Muslim Uighur Ditindas! Aneh, Kemenlu Maklumi China Bujuk Ormas Islam RI


Senin, 16 Desember 2019 - 18:45:27 WIB
Muslim Uighur Ditindas! Aneh,  Kemenlu Maklumi  China Bujuk Ormas Islam RI Pembela muslim Uighur memegang poster foto gelandang Arsenal Mesut Ozil saat menggelar aksi damai di Beyazid Square, Istanbul, Sabtu (14/12). (Ozan KOSE / AFP)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Kementerian Luar Negeri menyatakan Indonesia menghormati mekanisme internal yang diterapkan China dalam menyelesaikan dugaan persekusi dan diskriminasi terhadap Muslim Uighur di China.

Wakil Direktur untuk Urusan Hak Politik dan Hak Sipil Direktorat HAM dan Kemanusiaan, Indah Nuria Savitri, menuturkan setiap negara memiliki kewajiban dan cara masing-masing untuk menyelesaikan masalah domestiknya, termasuk isu Uighur.

Hal itu disampaikan Indah ketika ditanya soal respons RI atas tuduhan China merayu sejumlah ormas Islam di Indonesia agar tidak lagi mengkritik Beijing atas dugaan persekusi Uighur di Xinjiang.

"Prinsipnya Indonesia memiliki keprihatinan [terkait isu ini], tapi posisi Indonesia tetap mengedepankan apa yang sudah dilakukan pemerintah itu sendiri. China punya kewajiban menyelesaikan isunya, jadi kami biarkan isu itu diselesaikan dengan mekanisme internal negara tersebut," kata Indah usai menggelar jumpa pers di Jakarta, pada Senin (16/12), seperti dilansir CNNIndonesia.

Indah juga mengatakan Indonesia tidak dalam posisi membantah, menolak, atau menerima laporan the Wall Street Journal (WSJ) baru-baru ini yang menyebutkan bahwa China berupaya merayu sejumlah organisasi Islam Indonesia agar tak lagi mengkritik Beijing soal kebijakan di Xinjiang.


"Setiap negara punya kewajiban untuk menyelesaikan isu domestik sendiri dan upayanya bisa bermacam-macam. Itu [bantuan China] mungkin salah satu cara China untuk memberikan exposure apa sih sebenarnya yang terjadi," kata Indah.

"Indonesia tidak dalam posisi menuduh tapi menghargai upaya yang telah dilakukan China untuk selesaikan masalah domestiknya," ucap dia menambahkan.

Laporan WSJ pada pekan lalu menyebut bahwa China mendonasikan sejumlah bantuan finansial dan program beasiswa tak lama setelah isu Uighur kembali mencuat di Indonesia pada 2018 lalu.

Beijing bahkan membiayai puluhan petinggi Muhammadiyah, NU,  wartawan dan akademisi untuk berkunjung ke Xinjiang secara gratis.

Sejak bantuan dan kunjungan ke Xinjiang berlangsung, posisi Muhammadiyah dan NU tidak lagi mengkritik secara tajam China terkait Uighur. 

Setelah kunjungan ke kamp, seorang ulama senior Muhammadiyah yang mengikuti tur ke Xinjiang dikutip dalam majalah resmi Muhammadiyah mengatakan bahwa sebuah kamp yang dia kunjungi sangat bagus, memiliki ruang kelas yang nyaman dan tidak seperti penjara. 
Sedangkan tokoh NU menyatakan, "Ada masalah dengan ekstremisme di Xinjiang dan mereka [China] menanganinya," kata Masduki Baidlowi, seorang tokoh dari Nahdlatul Ulama, yang juga politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mengunjungi kawasan itu dalam tur kitu. 

“Mereka memberikan solusi, pelatihan keterampilan,”  puji  Masduki.

Ia  kini menjabat Staf khusus Wakil Presiden Ma’ruf Amin. 

Sementara Ketua PBNU Said Aqil Siroj, tulis WSJ menanggapi masalah Uighur di Xinjiang dengan meminta warga khususnya Muslim tidak mudah percaya pada laporan media dan televisi dengan situasi Xinjiang. 

Hal itu disampaikannya dalam sebuah kalimat pengantar untuk buku yang diterbitkan NU cabang China. Tulis laporan WSJ tersebut.  (cnni)

loading...
 Sumber : CNNIndonesia /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]