikan masalah ini dan kembali mengajar kembali, kami juga meminta kepada Dekan Fakultas Pertanian dan Hukum untuk memberikan kebijakan kepada staff pendidiknya untuk memenuhi kewajibannya sebagai tenaga pendidik, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan proses belajar mengajar mahasiswa yang memiliki hak atas pendidikan" ungkapnya.

Sementara, Rektorat Universitas Taman Siswa, Sepris Yonaldi yang diwawancari terpisah, mengatakan bahwa ia telah melakukan berbagai upaya untuk mengadakan pertemuan dengan 42 orang dosen yang meliburkan diri tersebut.

Rektor yang dilantik pada tanggal 16 November 2019 tersebut sangat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh dosen-dosen yang bersangkutan, ia menilai persoalan ini berdampak buruk terhadap kelangsungan pembelajaran mahasiswa dan juga pemberitaan miring terhadap kampus.

"Kami telah mengundang dosen-dosen tersebut sebanyak 3 kali, namun undangan yang kami layangkan belum dipenuhi. Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan secara baik tampa harus ada pemberitaan miring keluar kampus jika saja dosen-dosen tersebut memenuhi undangan kami untuk melakukan pertemuan dan mendudukan pokok permasalahan" ujarnya.

Sepris Yonaldi juga mengatakan bahwa pada rapat terakhir yang dihadiri oleh kepala LLDikti, Prof. Herri, para dosen dan jajaran yang diminta untuk hadir malah tidak datang. 

"Kepala LLDikti sangat menyayangkan sikap 42 dosen tersebut, karena dianggap tidak menghargai permintaan dan undangan untuk menyelesaikan masalah ini. Saya berharap kepada dosen-dosen bersangkutan agar kembali lagi mengajar, dan untuk beberapa mahasiswa yang melakukan aksi sebelumnya agar paham atas pokok permasalahan, paham akan poin-poin tuntutannya kepada siapa, agar berita-berita yang beredar tidak merugikan kita" ungkap Sepris.

Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Taman Siswa (BP PTTS) Irwandi Yusuf, mengatakan akan mendatangkan majelis luhur yang berpusat di Yogyakarta, jika undangan pertemuan kepada dosen yang bersangkutan tetap tidak dipenuhi. Sebab untuk permasalahan penetapan rektor telah diatur oleh peraturan perundang-undangan.

"Jika masalah ini menyangkut ketidaksukaan terhadap penetapan rektorat baru, saya rasa sikap yang diambil oleh 42 orang dosen ini sangat tidak terpuji, karena meliburkan diri seperti ini merugikan dan mengorbankan mahasiswa. Kami telah mengundang mereka secara baik-baik, namun tetap tidak digubris. Jika mereka masih bersikap seperti itu, dalam waktu dekat kami selaku BP PTTS akan meminta majelis luhur untuk datang dan menyelesaikan persoalan ini" kata Irwandi Yusuf. (*)


Reporter : Tio /  Editor : Agoes Embun


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM