Indeks Skor Kerukunan Umat Beragama Sumbar Rendah, Ini Kata MUI Padang


Senin, 16 Desember 2019 - 11:55:13 WIB
Indeks Skor Kerukunan Umat Beragama Sumbar Rendah, Ini Kata MUI Padang Ketua MUI Padang, Duski Samad.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Prof. Duski Samad menanggapi pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi perihal Indeks Skor Kerukunan Umat Beragama Sumatera Barat yang mendapatkan nilai rendah dengan total 64,4 persen.

Tanggapan itu ditulis dalam website pribadinya dengan judul “SUMBAR RENDAH TOLERANSI: FAKTA ATAU SENTIMEN.” diunggah pada Minggu (15/12). 

Guru Besar UIN Padang itu mengungkapkan bahwasanya penduduk Sumatera Barat yang mayoritas etnis Minang beragama Islam adalah masyarakat yang tinggi tingkat toleransinya. 

Etnis dan agama selain Islam nyaman dan rukun hidup berdampingan dengan penduduk lokal. Catatan konflik yang dipicu agama terbatas sekali. Etnis Minang adalah suku bangsa yang adaptasinya mudah di pelosok negeri ini, bahkan mancanegara.

“Dari pengalaman di lapangan dan jejak sejarah masyarakat Minangkabau nyata sekali bahwa kerukunan cukup efektif melalui pendekatan adat dan budaya. Ada Kampung Cina, Kampung Nias, Kampung Arab,” katanya.

Duski Samad menilai, survei yang dilakukan saat ini sering mengajukan pertanyaan yang tidak menghargai perbedaan, justru meminta masyarakat mengakui iman yang berbeda.

“Bagaimana tidak? Pertanyaan survey indeks intoleransi menyediakan pilihan jawaban tertutup yang mengharuskan responden menjawab ya dan tidak."

"Pasti dijawab tidak bila pertanyaan berhubungan privacy dan hak dasar yang mestinya harus dihormati. Contoh apakah anda bisa menerima beda iman dalam pernikahan anak atau saudara anda, ya jawabnya pasti tidak," tuturnya.

Selain itu, Wakil Ketua FKUB Padang ini memandang bahwasanya untuk survei soal ini tidak pas dengan metode angket, lebih maksimal jika dilakukan dengan metode wawancara.

“Patut dipertanyakan instrumen untuk memahami kesetaraan itu sulit diketahui dengan angket, karena kesetaraan ini menyangkut perasaan, pikiran dan perilaku, menjaring datanya harus melalui observasi, wawancara mendalam (indept interview) bersifat kualitatif,” jelasnya.

Duski Samad heran dan mempertanyakan apa tujuan diadakan Survei tersebut ditambah lagi daerah yang berkonflik justru dinilai toleran. 

"Aneh, lucu bila daerah rawan kekerasan dan konflik dalam survei dikatakan sangat toleran, mengapa dan ada apa?" tutupnya. (*)

Reporter : Rafi /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 09 Februari 2015 - 19:51:30 WIB

    Indeks Kebahagiaan Sumbar 3 Terendah Nasional

    PADANG, HALUAN — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2014, angka kebahagiaan Sumatera Barat berada pada posisi tiga terendah diatas Papua dan Nusa Tenggara. Indeks kebahagaiaan Sumbar berada dia.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]