Tionghoa Pariaman, Sejarah yang Terlupakan


Senin, 09 Desember 2019 - 07:35:45 WIB
Tionghoa Pariaman, Sejarah yang Terlupakan Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Menurut catatan sejarah, komunitas China pernah sangat ramai di Pariaman.

Masyarakat Tionghoa di Pariaman sudah ada sejak zaman Belanda. Mereka yang ada di Pariaman umumnya para pedagang, pemilik pabrik roti, pabrik sabun, hingga distributor rempah-rempah dan kebutuhan sehari-hari (kumango).
 
Mereka bahkan punya pandam pakuburan tersendiri yakni di belakang Makodim 0308/Pariaman (sekarang).

Komunitas China Pariaman bermukim di area Kampung Chino yakni di Jl. SB Alamsyah Kp Balacan, Kp Jawo, dan Kp Pondok. Sebelum Insiden Kansas, mereka hidup rukun berdampingan dengan pribumi.

Tempat sembahyang China di Pariaman terletak di Simpang Tabuik yang sekarang persis berada di deretan Toko Ali.

Namun pada akhirnya akibat gesekan rasial dengan penduduk pribumi, seluruh komunitas China yang ada di Pariaman hengkang menyelamatkan diri ke berbagai daerah. Aset mereka ditinggal begitu saja, beberapa waktu kemudian dijual murah melalui perantara.

Kekecewaan pribumi pada komunitas China bermula dari diketahuinya lokasi pejuang pribumi oleh tentara Jepang. Pejuang pribumi saat itu banyak dieksekusi di tempat persembunyiannya. Apa yang mereka rencanakan selalu diketahui oleh tentara tentara Jepang.

Puncaknya terjadi insiden “Kansas” sekitar tahun 1944 bertepatan sebelum hengkangnya Jepang dari tanah air. Peristiwa Kansas itu sendiri terjadi di Simpang Kampuang Cino Pariaman tepatnya di simpang tugu tabuik sekarang.

Setelah itu, nyaris komunitas China tidak lagi pernah hidup di Pariaman. (*)

 Sumber : berbagai sumber /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]