Sidang Genosida Muslim Rohingya Digelar Besok, Aktivis HAM: Boikot Myanmar!


Senin, 09 Desember 2019 - 23:11:58 WIB
Sidang Genosida Muslim Rohingya Digelar Besok, Aktivis HAM: Boikot Myanmar! Pengungsian muslim Rohingya di Myanmar terbakar. ©REUTERS/Soe Zeya Tun

DEN HAAG, HARIANHALUAN.COM- Para aktivis hak asasi manusia (HAM) internasional serta pendukung muslim Rohingya, menyerukan boikot global terhadap Myanmar, menjelang sidang di Pengadilan Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda.

Sidang akan digelar mulai Selasa (10/12/2019) di mana pemerintah Myanmar akan diwakili langsung oleh Aung San Suu Kyi.

Koalisi Rohingya Merdeka telah memulai 'Kampanye Boikot Myanmar' bersama 30 organisasi di 10 negara. Mereka menyerukan kepada perusahaan, investor asing, organisasi profesional, dan budayawan, untuk memutuskan hubungan kelembagaan dengan Myanmar.

Disebutkan, boikot ini bertujuan untuk memberi tekanan ekonomi, budaya, diplomatik, dan politik kepada pemerintahan koalisi sipil sipil dan militer Myanmar.

Gambia, mewakili negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), pada November lalu menggugat Myanmar dengan tuduhan pelanggaran HAM atas pembantaian etnis atau genosida terhadap muslim Rohingya pada 2017 yang menyebabkan lebih dari 730.000 warga eksodus ke Bangladesh.

Pihak berwenang Myanmar menepis tuduhan genosida dengan alasan mereka hanya melakukan operasi militer untuk melawan teroris dan gerakan separatis yang telah menewaskan 13 pasukan keamanan. Namun PBB menyebut tindakan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya sudah di luar batas, mereka dibunuh secara sadis, dibakar, dan para perempuan anak-anak dan dewasa diperkosa.

Sidang akan digelar mulai Selasa (10/12/2019) di mana pemerintah Myanmar akan diwakili langsung oleh Aung San Suu Kyi.

Suu Kyi sudah tiba di Belanda pada Minggu (7/12/2019). Ini akan menjadi rekor di mana Suu Kyi akan menghadiri sidang dengar pendapat selama 3 hari.


Beberapa aksi demonstrasi akan digelar beberapa hari mendatang di Den Haag oleh kelompok-kelompok HAM serta para pendukung muslim Rohingya.

Selama 3 hari persidangan, tim hukum Gambia akan meminta majelis hakim beranggotakan 16 orang dari PBB untuk melakukan "tindakan sementara" demi melindungi etnis Rohingya sebelum kasus tersebut diungkap secara penuh.

Sementara itu di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, beberapa warga Rohingya mengatakan menyampaikan doa agar keadilan ditegakkan.

"Saat Aung San Suu Kyi menjadi ikon perdamaian dan kami memiliki harapan besar bahwa segalanya akan berubah ketika dia berkuasa. Kami berdoa untuknya, tapi dia sekarang sudah menjadi ikon genosida, memalukan," kata Nur Alam (65), pria yang kehilangan putranya akibat ditembak mati tentara Myanmar.

Momtaz Begum (31) sambil menangis, mengenang bagaimana tentara Myanmar memerkosa dan mengurungnya di rumah. Setelah itu tentara Myanmar membakar atap rumah untuk membunuh keluarganya.

Dia berhasil melarikan diri dari upaya pembakaran hidup-hidup itu lalu mendapati suami dan tiga putranya dibunuh lalu putrinya disiksa.

"Tentara membunuh suami saya. Mereka memerkosa dan membakar rumah saya, mereka menusuk kepala anak perempuan saya berusia 6 tahun. Mengapa mereka membunuh warga kami yang tidak bersalah, anak-anak kami? Mengapa mereka menyiksa dan memerkosa perempuan kami? Kami menuntut keadilan," ujarnya.(inw)

 Sumber : inews.id /  Editor : dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 18 Desember 2019 - 10:59:12 WIB

    Novel Baswedan Beberkan Teror Air Keras di Sidang PBB

    Novel Baswedan Beberkan Teror Air Keras di Sidang PBB ABU DHABI, HARIANHALUAN.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menghadiri rangkaian konferensi negara-negara pihak penandatanganan konvensi PBB melawan korupsi atau Conference of State Parties (CoS.
  • Rabu, 12 Juni 2019 - 23:06:23 WIB

    Mantan Kepala SMA 1 Sungai Limau Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli

    Mantan Kepala SMA 1 Sungai Limau Jalani Sidang Perdana Kasus Pungli PADANG, HARIANHALUAN.COM – Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12, mantan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Zulkaram (52.
  • Rabu, 12 Juni 2019 - 20:26:45 WIB

    Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang

    Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang PADANG, HARIANHALUAN.COM- Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12. Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Zulkara.
  • Rabu, 27 Maret 2019 - 15:37:28 WIB

    Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang

    Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM—Terdakwa Yandrizal (25) yang berprofesi sebagai atlet silat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, setelah diseret sebagai terdakwa untuk kasus pembunuhan terhadap korban Rio Ok.
  • Selasa, 13 November 2018 - 12:13:23 WIB

    Sidang OTT, PU Hadirkan Saksi Ahli dari Unand

    Sidang OTT, PU Hadirkan Saksi Ahli dari Unand PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan saksi ahli dalam sidang dugaan melakukan pungutan terhadap petani oleh terdakwa Kamarudin (53), mantan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian, Kabupat.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]