Pengamat Nilai Pidato SBY Beri Sinyal Ingin Dipinang Jokowi


Jumat, 13 Desember 2019 - 02:38:53 WIB
Pengamat Nilai Pidato SBY Beri Sinyal Ingin Dipinang Jokowi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pidato refleksi pergantian tahun Partai Demokrat. Jakarta, Rabu, 11 September 2019. CNN

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengamat politik dari Indobarometer, M Qodari menilai pidato Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (11/12), bermuatan harapan dipinang dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf. Pidato SBY dinilai jadi jalan masuk keinginan SBY menempatkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam reshuffle yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.

"Menurut saya ini salah satu pancingan atau proposal politik dari pak SBY, membuka kemungkinan adanya peluang bagi Partai Demokrat khususnya bagi AHY untuk bisa masuk kabinet pak Jokowi," kata Qudari dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (12/12).

Menurutnya, asumsi tersebut memungkinkan lantaran pemerintahan Jokowi memang selalu akan ada pergantian kabinet pada jenjang satu atau dua tahun jalannya pemerintahan. Peluang bagi AHY masuk kabinet, tegas Qodari, bisa saja terjadi.

"Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, SBY mengharap digandeng atau diajak masuk kabinet Pak Jokowi," katanya.

Namun demikian, Qodari tak menampik pidato tersebut juga dapat dibaca sebagai sikap atau nasihat seorang mantan presiden kepada presiden yang tengah menjabat.

"Bisa dibaca dalam dua kacamata," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sejumlah pandangan terkait situasi negara sepanjang 2019 melalui Pidato Refleksi Akhir Tahun yang dia bacakan di hadapan ratusan kader Demokrat di Gedung JCC, Senayan, Jakarta, tadi malam, Rabu (11/12).

SBY menyampaikan pandangannya soal pelaksanaan pemilu yang dia sebut penuh dengan politik identitas. SBY dalam pidatonya turut menyinggung situasi ekonomi terkini. SBY kerap membandingkan situasi saat ini dengan kepemimpinannya selama sepuluh tahun sejak 2004.

Namun, dalam pidato tersebut, SBY lagi-lagi tak menyatakan wacana gamblang soal posisi partai politik yang telah dia pimpin selama satu dekade itu. Dalam pidato itu SBY hanya mengatakan bahwa yang baik akan mereka dukung dan yang tidak baik akan dikritisi.

Namun demikian Demokrat menolak tudingan yang menyebut SBY bermain dalam politik yang abu-abu. Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan membantah keras.

"Siapa yang bilang Demokrat abu-abu, itu fitnah. Demokrat itu biru," kata Hinca ditemui di Gedung JCC, kemarin.

Menurutnya, Demokrat memang tak akan mengubah arah politik mereka sejak lima tahun lalu. Mereka tetap akan bersikap sama yakni mendukung sekaligus mengkritisi pemerintahan saat ini. Dalam tubuh Partai Demokrat, kata dia, tak ada istilah oposisi atau koalisi. Politik yang diusung partainya adalah politik seimbang dan penyeimbang.

"Ada orang yang protes, ah penyeimbang enggak punya sikap. Anda dengarkan sikap Indonesia gerakan non blok. Dia mencegah perang dunia terjadi," katanya. (h/cnn)
 


 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 24 Januari 2020 - 16:09:13 WIB

    Pengamat Sebut Menkum HAM Yasonna Laoly Cacat Moral

    Pengamat Sebut Menkum HAM Yasonna Laoly Cacat Moral JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Peneliti Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi menilai Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly cacat moral. .
  • Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:09:20 WIB

    Kisruh Natuna, Ini 'Jurus' Jitu Penyelesaiannya dari Pengamat Militer

    Kisruh Natuna, Ini 'Jurus' Jitu Penyelesaiannya dari Pengamat Militer JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengamat militer dan pertahanan negara, Connie Rahakundini Bakrie berpendapat pemerintah Indonesia bisa menggunakan pendekatan sejarah atau historical claim dalam menyelesaikan ketegangan Indonesia.
  • Ahad, 22 Desember 2019 - 07:58:41 WIB

    Pengamat Soal Dewas KPK: Jokowi Ingin Tutupi 'Nasi Basi'

    Pengamat Soal Dewas KPK: Jokowi Ingin Tutupi 'Nasi Basi' JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari menyebut Presiden Jokowi berupaya menutupi keburukan sistem dalam UU KPK hasil revisi dengan memilih anggota .
  • Kamis, 05 Desember 2019 - 09:29:29 WIB

    Waspada Terorisme Hingga Januari 2020, Pengamat: Target Tak Hanya Jakarta

    Waspada Terorisme Hingga Januari 2020, Pengamat: Target Tak Hanya Jakarta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengamat mengimbau pemerintah maupun warga negara Indonesia diminta lebih waspada terhadap serangan teror yang mungkin bisa terjadi dalam rentang waktu akhir tahun 2019 hingga Januari 2020 mendatan.
  • Kamis, 14 November 2019 - 14:05:51 WIB

    Jaga Rahasia Anggaran Kemenhan, Pengamat: Prabowo Cerdas

    Jaga Rahasia Anggaran Kemenhan, Pengamat: Prabowo Cerdas JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengambil langkah cerdas dengan tidak membuka perincian anggaran Kementerian Pertahanan.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM