Pandangan Masyarakat Terhadap Perpustakaan


Rabu, 04 Desember 2019 - 16:35:30 WIB
Pandangan Masyarakat Terhadap Perpustakaan

Perpustakaan merupakan sebuah gedung yang berisikan kumpulan buku-buku yang tersusun rapi yang berfungsi untuk mencari sebuah informasi yang dibutuhkan. Masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa di dalam sebuah perpustakaan hanyalah sekumpulan buku-buku yang tersusun rapi yang dikelompokkan dalam kategori yang sejenis.

 

Tulisan dari Puja Syachdi Putra

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Kearsipan, UNP

 

Masyarakat masih berfikir bahwa pergi ke perpustakaan hanya menghabiskan waktu saja dan beranggapan pelayanan pustakawan yang buruk sehingga masyarakat enggan pergi berkunjung ke sana. Di zaman perkembangan teknologi sekarang ini sangat banyak masyarakat yang lebih memilih mencari informasi yang mereka butuhkan lewat internet atau  digital dari pada pergi keperpustakaan yang memakan banyak waktu dan tenaga. Padahal perpustakaan tidak hanya gedung yang berisikan buku-buku saja tetapi berisikan sumber-sumber informasi yang diperlukan oleh pengguna. Masyarakat banyak yang berfikir setiap orang yang pergi keperpustakaan hanyalah orang-orang yang kutu buku, tetapi banyak juga masyarakat berkunjung keperpustakaan untuk mencari informasi, membaca novel, dan mencari referensi-referensi yang dibutuhkan.

Penyebab menurunnya kunjungan ke perpustakaan dikalangan masyarakat antara lain disebabkan oleh beberapa faktor seperti pelayanan yang kurang memuaskan, misalnya pustakawan yang kurang ramah melayani pengunjung, lebih memilih mencari informasi di internet, karena sekarang ini apapun informasi yang ingin kita ketahui telah dapat di unduh melalui aplikasi Google, tempat yang kurang nyaman, dan masyarakat yang lebih memilih membaca buku eletronik (e-book) dari pada membaca buku ke perpustakaan. Pelayanan yang kurang baik sangat berpengaruh terhadap kunjungan masyarakat ke perpustakaan dan koleksi-koleksi yang kurang memadai, ketika hendak mencari suatu referensi yang kita butuhkan dan kita lebih memilih mencari informasi yang diperlukan melalui handphone (digital) dikarenakan koleksi yang kurang lengkap. Dengan demikian kunjungan masyarakat ke perpustakaan perlahan menurun sehingga banyak masyarakat berpandangan buruk jika berkunjung keperpustakaan. Pustakawan dipandangan masyarakat masih saja buruk,   dikarenakan masyarakat berpikir bahwa pustakawan adalah orang yang suka marah dan selalu memiliki raut wajah yang tidak enak dipandang. Sebagian masyarakat memiliki pandangan seperti itu. Jika dinilai dari pribadi orang masing-masing ada yang menilai dari hanya melihat wajah pustakawannya saja orang itu akan tahu bahawasanya pustakawan itu baik atau tidak.

Untuk itu Pustakawan harus bias mencari solusi untuk menarik minat masyarakat agar meringankan langkahnya untuk mau pergi keperpustakaan. Dengan adanya solusi yang baik untuk menarik minat masyarakat maka pandangan masyarakat terhadap perpustakaan juga akan semakin baik. Solusi yang akan dilakukan pustakawan yaitu dengan cara menambah koleksi-koleksi buku, pustakawan harus bias melayani dengan baik contohnya seperti jika masyarakat berkunjung keperpustakaan, pustakawan harus memberikan senyum kepada pengunjung dan jika ada pengunjung kesulitan untuk mencari buku yang ingin mereka cari maka pustakawan harus membantu dengan mencarikan buku yang lain tetapi dengan referensi yang sama. Pustakawan setidaknya memiliki wawasan yang luas, dengan memiliki wawasan yang luas pustakawan bias membantu pengunjung jika ada yang menanyakan bidang ilmu lain yang bukan bidang pustakawan tersebut setidaknya kita bias memberikan informasi yang mereka perlukan walaupun tidak begitu lengkap informasinya. Perpustakaan harus memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan masyarakat. Dengan melakukan interaksi yang baik dengan masyarakat contohnya pustakawan harus turun kelapangan langsung untuk meminjamkan buku- buku yang ada di perpustakaan setiap minggunya, dengan dilakukannya cara tersebut setidaknya masyarakat bisa membaca buku setiap minggunya. Pustakawan bisa juga mengadakan perpustakaan keliling, Dengan adanya perpustakaan keliling masyarakat bisa melihat atau membaca buku yang ingin mereka baca. Karena banyak masyarakat lebih memilih dirumah daripada membaca buku di perpustakaan, Dengan diadakannya perpustakaan keliling masyarakat yang jarang pergi keperpustakaan bisa membaca buku untuk menambah wawasan mereka daripada bermain gadget seharian. Dengan begitu pandangan masyarakat akan positif terhadap perpustakaan.

Untuk memperbaiki citra perpustakaan di pandangan masyarakat kepala perpustakaan hendaklah harus memikirkan suatu cara untuk memperbaiki pandangan masyarakat terhadap perpustakaan. Kepala perpustakaan haruslah bekerjasama dengan pustakawan-pustakawan untuk mengambil hati masyarakat, contohnya pustakawan harus turun langsung ke masyarakat dan melakukan interaksi ke masyarakat seperti mempromosikan buku-buku yang mempelajari tentang yang dibutuhkan dilingkungan masyarakat tersebut guna untuk mendekatkan diri ke kalangan masyarakat dan menambah wawasan mereka. Dengan melakukan langkah demikian masyarakat akan berpandang positif terhadap perpustakaan, masyarakat pasti sangat mengharapkan perpustakaan yang mereka impikan di dalam benak mereka, ma


 Sumber : opini /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM