Cabuli Anak di Bawah Umur Hingga Terserang Kanker, Pelaku Diancam Hukuman Berat dan Kebiri


Senin, 02 Desember 2019 - 19:49:35 WIB
Cabuli Anak di Bawah Umur Hingga Terserang Kanker, Pelaku Diancam Hukuman Berat dan Kebiri KAPOLRESTA Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan didampingi Wakapolres AKBP Haris Hadis dan Kasat Reskrim AKP Edriyan Wiguna gelar jumpa pers di Mapolresta, Senin (2/12). SANI

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pelaku diduga pedofil berinisial AR alias Udin Gombak (55) terancam hukuman 15 tahun penjara dan juga bisa mendapat hukuman kebiri. Hal tersebut dikatakan Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan didampingi wakapolres dan kasat reskrim saat jumpa pers, Senin (2/12).

“Pelaku telah melakukan aksi bejat terhadap korban berinisial TS (12) sebanyak empat kali hingga korban mengalami kanker rectum stadium 4 dan terpaksa dibawa ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif,” kata Yulmar.

Yulmar menceritakan, dalam melancarkan aksinya pelaku mengiming-imingi korban akan diberi uang demi memenuhi nafsu bejatnya, sehingga korban yang masih bau kencur itu akhirnya menjadi korban dan tempat pelampiasan hasrat pelaku yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan tersebut.

Tak hanya itu, korban diperkosa hingga berkali-kali, yang bermula pada 2018. Saat itu korban tengah berjualan keripik, karena uang hasil jualan keripiknya (korban) hilang. Saat itu, timbul niatnya untuk mencabuli anak dengan memanfaatkan kondisi untuk mengganti uang korban yang hilang tersebut.

Selanjutnya tersangka menjalankan aksinya dan mengajak korban untuk memenuhi hasratnya dengan mengancam untuk tidak diberitahu kepada siapa pun. Semenjak itulah, pada Agustus 2018 pelaku mulai mencabuli korban hingga April 2019.

"Setiap melakukan, korban diberi uang mulai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu dan diancam tidak boleh memberitahukan kepada orang lain. Akibat peristiwa ini, korban mengalami kanker rektum stadium 4," katanya.

Akibat perbuatan itu, kata Yulmar, tersangka dikenakan pasal 82 junto pasal 76 e junto pasal 81 ayat (2) junto pasal 76 d undang-undang nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016.

Perubahan kedua undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka paling singkat diancam lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara dengan denda sebesar Rp5 miliar.

Yulmar menambahkan, korban mengalami kanker akibat peristiwa itu akan disampaikan ke ahli sebagai pemberatan ancaman hukuman terhadap tersangka. Hal ini nantinya akan menjadi pertimbangan hakim.

"Bisa juga dihukum kebiri, tergantung keputusan dan keyakinan hakim. Kami dari kepolisian tidak bisa menyampaikan ke hakim (soal kebiri). Itu keputusan sepenuhnya ada pada hakim," ucapnya.

Sementara dilansir dari liputan6.com, Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menanggapi kasus pedofil tersebut. Dari segi hukuman, pelaku pedofil tidak hanya mendapatkan hukuman berat melainkan kebiri kimiawi.

"Yang pasti pelaku pedofil harus diberlakukan hukuman berat, bahkan maksimal. Dilengkapi dengan kebiri kimiawi sebagai bentuk rehabilitasi. Bukan kebiri sebagai pemberatan sanksi ya," kata Reza.

Sementara itu, keluarga korban berharap pelaku AR (56) mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya atas perbuatan asusila yang dilakukan pelaku terhadap korban. "Kami keluarga berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya, karena pelaku telah menyebabkan TS menderita, bahkan saat ini bisa dikatakan nyawanya di ujung tanduk, kami minta supaya pelaku dihukum seberat-beratnya," ujar bibi korban berinisial G. (h/san)

 


Reporter : Sani /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 20 Januari 2020 - 16:43:06 WIB

    Ketua Ikatan Gay Ditangkap Usai Cabuli 11 Anak

    Ketua Ikatan Gay Ditangkap Usai Cabuli 11 Anak SURABAYA, HARIANHALUAN.COM - Mochammad Hasan (41), pria asal Tulungagung Jawa Timur, yang juga Ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGATA), diringkus Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Ia .
  • Kamis, 28 Maret 2019 - 10:32:54 WIB

    Diduga Cabuli Belasan Muridnya, Oknum Guru di Limapuluh Kota Diamuk Massa

    Diduga Cabuli Belasan Muridnya, Oknum Guru di Limapuluh Kota Diamuk Massa LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM—Kabupaten Limapuluh Kota dibuat geger usai terbongkarnya aksi dugaan pencabulan oleh seorang oknum guru honorer salah satu sekolah dasar di Kabupaten Limapuluh Kota. Tak tangung-tanggung, o.
  • Kamis, 14 Maret 2019 - 11:29:30 WIB

    Caleg PKS di Pasbar Diduga Cabuli Anak Kandung, Ketua DPC: Binatang

    Caleg PKS di Pasbar Diduga Cabuli Anak Kandung, Ketua DPC: Binatang PASBAR, HARIANHALUAN.COM—Oknum Caleg DPRD Pasaman Barat Daerah Pemilihan III dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang seyogyanya akan bertarung dalam kontestasi Pemilu 17 April nanti, harus berurusan dengan hukum. Kasus ya.
  • Rabu, 20 Februari 2019 - 15:57:52 WIB

    Seorang Caleg di Padang Diduga Cabuli Dua Bocah

    Seorang Caleg di Padang Diduga Cabuli Dua Bocah PADANG, HARIANHALUAN.COM-Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polresta Padang, mengamankan seorang laki-laki dalam perkara perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Tersangka ini diamankan di Simpang Kuranji.
  • Selasa, 23 Oktober 2018 - 17:51:12 WIB

    Cabuli Siswi SMP, Pria di Padang Ini Diciduk Keluarga Korban

    Cabuli Siswi SMP, Pria di Padang Ini Diciduk Keluarga Korban PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Satreskrim Polresta Padang mengamankan seorang pria pelaku cabul terhadap anak di bawah umur pada Senin (22/10) 22.00 WIB. Pelaku yang bernama Riki Nofriadi (23) diamankan oleh pihak keluarga korb.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM