Terdampak Banjir Bandang, Ponpes Bahrul Ulum Padang Alai Liburkan Santri


Jumat, 20 Desember 2019 - 17:30:08 WIB
Terdampak Banjir Bandang, Ponpes Bahrul Ulum Padang Alai Liburkan Santri Banjir bandang yang menghantam Ponpes Bahrul Ulum, Padang Alai.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Padang Alai, Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman untuk sementara meliburkan santri pasca banjir bandang menghantam wilayah tersebut, Kamis (19/12) malam. 

Pimpinan Ponpes Bahrul Ulum Padang Alai, Ustadz Madri Warman kepada harianhaluan.com, Jumat (20/12) mengatakan, proses belajar mengajar (PBM) di pesantren tersebut terpaksa dihentikan karena kondisi ponpes tidak memungkinkan. "Otomatis, seluruh santri kita pulangkan ke rumahnya masing-masing. Mengingat dan menimbang keselamatan jiwa mereka lebih penting dan paling utama," katanya.

Menurut Madri, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan para santrinya itu diliburkan. Ditambah lagi, kata dia, kondisi pesantren yang mengalami rusak ringan usai diterjang banjir bandang.  "216 santri terpaksa kita liburkan, belum tentu sampai kapan. Kita mau bersih bersih dulu. Banyak tumpukan material pasir dan kayu kayu menutup akses ke Ponpes," katanya. 

Madri menceritakan, bahwa kondisi pada malam kejadian itu sangat mencekam. Para santri yang sedang beristirahat di dalam pondok dibuat histeris. Ditambah pula sejumlah pondok ambruk diterjang banjir bandang. "Air pun seketika membesar lalu menggenangi area pesantren, disertai material pasir dan potongan kayu berukuran besar. Makin lama, semakin deras. Dari aras bukit terdengar pula suara gemuruh," ujarnya. 

Madri bersama sejumlah warga lainnya masih merasa was-was. Mereka khawatir banjir bandang susulan bakal terjadi lagi melanda kampung mereka lagi. Ditambah pula, jika hujan masih terus mengguyur kawasan tersebut. "Kami masih was was lah. jika hujan terus turun, tak bisa dipungkiri banjir  susulan yang lebih parah akan menghantam area Ponpes dan komplek BWSS V ini," tandasnya. 

Salah seorang warga, Akbar (42) menuturkan, bahwa penyebab banjir bandang akibat perambahan hutan lindung di atas perkampungan tersebut. Oleh warga, hutan yang sudah digunduli itu pun dijadikan ladang. "Lihat saja, hutan diatas bukit itu sudah gundul. Praktik ini sudah lama berlangsung. Lahan yang sudah gundul ditanami jagung. Dan, sekarang ditanami serai wangi," katanya. (*)

loading...
Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]