Wakil Ketua DPRD Solsel Bantah Penyebab Banjir karena Tambang Emas


Senin, 09 Desember 2019 - 14:25:40 WIB
Wakil Ketua DPRD Solsel Bantah Penyebab Banjir karena Tambang Emas Wakil Ketua DPRD Solsel Ali Sabri Abbas

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua DPRD Solsel Ali Sabri Abbas membantah penyebab utama banjir Solsel adalah tambang emas illegal. 

"Saya membantah tuduhan itu, dilokasi tambang emas sebagai mata pencarian rakyat kami, tidak ada banjir dan galodo," paparnya, Senin (9/12).

Ia menyebutkan, jangan sampai isu banjir bandang dan galodo di politisir. Banjir tidak terjadi di daerah tambang. Politisi PAN itu menyatakan prihatin, dengan isu jelek menimpa Solsel.

Solsel, kata Ali, memiliki topografi daerah yang curam, bahkan dihadapkan dengan kondisi intensitas curah hujan yang tinggi. Salah satu penyebab terjadinya bencana banjir bandang, galodo dan angin puting beliung di Solsel.

"Yang dbutuhkan masyarakat adalah bantuan saat bencana melanda, bukan informasi yang menyakitkan bagi sebagian masyarakat. Sementara, di lain pihak Polres Solsel sudah melakukan penindakan tapi tentu tidak semua bisa berhasil karna topografi daerah dan pertimbangan sosial. Untuk penertiban kami sepakat," katanya.
Sebab, deerah Solsel 70 persen diantaranya adalah kawasan hutan lindung dan konservasi. Hanya 30 persen kawasan budidaya, letaknya pun diapit bukit dan hutan lindung. Serta berada lingkaran sungai besar dan kecil.

"Ketika hujan terus menerus menggempar Solsel, maka air akan pasang naik di hulu sungai. Salah satu penyebab banjir bandang, namun jangan sampai isu banjir ini dipolitisir," terangnya.

Diakuinya, sebagian kecil masyarakat Solsel memang masih melakukan aktivitas tambang. Itu, dampak tidak adanya solusi dan jalan keluar dari kegiatan illegal tersebut diberikan Pemerintah Pusat dan Provinsi.

"Kalau Pemprov, dan Pemerintah Pusat melegalkan kegiatan penambangan di daerah yang diperbolehkan, maka tidak akan ada yang melakukan kegiatan mencari nafkah seperti tambang illegal itu," tuturnya.

Ali Sabri menegaskan, dia tidak rela kesalahan itu semata ditujukan kepada rakyat kecil. Namun rakyat besar menutup mata dengan persoalan ini, yang seharusnya ada solusi dari Pemerintah Pusat.

Tambang-tambang illegal itu berada di daerah perbatasan Solsel dengan Kabupaten Solok, Solsel dengan Dharmasraya dan Solsel dengan Sijunjung.

"Ini akan sulit diberantas, meskipun imbauan dan penindakan sudah dilakukan aparat penegak hukum. Jadi, jangan korbankan rakyat ketika solusi mata pencarian tidak diberikan pemerintah. Saya menegaskan, yang salah itu pemerintah bukan rakyat kecil," terangnya.

Dulu, ketika Solsel masih asri dan belum satupun pohon yang ditumbangkan, tetap saja ada banjir melanda daerah Solsel, seperti banjir bandang dan galodo menghantam Solsel sekitar tahun 1966 dan 1977.

Namun yang terjadi saat ini, diisukan dampak tambang illegal. Pemkab Solsel sebelumnya juga telah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidak produktif untuk diolah kembali, sebagian warga memang diakuinya sudah meninggalkan aktivitas secara illegal di tambang.

"Nah, bagaimana yang hanya punya tempat tinggal saja. Bagaimana beralih ke aktivitas pekerjaan baru, sementara peluang kerja sulit. Ini yang dikeluhkan rakyat kami yang mendulang emas secara tradisional, tentu untuk mendapatkan sebunci emas. Harus ada penambang illegal dengan alat berat, mereka saling membutuhkan. Jadi, mari kita cari solusinya," katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian pihak BNPB pusat sebelumnya, kondisi tanah di Solsel selain labil juga memiliki pori-porinya besar dan ketika intensitas hujan tinggi dengan mudah terisi air. 

Disamping itu, Solsel merupakan daerah patahan semangka. Maka kekawatiran saat musim penghujan seperti saat ini, bukan hanya banjir bandang yang di kawatirkan. 

Tapi gerak tanah kian memberikan ancaman kepada pemukiman warga, seperti yang terjadi di Pinti Kayu Gadang, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. (h/jef)

loading...
Reporter : Jefli /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]