Kapolda Sumbar Bayarkan Ganti Rugi Tahanan Korban Penyiksaan


Kamis, 12 Desember 2019 - 16:19:54 WIB
Kapolda Sumbar Bayarkan Ganti Rugi Tahanan Korban Penyiksaan Pembayaran langsung kepada orang tua korban Alamsyahfudin oleh Kepala Kepolisian Sumatera Barat Irjen. Fakhrizal, Kamis (12/12/2019). (foto LBH Padang)

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Perjuangan Alamsyahfudin orang tua dari Alm. Erik Alamsyah korban yang meninggal ditahanan Kepolisian Sektor Bukititinggi (Polres Bukittinggi), akhirnya membuahkan hasil. 

Setelah Mahkamah Agung (MA) resmi menolak Peninjauan Kembali (PK) Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Polres Bukittinggi membayarkan ganti Rugi kepada Alamsyahfudin sebesar Rp.100.700.000,-, Kamis (12/11/2019). 

"Pembayaran tersebut diserahkan langsung kepada orang tua korban Alamsyahfudin oleh Kepala Kepolisian Sumatera Barat Irjen. Fakhrizal dihadapan Ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi Bapak Hapsoro Restu Widodo, S.H. sesuai dengan putusan Pengadilan Nomor 7/Pdt.G/2013/PN.Bkt. Penyerahan tersebut bertempat di Kantor Kepolisian Resor Bukittinggi," jelas Direkltur LBH Padang Wendra Rona Putra  dalam keterangakan kepada harianhaluan.com, Kamis siang (12/12/2019).

Kasus ini bermula dari meninggalnya anak korban di Kantor Kepolisian Sektor Bukittinggi akibat penganiyaan yang dilakukan oleh 6 (enam) orang oknum anggota kepolisian sebagaimana telah diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Bukittinggi dalam perkara pidana Nomor 75/Pid.B/2012/PN.BT. Selanjutnya Alamsyahfudin yang diwakili oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mengajukan Gugatan Perlawanan Melawan Hukum (PMH) terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia dan 6 (enam) orang oknum kepolisian, telah melakukan penganiyaan yang menyebabkan meninggal anak Penggugat yang bernama Erik Alamsyah (19 Tahun) dalam tahanan Polsek Bukittinggi.

Dalam gugatan perdata tersebut LBH Padang menuntut ganti rugi Materil dan Immateril akibat kematian Erik Alamsyah serta meminta maaf kepada Alamsyafuddin secara terbuka di 7 (tujuh) harian umum cetak dan 5 (lima) media televisi lokal dan nasional, namun dalam putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bukittinggi Supardi, S.H., Juanda, S.H, dan Roni Susanta, S.H., pada tanggal 7 November 2013 mengabulkan sebahagian gugatan Alamsyahfudin dengan amar menghukum Kepolisian serta Oknun anggota Polresta Bukittinggi untuk membayar kepada Alamsyafudin kerugian materiil dan immateriil sebesar 100.700.000 (seratus juta tujuh ratus ribu rupiah), tanpa mengabulkan petitum gugatan terkait permintaan maaf dari Kepolisian.

“Kita menghargai Kepolisian dan ucapkan terimakasih hari ini telah menjalankan putusan pengadilan untuk membayarkan hak keluarga korban, namun kita tetap berhadap kepolisian untuk meminta maaf kepada Penggugat/ Keluarga Erik Alamsyah atas meninggalnya anak korban, serta mulai memperbaiki proses Penyelidikan dan Penyidikan, tidak lagi dengan mengunakan kekerasan untuk memperoleh pengakuan dari Terlapor/Tersangka” ujar Aldi Harbi yang mendampinggi Alamsyafuddin di Pengadilan Negeri Bukittinggi.

Aldi yang juga Kepala Bidang Pembaharuan Hukum dan Komunitas (PHK) Lembaga Buntuan Hukum (LBH) Padang menambahkan setelah kejadian ini semoga ada perbaikan proses penyelidikan dan penyidikan dilingkungan kepolisian khususnya Sumatera Barat agar tidak mengunakan kekerasan terhadap terduga pelaku. (dn/rl)

 Sumber : LBH Padang /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]