Rekontruksi Penganiayaan di Ramayana, Para Tersangka Peragakan 38 Adegan


Selasa, 03 Desember 2019 - 16:59:49 WIB
Rekontruksi Penganiayaan di Ramayana, Para Tersangka Peragakan 38 Adegan Salah seorang tersangka kasus penganiayaan memperagakan adegan pemukulan terhadap korban di Ramayana Bukittinggi, Selasa (4/12). foto YURSIL.-Harianhaluan.Com

BUKITTINGGI,HARIANHALUAN.COM-Satreskrim Polres Bukittinggi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bukittinggi, mengelar rekontruksi kasus penganiayaan dengan menghadirkan 5 orang tersangka di Pusat Perbelanjaan Ramayana Bukittinggi, Selasa (4/12). 

Selain menghadirkan para tersangka, rekontruksi tersebut juga dihadiri pihak keluarga korban.

Kasus penganiayaan yang berujung tewasnya Gean Navanda (24) warga Tanah Sirah Kec. Lubuk Begalung Kota Padang membuat gempar warga Bukittinggi karena mayat korban ditemukan dalam selokan Jalan. H. Agus Salim tepatnya di belakang Istana Bung Hatta bulan September lalu.

Rekontruksi yang dipusatkan di Ramayana lantai III dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution dan disaksikan Kasipidum, Arwin Dinata dan penasehat hukum para tersangka. 

Para tersangka memperagakan 38 adegan, sedangkan korban diperagakan oleh  peran penganti. Para tersangka penganiayaan itu merupakan karyawan super market Ramayana Bukittinggi berinisial RR, JPH, AS, RS dan FI. 

Kasus Penganiayaan berawal ketika korban diketahui mencuri sabun pencuci muka merek Pond's dan Shampo Sunsilk. 

Dari adegan yang diperankan para tersangka penganiayaan terhadap korban dilakukan secara bersama sama dan saling bergantian mulai menendang kaki, memukul kepala, punggung, bahu bahkan mencekik korban.

"Ada 38 adengan yang diperagakan oleh para tersangka dalam rekon tersebut," kata Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution kepada wartawan usai rekon.

Menurut Chairul, rekonstruksi itu dilakukan untuk menindaklanjuti pengembalian berkas untuk dilengkapi (P19) dari Kejari Bukittinggi guna memperjelas tindak pidana yang dilakukan serta peran masing masing tersangka.

Rekontruksi yang dilakukan di Ramayana itu untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat dalam bertidak agar tidak melakukan main hakim sendiri, karena hal itu akan dapat merugikan diri sendiri.

"Inil adalah contoh main hakim sendiri yang akhirnya merugikan diri sendiri," ulasnya.

Ia juga menjelaskan dari rekonstruksi itu sudah tergambar dari kronologis awal dimana korban minta izin kepada keluarganya untuk keluar mencari rokok, namun korban masuk ke Ramayana, dan dilokasi itulah terjadi pengeroyokan oleh sejumlah oknum karyawan Ramayana.

Setelah pengroyokan itu, korban lari ke luar Ramayana dan bersembunyi di selokan belakang Istana Bung Hatta hingga akhirnya ditemukan tewas di dalam selokan itu dalam kondisi tertelungkup.

"Akibat perbuatan tersangka akan diancam dengan pasal, 170 ayat 2 ke (3) KUHP dengan hukuman maksimal 13 tahun penjara," ujar Chairul mantap Kapolsek Bukittinggi.

Pantauan Haluan di TKP, proses rekontruksi berjalan lancar, selama rekontruksi lantai III Ramayana tertutup untuk umum. Keluarga korban ikut langsung menyaksikan rekontruksi itu nampak keluarga sudah ikhlas menerima musibah itu.

"Kami dari pihak keluarga sudah ikhlas menerimanya, proses hukum ini kami percayakan saja kepada aparat hukum," ungkapnya.(h/ril).


Reporter : YURSIL /  Editor : Dodi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 07 Juni 2018 - 09:41:04 WIB

    Polisi Rekontruksi Kasus Rp3,5 Miliar

    Polisi Rekontruksi Kasus Rp3,5 Miliar Penyelidikan yang dilakukan polisi ada kemungkinan ketiga staf bank yang membawa uang dari Bukittinggi menuju Payakumbuh benar-benar dirampok ketika melintas di kawasan PLTA Batang Agam..
  • Rabu, 02 Mei 2018 - 22:05:35 WIB

    Rekontruksi Duel Maut Kepala Jorong dengan Terduga Maling, Ada 8 Lokasi Perkelahian

    Rekontruksi Duel Maut Kepala Jorong dengan Terduga Maling, Ada 8 Lokasi Perkelahian LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM--Dua pekan paskaperkelahian antar Kepala Jorong Koto Tangah, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota dengan terduga maling telur ayam hingga menyebabkan pelaku tewas di loka.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM