Duh..! RI Kebanjiran Impor Produk China


Selasa, 17 Desember 2019 - 08:34:24 WIB
Duh..! RI Kebanjiran Impor Produk China Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia di November 2019 mencapai US$ 15,34 miliar. Angka itu turun 9,24% dibanding November 2018. Sementara dibandingkan dengan Oktober 2019, impor bulan ini naik tipis 3,94%.

Angka impor US$ 15,34 miliar itu terdiri dari impor migas sebesar US$ 2,13 miliar dan non migas sebesar US$ 13,2 miliar.

Impor migas di November 2019 tercatat naik 21,6% dari posisi Oktober 2019 sebesar US$ 1,75 miliar. Meskipun dibandingkan dengan posisi November 2018, angka itu turun 25,55% dari US$ 2,86 miliar.

Sementara dibandingkan dengan Oktober 2019, impor bulan ini naik tipis 3,94%.

Angka impor US$ 15,34 miliar itu terdiri dari impor migas sebesar US$ 2,13 miliar dan non migas sebesar US$ 13,2 miliar.

Impor migas di November 2019 tercatat naik 21,6% dari posisi Oktober 2019 sebesar US$ 1,75 miliar. Meskipun dibandingkan dengan posisi November 2018, angka itu turun 25,55% dari US$ 2,86 miliar.
 
Sementara untuk impor non migas di November 2019 itu tercatat naik 1,55% dari Oktober 2019 sebesar US$ 13,0 miliar. Meskipun jika dibandingkan November 2018 turun 5,91% dari US$ 14,03 miliar.

Dari total impor non migas itu masih paling besar berasal dari China. Pada November 2019 nilai impor China mencapai US$ 4,2 miliar. Sementara negara kedua yang menjadi sumber barang impor RI adalah Jepang sebesar US$ 1,23 miliar.

Impor produk dari China masih didominasi oleh produk-produk mesin dan peralatan mekanis mencapai US$ 1 miliar dan yang kedua adalah besi dan baja yang nilainya mencapai US$ 908 juta.

Namun jika diperhatikan peningkatannya di November 2019 paling besar terjadi di sektor buah-buah yang naik 48,8% jika dibandingkan Oktober 2019. Bahkan jika dibandingkan dengan November 2018 nilainya naik 109,47%.

"Beberapa barang jenis konsumsi yang naik di November antara lain buah-buahan seperti apel dan jeruk mandarin dari China. Itu yang menyebabkan barang konsumsi mengalami kenaikan," kata Kepala BPS Suhariyanto.

Menurut data BPS angka impor apel di November 2019 mencapai US$ 56,16 juta. Angka itu naik 120,98% jika dibandingkan impor apel di Oktober US$ 25,41 juta.

Untuk produk jeruk mandarin impor di November mencapai US$ 12,8 juta. Angka itu naik 190% jika dibandingkan posisi Oktober 2019 sebesar US$ 4,4 juta.(*)
 

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 05 Maret 2020 - 19:41:16 WIB

    Waduh..! Kartu Prakerja Gagal Dirilis

    Waduh..! Kartu Prakerja Gagal Dirilis JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program kartu prakerja belum bisa dirilis di tiga kota pada awal Maret ini. Sebab, peraturan presiden (perpres) terkait belum dit.
  • Kamis, 05 Maret 2020 - 18:19:42 WIB

    Duh..! Jajanan Isi Kacang Hijau Ini Bikin Netizen Mikir Jorok

    Duh..! Jajanan Isi Kacang Hijau Ini Bikin Netizen Mikir Jorok JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Saking uniknya ragam kuliner Indonesia, ada saja makanan yang punya nama nyeleneh. Seperti jajanan di Malang yang disebut 'kontol kambing'..
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 08:23:57 WIB

    Waduh..! Honda Jazz Bakal Pensiun di Indonesia?

    Waduh..! Honda Jazz Bakal Pensiun di Indonesia? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ada kemungkinan nama Jazz, hatchback Honda yang dijual di Indonesia sejak 2003, bakal lenyap. Spekulasi ini muncul sebab sekarang generasi baru Fit, nama lain Jazz di Jepang, dinilai tak cocok buat.
  • Rabu, 26 Februari 2020 - 12:37:44 WIB

    Waduh..! 4 Hari Libas Rupiah, Dolar Singapura Dekati Rp10.000

    Waduh..! 4 Hari Libas Rupiah, Dolar Singapura Dekati Rp10.000 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Nilai tukar dolar Singapura kembali menguat melawan rupiah pada perdagangan Rabu (26/2/2020), dan mendekati level Rp 10.000/SG$..
  • Selasa, 25 Februari 2020 - 15:07:47 WIB

    Waduh..! Ekspor Ikan Hias Makin Turun

    Waduh..! Ekspor Ikan Hias Makin Turun BOGOR, HARIANHALUAN.COM -- Wilayah Bogor merupakan salah satu sentra produksi budidaya ikan hias yang mencakup 607 Rumah Tangga Perikanan (RTP) bidang usaha. Produksi budidaya ikan hias Bogor meningkat dari 242,52 juta ekor p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]