Utang Pemerintah Disebut Kurang Banyak, Kok Bisa?


Jumat, 20 Desember 2019 - 15:44:42 WIB
Utang Pemerintah Disebut Kurang Banyak, Kok Bisa? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah utang pemerintah sebanyak Rp 4.814,31 triliun per November 2019. Angka itu meningkat Rp 58,18 triliun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 4.756,13 triliun.

Bertambahnya uang pemerintah juga membuat rasio terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat menjadi 30,03%. Namun, Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah justru menilai utang pemerintah masih kurang banyak.

Sebagaimana diatur oleh UU 17/2013 tentang Keuangan Negara. Batas maksimal utang pemerintah adalah sebesar 60% dari PDB. Sedangkan saat ini baru mencapai 30,03% sehingga terbilang masih aman.

"Maksud saya utangnya kurang, utangnya kurang banyak. Gini, kita punya utang, tiap tahun nggak kaya-kaya, utangnya kurang banyak untuk perekonomian," kata Piter saat dihubungi detikcom, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Menurut Piter, utang bisa menjadi stimulus perekonomian nasional. Dengan utang, pemerintah bisa memanfaatkannya sebagai modal meningkatkan produktivitas tanah air. Salah satunya membangun infrastruktur.

Dengan membangun infrastruktur, maka perekonomian Indonesia bisa berputar lebih kencang. Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat. Pasalnya, setiap ada pembangunan maka tercipta lapangan pekerjaan dan menjadi sumber perekonomian baru.

Pemerintah, kata Piter masih bisa menarik utang lebih banyak seiring APBN yang diputuskan defisit. Di mana jumlah belanja lebih besar dibandingkan penerimaan. Jika defisit anggaran mengecil, maka pemerintah akan meningkatkan penerimaan pajak.

"Karena perekonomian kita itu di drive oleh konsumsi, konsumsi kalau duitnya ada, kalau pajak dikurangi maka uang yang bisa dikonsumsikan itu semakin besar, minat orang berkonsumsi lebih besar, perekonomian bergerak lebih lancar, inilah yang disebut stimulus fiskal," jelas dia.

Oleh karena itu, Piter menganggap utang pemerintah yang terus bertambah tidak menjadi persoalan besar selama dimanfaatkan untuk sektor produktif.

"Karena utang itu diperlukan untuk meningkatkan produktifitas, kalau kita punya aset besar yang tidak bisa kita manfaat karena modal nggak apa-apa kita utang untuk modal," ungkap dia.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 17 September 2020 - 13:02:49 WIB

    Indonesia Tak Bisa Melulu Berhutang, Ini yang harus Dilakukan!

    Indonesia Tak Bisa Melulu Berhutang, Ini yang harus Dilakukan! HARIANHALUAN.COM - Indonesia sebagai negara berkembang tidak bisa hanya terus mengandalkan dari utang saja. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani mengatakan, Indonesia sebagai negara ber.
  • Kamis, 03 September 2020 - 10:01:53 WIB

    Ngeri! Begini Kondisi Utang Pemerintah RI Versi Ekonom Senior Didik J. Rachbini

    Ngeri! Begini Kondisi Utang Pemerintah RI Versi Ekonom Senior Didik J. Rachbini HARIANHALUAN.COM - Pemerintah memberlakukan kebijakan fiskal yang ekspansif untuk penanganan Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Melalui Perpres Nomor 72 Tahun 2020 tentang perubahan kedua APBN 2020, outloo.
  • Rabu, 02 September 2020 - 22:54:51 WIB

    Utang di Periode Jokowi Lebih Banyak 300 Persen Dibanding Zaman SBY

    Utang di Periode Jokowi Lebih Banyak 300 Persen Dibanding Zaman SBY HARIANHALUAN.COM - Ekonom senior Indef Didik J Rachbini menyoroti jumlah utang di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditaksir meningkat lebih tinggi dibandingkan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Didik menilai penerbi.
  • Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:44:50 WIB

    Waduh, Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp5.435 Triliun

    Waduh, Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp5.435 Triliun HARIANHALUAN.COM - Secara nominal, posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang Pemerintah per akhir Juli 2020 ber.
  • Kamis, 27 Agustus 2020 - 07:33:35 WIB

    Ketika APBN Defisit, Pemerintah Tarik Utang Baru Rp519 Triliun

    Ketika APBN Defisit, Pemerintah Tarik Utang Baru Rp519 Triliun HARIANHALUAN.COM - Utang baru pemerintah makin bertambah, yakni mencapai Rp519,2 triliun. Jumlah utang baru tersebut naik 118 persen secara year on year (yoy). Di tengah membengkaknya utang pemerintah, defisit APBN 2020 juga .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]