Empat Cara Mengamati Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 Mendatang


Ahad, 22 Desember 2019 - 11:02:35 WIB
Empat Cara Mengamati Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 Mendatang Ilustrasi

SAINS, HARIANHALUAN.COM - Gerhana matahari cincin (GMC) akan melintasi wilayah Indonesia pada tanggal 26 Desember 2019 dan dapat disaksikan lewat beberapa wilayah seperti Kabupaten Siak dan Riau. Dilansir dari laman gerhanaindonesia.id, poin terpenting untuk mengamati gerhana matahari cincin adalah dengan tidak melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang dan secara langsung.

Menurut mereka, intensitas cahaya matahari yang sangat kuat dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan. Berikut beberapa cara atau peralatan yang dapat digunakan untuk mengamati GMC dengan aman:

Gunakan Kamera Pinhole (kamera lubang jarum)

Kamera lubang jarum atau pinhole dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang sederhana. Terdapat banyak tutorial dari internet untuk membuat kamera lubang jarum dengan berbagai variasi bentuk. 

Gunakan Kacamata Matahari

Kacamata Matahari bukanlah kacamata hitam biasa, melainkan kacamata dengan lensa khusus yang dirancang untuk menghalangi sebagian besar cahaya Matahari.

Gunakan Binokular atau teleskop

Konsep dan prinsip penggunaan binokular sebenarnya sama dengan kamera lubang jarum. Perbedaannya adalah, citra Matahari diproyeksikan melalui lensa pembesar, bukan “lubang jarum”.

Penggunaan binokular atau teleskop akan dapat menghasilkan proyeksi gerhana yang lebih besar dan tajam dibanding kamera lubang jarum. Binokular dapat dipasangkan ke tripod agar dapat berdiri dengan stabil, lalu diarahkan ke Matahari.

Perlu diingat, jangan pernah melihat melalui eyepiece secara langsung, kecuali terpasang filter khusus Matahari di depan cermin atau lensa objektif

Gunakan Kamera DSLR

Saat pengamatan, jangan langsung arahkan lensa kamera ke Matahari, karena dapat merusak sensor kamera. Gunakanlah filter khusus Matahari untuk mengurangi intensitas cahaya yang diterima kamera. 

Untuk mendapatkan citra Matahari yang berukuran besar, gunakan lensa telephoto dengan panjang fokus 500-2.000 mm. Lensa standar 200 mm hanya akan menghasilkan citra Matahari yang berukuran kecil.

Sementara itu, untuk pengaturan awal, dapat menggunakan ISO 100, F/8,0 dan shutter speed 1/1.000. namun tentunya pengaturan ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan atau kondisi nantinya; intinya, gunakanlah ISO rendah dan shutter speed yang tinggi. Untuk fokus, lebih baik atur secara manual, dan agar kamera stabil, gunakanlah tripod.(*)

loading...
 Sumber : Republika /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 22:24:47 WIB

    Super Earth Baru Ditemukan, Bisa Jadi Opsi Tempat Tinggal Manusia

    Super Earth Baru Ditemukan, Bisa Jadi Opsi Tempat Tinggal Manusia HARIANHALUAN.COM - Baru-baru ini ilmuwan memberi kejutan dengan penemuan dua Super Earth baru yang berada tidak jauh dari Bumi. Diduga, Super Earth ini bisa menjadi tempat tinggal manusia. Pada dasarnya, dalam dunia astronomi.
  • Ahad, 26 April 2020 - 18:12:58 WIB

    Ini Dia Tempat Paling Berbahaya dalam Sejarah Bumi

    Ini Dia Tempat Paling Berbahaya dalam Sejarah Bumi SAINS, HARIANHALUAN.COM -- Ilmuwan baru saja menemukan tempat yang dianggap paling berbahaya dalam sejarah Bumi. Tempat tersebut berada di Sahara pada 100 juta tahun yang lalu. Dikutip dari SciTechDaily, Minggu (26/4/2020), t.
  • Sabtu, 11 April 2020 - 23:16:08 WIB

    Bikin Heboh! Ini Empat Fenomena Dentuman Misterius di Indonesia

    Bikin Heboh! Ini Empat Fenomena Dentuman Misterius di Indonesia SAINS, HARIANHALUAN.COM -- Suara dentuman misterius sempat membuat heboh beberapa wilayah Jabodetabek pada Sabtu subuh (11/4/2020). Namun fenomena ini bukan pertama terjadi. Awalnya banyak yang mengira dentuman ini berasal da.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]