Kepala BNPB: Banjir Bandang Solsel Karena Ada Sedimen Material di Sungai


Jumat, 13 Desember 2019 - 15:11:39 WIB
Kepala BNPB: Banjir Bandang Solsel Karena Ada Sedimen Material di Sungai Kepala BNPB, Doni Monardo didampingi Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria di lokasi banjir bandang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan menyebabkan ribuan rumah terendam dan enam rumah terbawa arus serta seorang balita meninggal dunia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menganalisa, peristiwa itu terjadi karena banyaknya sedimen-sedimen material yang menumpuk di aliran sungai. 

Kepala BNPB, Doni Monardo saat mendatangi lokasi banjir bandang menyebut, banjir bandang yang sering terjadi di Kabupaten Solok Selatan adalah karena sedimen (pengendapan) di sungai-sungai. Ternyata, kata Doni, dari hasil pembicaraan dengan tokoh masyarakat, ada indikasi ilegal mining dan terjadilah erosi. 

Baca Juga : Sepuluh Orang Anggota Sindikat Pengedar Uang Palsu Ditangkap

"Jadi, sedimen dari material yang ditambang itu menumpuk di sungai. Saat hujan, air sungai melimpah dan merendam pemukiman warga, kemudian terjadi banjir bandang," ucapnya. 

Dalam wawancara, dia menyebut, orang Minang dikenal sebagai pedagang dan menjadi penambang bukan ciri mereka. Disebut Doni, karakter orang Minang adalah menghargai alam. "Tapi, tadi di sepanjang jalan terlihat kerusakan. Banyak hutan yang jadi perkebunan, jadi ketika kemarau, tanah merekah. Ketika hujan, air masuk dalam tanah dan terjadi erosi," ujarnya.

Baca Juga : Awas, Hari Ini Merapi Tujuh Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar

Sementara itu, Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria mengatakan, banjir terjadi dimana-mana di daerahnya. Ada yang berupa longsoran dan ada yang berupa genangan. Disebutnya, hampir semua sungai di bagian utara Solsel meluap karena tak mampu menahan debit air sungai yang besar. Sedangkan di bagian timur, terjadi longsor dan ada enam rumah yang hanyut terjadi pada malam dan pagi ini. 

"Saat ini, kita berada di Kampuang Tarandam yang menjadi langganan banjir sejak 50 tahun lalu. Banjir disini sampai ke leher orang dewasa. Evakuasi masyarakat memakai perahu karet," tutup Muzni.

Baca Juga : Riau Dikepung Titik Api, Karhutla Terjadi di Delapan Daerah

Hingga berita ini diturunkan, kondisi banjir di kawasan tersebut sudah perlahan menyusut. Sebagian warga sudah tampak mulai kembali ke rumah mereka masing-masing. (*)

Reporter : Jefli | Editor : Agoes Embun
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]