Pemkab Pasaman Cegah Stunting dengan Nagari Pintar


Selasa, 10 Desember 2019 - 13:07:11 WIB
Pemkab Pasaman Cegah Stunting dengan Nagari Pintar Bupati Pasaman, Yusuf Lubis pukul gong tandai peresmian Nagari Ganggo Hilia, Bonjol sebagai nagari pintar cegah stunting. YUDHI LUBIS

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Pemerintah Kabupaten Pasaman terus berupaya menurunkan angka stunting yang terbilang tinggi di daerah itu. Anak dengan kondisi tubuh pendek (kerdil) tersebar di sepuluh nagari di enam kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Arnida mengatakan, salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting dengan cara membentuk nagari pintar, sebagai percontohan  pengentasan stunting secara terpadu. 

"Nagari Ganggo Hilir, Kecamatan Bonjol kita tetapkan sebagai nagari percontohan dalam pencegahan stunting dengan PINTAR," kata dr Arnida saat dihubungi Haluan.Com, Selasa (10/12).

Pintar, kata Arnida, merupakan penjabaran dari periksa kehamilan secara rutin dan bersalin di fasilitas kesehatan, ingat tablet tambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri, nutrisi yang cukup dengan gizi seimbang.

Tuntaskan ASI eksklusif sampai bayi usia 6 (enam) bulan, ayo imunisasi balita secara lengkap dan gunakan jamban sehat, rutin ke Posyandu untuk pantau pertumbuhan dan perkembangan BALITA.

Lewat Nagari Pintar ini pula, nantinya, kata Arnida, setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal berkualitas dan bersalin di fasilitas kesehatan, setiap ibu hamil dan remaja putri mendapatkan tablet tambah darah.

Selain itu, menjadi nagari yang peduli terhadap kecukupan nutrisi keluarga dengan konsep gizi seimbang, menjadi nagari yang peduli terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 (enam) bulan. 

Berikutnya, menjadi nagari yang peduli terhadap pentingnya imunisasi dan penggunaan jamban sehat serta peduli terhadap pentingnya rutin ke posyandu untuk memantau tumbuh kembang balita. 

Dijelaskan, penyebab stunting pada anak terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan. Yaitu, semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. 

"Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein dan kurang terjaganya kebersihan. Stunting juga bisa disebabkan oleh masalah pada saat kehamilan, melahirkan, menyusui," ulas Arnida. 

Kelompok ibu hamil dan balita, merupakan kelompok paling rawan mengalami kekurangan gizi. Karena itu perlu mendapat perhatian besar guna melahirkan generasi Pasaman yang berkualitas dimasa mendatang.

Dari informasi yang dirangkum, jumlah stunting di Pasaman mencapai 1.253 orang anak. Meliputi, Nagari Cubadak, Duokoto, 415 anak, Nagari Ladang Panjang, Tigo Nagari 172 anak, Muaro Seilolo, MTS 164 anak, Ganggo Hilia, Bonjol 137 anak. Berikutnya, Malampah, Tigonagari 102 anak, Binjai di Tigonagari 83 anak, Koto Kaciak, Bonjol 68 anak, Panti 52 anak, Kotorajo, Rao Utara 51 orang anak. Terakhir, Nagari Simpang Tonang 9 orang anak. (h/yud)

Reporter : YUDHI LUBIS /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]