Unjuk Rasa di DPRD Sumbar, Ratusan Massa Tuntut Gubernur Cabut Pembatalan Kota Padang Tuan Rumah Penas Tani


Senin, 16 Desember 2019 - 16:00:33 WIB
Unjuk Rasa di DPRD Sumbar, Ratusan Massa Tuntut Gubernur Cabut Pembatalan Kota Padang Tuan Rumah Penas Tani Ratusan warga memprotes pembatalan Kota Padang sebagai tuan rumah Penas Tani 2020 di DPRD Sumbar. Aspirasi mereka ditermia Ketua DRD Sumbar. Ist

PADANG,HARIANHALUAN.COM-  Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) dibatal  menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Ke-16 pada 2020 mendatang. Pembatalan itu  mendapat protes kefras dari ratusan warga kota ini. 

Keputusan pembatalan Kota Padang menjadi tuan rumah tertuang dalam surat dengan nomor 253/12975/DTPHP/12/2019, ditandatangani Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tertanggal 3 Desember 2019. 
 
Sebelumnya, Kota Padang disepakati menjadi tuan rumah berdasarkan hasil Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional pada PENAS XV Petani Nelayan Tahun 2017 di Aceh. Rencananya akan diselenggarakan di Kelurahan Aie Pacah Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang dengan jumlah peserta sebanyak 50.000 orang. 
 
Pembatalan tersebut  mengundang aksi  potes ratusan massa  dari Forum Anak Nagari Koto Tangah  Kota Padang  di depan kantor DPRD Sumbar pada Senin, (16/12/2019). 

Aksi tersebut dilakukan terkait pemindahan lokasi digelarnya acara Penas Tani Nelayan XVI 2020 yang sebelumnya diagendakan di kota Padang dan berpindah ke Kabupaten Padang Pariaman yang dituangkan dalam Surat Gubenur Sumbar No: 253/12975/DTPHP/12/2019.

Koordinator aksi Roni Candra mengatakan forum yang tergabung dari kelompok tani, tokoh masyarakat Koto Tangah, Aia Pacah dan Naggalo ini menolak Penas Tani 2020 dialihkan ke Padang Pariaman dan dikembalikan ke Kota Padang.
dan meminta kejelasan dari pihak Pemprov Sumbar.

 Forum Anak Nagari Koto Tangah menyampaikan lima poin aspirasi mereka ke DPRD Sumbar. 

"Pertama kami meminta Surat Gubernur No: 253/12975/DTPHP/12/2019 dibatalkan. Kedua uang ganti rugi kami jika jadi dipindahkan. Ketiga Pemprov Sumbar untuk meminta maaf secara tertulis kepada masrayakat Kota Padang."

 "Keempat, mencabut pernyataan pejabat provinsi yang menyatakan masyarakat Padang tidak siap sebagai tuan rumah, dan terakhir menuntu agar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Kepala Dinas Pertanian Sumbar dicopot," tegasnya.

  
Diketahui, Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan Indonesia merupakan ajang berkumpul bagi para kontak tani, nelayan dan petani hutan. Forum ini mempertemukan para petani, penyuluh, pihak swasta, dan pemerintah sebagai wadah edukasi, pertukaran informasi, pengembangan kemitraan, dan jejaring kerjasama. 

Kegiatan ini diadakan 3 tahun sekali dan  kini sudah ke-16 kalinya dimana Kota Padang telah ditetapan sebagai tuan rumah. (dn/ist).

loading...
 Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]