Penyebab Gagal Bayar Polis Asuransi Jiwasraya Terungkap


Senin, 16 Desember 2019 - 13:17:18 WIB
Penyebab Gagal Bayar Polis Asuransi Jiwasraya Terungkap Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - PT Jiwasraya (Persero) mengakui salah satu penyebab perusahaan gagal membayar polis kepada para nasabahnya adalah karena kesalahan strategi dalam berinvestasi. Direktur Utama Jiwasraya , Hexana Tri Sasongko menjelaskan karena salah strategi ini membut perusahaan harus menanggung beban keuangan yang menggulung dari tahun ke tahun.

Hexana menjelaskan kesalahan strategi adalah penempatan usaha yang semestinya mayoritas ditempatkan ke goverment bond, malah dimasukan ke dalam skema investasi reksa dana saham. Hal ini membuat perseroan gagal bayar polis kepada nasabah yaitu persoalan investasi yang di luar kehati-hatian.

"Saham-saham yang nilainya Rp 50 rupiah (per lembar saham) banyak sekali. Bahkan suspend banyak sekali," ujar Hexana di DPR, Senin (16/12).

Berdasarkan paparannya, komposisi portofolio investasi keuangan asuransi jiwa tidak sejalan dengan rencana jangka panjang (5 tahun) perusahaan.

Berdasarkan rencana panjang perseroan, seharusnya goverment bond menjadi instrumen investasi paling besar yaitu sebesar 30 persen. Termasuk juga obligasi korporasi non BUMN, instrumen Bank Indonesia (BI) 30 persen.

Sementara instrumen investasi saham, reksa dana maksimum hanya 20 persen. Terakhir deposito minimum 10 persen.

Hal ini berbanding terbalik dengan fakta yang saat ini terjadi di tubuh perusahaan pelat merah ini. Bahkan dalam fakta yang dipaparkan per tahun 2018, perseroan telah menanamkan investasi saham lebih dari 50 persen.

Sementara di intsrumen obligasi pemerintah, instrumen BI masing-masing sekitar 15 persen. Selanjutnya perusahaan investasi di properti sekitar 20 persen. Lalu deposito sekitar 5 persen.

"Lalu yang kedua, penempatan premi diluar kehati-hatian. Investasi digeser ke reksa dana saham. Sebab, kalau pakai goverment bond, itu nggak akan pernah ngejar janji return ke nasabah. Makanya, ke saham dan pencadanngan saham. Pola penetrasinya nggak akan mencapai segitu," ujar Hexana.(*)
 

loading...
 Sumber : Republika /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 13 September 2020 - 23:49:53 WIB

    Waktu Pencairan Bantuan Rp 600 Ribu Gerlombang III akan Lebih Lama, Menaker Jelaskan Penyebabnya

    Waktu Pencairan Bantuan Rp 600 Ribu Gerlombang III akan Lebih Lama, Menaker Jelaskan Penyebabnya HARIANHALUAN.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat bantuan Rp 600 ribu/bulan berupa subsidi gaji/upah sudah masuk ke rekening 5.248.226 peserta..
  • Kamis, 03 September 2020 - 13:50:52 WIB

    Rupiah Melemah, Ini Penyebabnya

    Rupiah Melemah, Ini Penyebabnya HARIANHALUAN.COM- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis  pukul 10.15 WIB  melemah 55 poin atau 0,37 persen menjadi Rp14.800 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.745 per dolar AS..
  • Senin, 24 Agustus 2020 - 22:55:39 WIB

    Terungkap! Penyebab Batik Air Mendadak Tutup Rute Penerbangan

    Terungkap! Penyebab Batik Air Mendadak Tutup Rute Penerbangan HARIANHALUAN.COM - Salah satu maskapai penerbangan nasional, Batik Air, dilarang terbang ke Pontianak selama sepekan ke depan. Perintah penghentian penerbangan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat tanggal 2.
  • Sabtu, 08 Agustus 2020 - 20:56:51 WIB

    Bos Mitsubishi Mundur, Ternyata Ini Penyebabnya

    Bos Mitsubishi Mundur, Ternyata Ini Penyebabnya HARIANHALUAN.COM - Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan Osamu Masuko mundur dari jabatan sebagai ketua dewan dan pejabat eksekutif. Menurut MMC, Masuko mundur karena masalah kesehatan..
  • Selasa, 28 Juli 2020 - 11:54:27 WIB

    Harga Emas Tembus Rp 1 Juta/Gram, Ini Penyebabnya

    Harga Emas Tembus Rp 1 Juta/Gram, Ini Penyebabnya HARIANHALUAN.COM - Kenaikan harga emas yang cukup signifikan juga didorong oleh ketegangan antara India dan China di perbatasan. Saat ini penduduk India dan China mencapai miliaran sehingga akan ada dampak buruk jika terjadi .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]