ISI Padang Panjang Gelar FGD Tata Kelola Pelaksanaan Penelitian Di Era Revolusi 4.0


Senin, 16 Desember 2019 - 22:42:39 WIB
ISI Padang Panjang Gelar FGD Tata Kelola Pelaksanaan Penelitian Di Era Revolusi 4.0 Rekor ISI Padang Panjang Prof. Novesar Jamarun saat menjadi pembicara dalam FGD tentang tata kelola pelaksanaan penelitian di era revolusi 4.0. AFIS

PADANG PANJANG HALUAN--Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang terus berupaya menjadi bagian pendididikan nasional dan mampu berperan menjadi pusat unggulan berkreativitas olah seni berbasis tekhnologi.

Rektor ISI Padang Panjang Novesar Jamarun mengatakan seiring dengan Revolusi 4.0 , perguruan tinggi dituntut untuk berpacu dalam segala hal, termasuk dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat dalam rangka menunjang program pemerintah.

"Alhamdulillah ISI Padang Panjang telah ikut berperan, baik dalam bentuk kajian maupun dalam karya seni," ujar Novesar Jamarun saat membuka Focus Group Discusion (FGD) Tata Kelola Pelaksanaan Penelitian Di Era Revolusi 4.0 di Gedung Hoerijah Adam, ISI Padang Panjang, beberapa waktu yang lalu.

Dikatakan Novesar sesuai dengan amanah UU Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi , ISI Padang Panjang ikut berkontribusi dalam mewujudkan visi pendidikan nasional 2025 yang menghasilkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif guna mendukung Kekuatan Daya Saing Internasional.

Progres capaian penelitian ISI Padang Panjang, lanjut Novesar, dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2017 mendapat  2, 8 miliar dana penelitian, pada tahun 2019 terjadi kenaikan 100 persen menjadi 5.6 miliar.

"Tentu menjadi tanggung jawab kita semua dalam menghasilkan penelitian yang bermutu dan berkualitas," terang Novesar Jamarun didampingi Ketua LPPMPP ISI Padang Panjang Yuniarti Munaf.

Yuniarti Munaf menambahkan Klaster Penelitian ISI Padang Panjang naik setingkat yang dulunya Madya tahun telah menjadi Utama dan berharap kedepan ada peningkatan klaster menjadi Klaster Mandiri.

"Sebagai Pengelola Penelitian dan Pengabdian masyarakat kita berharap peneliti dan pengkarya memberikan kontribusi untuk pendidikan nasional dan internasional," ujarnya didampingi Ketua Pelaksana FGD Martarosa.

Selain menghadirkan Rektor ISI Padang Panjang Novesar Jamarun juga hadir Direktur Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Ristek Dikti Ocky Karna Radjasa sebagai pembicara Kegiatan FGD yang digelar bertepatan dengan Dies Natalis ISI Padang Panjang yang Ke - 54 itu.

Turut hadir LPPMPP ISI Jogja, Surakarta, Denpasar, ISBI Aceh, Rombongan dari Istana Kebudayaan Kuala Lumpur Malaysia, Civitas Akademika ISI Padang Panjang, undangan lainya dan mahasiswa ISI Padang Panjang.

Ocky Karna Radjasa Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi melakukan penelitian sebagaimana tema-tema riset yang ada pada Rencana Induk Riset Nasional (RIRN).

Kata Ocky, hasil riset yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas saat ini hanya sedikit. Oleh karena itu, pemerintah mendorong sembilan tema prioritas riset untuk kebijakan riset nasional 2020-2025.

Dijelaskan Ocky, proposal penelitian dan pengabdian masyarakat akan disetujui apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dengan standar nilai harus bagus dan out put dari penelitian dan pengabdian masyarkat itu sendiri.

"Selain Akreditasi perguruan tinggi, kajian akademis menjadi sebuah standar nilai bagi penerima hibah untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Ocky Karna Radjasa seraya mengingatkan untuk melakukan penguatan internal lembaga.

Sejak tahun 2018, Ocky Karna Radjasa mengungkap Kemenristekdikti memberikan kewenangan kepada perguruan untuk mengelola dana hibah penilitian dan pengabdian masyarakat, agar tepat sasaran dan memudahkan proses pengajuan proposal.

"Namun tidak semua perguruan tinggi yang diberi penugasan, perlu kajian dan pemetaan untuk bisa melakukannya," ujar Ocky Karna Radjasa seraya menjelaskan 2/3 dari anggaran Kemenristekdikti adalah untuk penelitian dan pengabdian.

Untuk itu kreatifitas proposal harus ditingkat, rinovasi seni kreatif dan rekam jejak atau track record harus dijaga karena pemerintah serius meningkatkan dan memajukan kebudayaan nasional menyambut Era Revolusi 4.0. (h/pis)

 

loading...
Reporter : APIS /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]