Pertunjukan Malin Nan Kondang Sukses Tuai Apresiasi


Rabu, 18 Desember 2019 - 21:03:44 WIB
Pertunjukan Malin Nan Kondang Sukses Tuai Apresiasi Pertunjukan Malin Nan Kondang di ISI Padang Panjang. foto APIZRAJOALAM

PADANG PANJANG,HARIANHALUAN.COM-Pertunjukan karya seni opera berjudul Malin Nan Kondang sukses menuai apresiasi disetiap pertunjukannya. Karya tersebut merupakan suatu hasil penelitian penugasan konsorsium seni Dr. Iswandi yang terlibat langsung sebagai ketua penelitian dan produser karya dengan judul Penciptaan Seni Opera Minang Kabau (Malin Nan Kondang) sebagai alih wahana dalam konteks industri kreatif.

Karya yang berdurasi 55 menit ini mengisahkan tentang tokoh Malin yang sukses di rantau dan menjadi kaya raya. Karena kesetiaan Malin kepada kekasihnya yang bernama Nilam, Malin tidak mencari jodoh diperantauan, melainkan ingin kembali ke kampung halaman untuk memperinstri Nilam. 

Sayangnya niat baik ini tidak direstui oleh Ibunda Malin, karena menurutnya Malin telah memiliki derajat tinggi dan seharusnya menikahi wanita yang memiliki derajat yang sama. Malin tidak setuju dengan ibunya dan lebih memilih untuk mempertahankan hubungannya dengan Nilam. Setelah mengetahui bahwa Nilam telah sangat menderita demi mempertahankan kesetiaannya kepada Malin, akhirnya sang Ibu menyadari kekhilafannya dan memutuskan untuk merestui hubungan Malin dan Nilam. 

Ketua peneliti sekaligus produser opera Malin Nan Kondang Dr. Iswandi saat dijumpai Haluan di ISI Padang Panjang mengatakan, opera merupakan pertunjukan seni (drama/theater, musik dan tari). Dalam opera semuanya saling mendukung dalam penciptaan suatu karya seni.

"Dalam pertunjukan ini, semua berangkat dari budaya Minangkabau, mulai dari musik, tari dan randai Minangkabau. Karya ini telah ditampilkan pada kegiatan Dies ISI Padang Panjang, dan sebelumnya juga pernah tampil pada Asean- China Theater Week di Naning China pada bulan September 2019 lalu," tutur Dr. Iswandi.

 

Dijelaskan Dr. Iswandi, Malin Nan Kondang merupakan tafsir ulang atas cerita rakyat Malin Kundang yang sangat populer di tanah air. Malin Nan Kondang mencoba memaknai cerita rakyat Malin Kundang tersebut dalam arti yang keluar meinstream. Jika di malin kundang, tokoh Malin menjadi ikon kedurhakaan atau ikon kedunguan, maka dalam cerita malin nan kondang, karakter dihadirkan sebaliknya, Malin menjadi tokoh peneguh cinta kasih sejati yang mengukur cinta kasih tersebut tidak dalam ukuran materi, tidak dalam ukuran status, juga tidak dalam ukuran track masa lalu, tapi cinta adalah keiklasan dan kesetaraan yang permanen.

"Pertunjukan ini mengisahkan perjalanan tokoh Malin yg akhirnya kembali pulang kampung, setelah sukses di perantauan. Tujuannya hanya satu bersatu dgn orang-orang yang dicintai, yakni mandeh dan kekasihnya nilam. Sayang sekali, setibanya di kampung halaman, Malin harus 'melawan' Mandehnya yang tidak menghendaki hubungan Malin dan Nilam diteruskan. Rupanya, status Mandeh dan Malin yang telah menjadi orang kaya baru telah membuat mandehnya berubah dan menganggap Nilam bukan perempuan yg setara dgn status Malin," terangnya Dr. Iswandi.

 

Dikatakannya, dalam pembuatan karya seni pertunjukan yang ide ceritanya berasal dari Rektor ISI Padang Panjang Prof. Novesar Jamarun tersebut melibatkan beberapa anggota peneliti dan penulis naskah yakni Edi Suisno, Dr. RM Pramutomo dari ISI Surakarta, Dr. Lili Siparli dari ISBI Bandung.

Karya ini disutradarai oleh Wenhendri dan melibatkan koreografer Yesriva Nursyam, Komposer Alfalah, pemeran / Aktor Firdaus,Anggi Hamdi Putra, aktris Sri Rahayu, Resa Hamdani, serta penari oleh Veli Wulandari, Putri Desilfa, Rahmad Elfi Julianto.Untuk pengisi musik, lanjut Dr. Iswandi, melibatkan Mustika Utari Agustin, Yoga Ardiyanto, Vindo Alhamda Putra, Anisa Tulutfiah.

Karya tersebut merupakan karya penelitian Dr. Iswandi di tahun pertama dari tiga tahun yang direncanakan dan didukung oleh mahasiswa dan Dosen Isi Padang Panjang. (h/pis)

loading...
Reporter : APIZRAJOALAM /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 25 Februari 2018 - 21:34:46 WIB
    1000Sumbart 3 AM Studio Session

    Pertunjukan Musik Pertama di Dalam Studio dan Direkam

    Pertunjukan Musik Pertama di Dalam Studio dan Direkam PADANG, HARIANHALUAN.COM--Mengadakan pertunjukan musik di kafe, sekolah, kampus dan lapangan terbuka (outdoor) mungkin hal yang biasa ditemui. Tapi bagaimana acara musik yang menggabungkan berbagai seni diadakan di dalam .
  • Rabu, 13 April 2016 - 02:24:44 WIB
    Malam Ini di Pendopo FBS UNP

    SCO Tampilkan Pertunjukan 14 Repertoar Populer

    SCO Tampilkan Pertunjukan 14 Repertoar Populer Seruni Chamber Orchestra (SCO), malam ini Rabu (13/4), akan menyuguhkan beberapa pertunjukan repertoar populer yang diaransemen ulang oleh dosen dan mahasiswa sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UN.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]