Curhat Megawati: Saya Merasa Kesepian


Senin, 23 Desember 2019 - 08:23:40 WIB
Curhat Megawati: Saya Merasa Kesepian Megawati Soekarnoputri

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyoroti keterlibatan perempuan di dunia politik yang menurutnya masih sedikit. Karena itu, Megawati merasa kesepian.

"Menurut saya kalau ditanya, banyak kaum perempuan bertanya ke saya, 'Ibu kok bisa jadi presiden?' Karena berjuang. Banyak kaum perempuan seperti sekarang hebat-hebat, tapi saya merasa kesepian, banyak yang tidak mau masuk politik. Menurut mereka, masuk politik itu tabu, itu adalah tempatnya laki-laki," kata Megawati dalam acara 'Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju' di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Megawati mengatakan alasan perempuan cenderung enggan terjun ke dunia politik adalah bidang tersebut masih dianggap tabu untuk perempuan. Padahal, kata Megawati, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Padahal politik itu sebenarnya kalau kita mau tahu, kalau kita bicara, umpamanya kenapa harga cabai, bawang merah cenderung naik? Itu sebetulnya sudah berpolitik, nanti boleh ditanyakan ke Bu Sri Mulyani sebagai Menkeu kenapa hal itu bisa terjadi," ujar Megawati.

Ketum PDIP ini mengungkapkan kecenderungan perempuan enggan masuk politik dialaminya saat maju sebagai calon presiden. Kala itu, ujar Megawati, sesama perempuan dinilainya belum percaya diri bahwa presiden bisa dijabat dari kaum Hawa.

"Ketika saya tanding, saya sedihnya apa? Kaum perempuan berkata saya sebetulnya ingin menghendaki ibu untuk jadi presiden lagi, tetapi ada tetapinya. Lebih baik laki-laki yang jadi, coba bayangkan. Aduh, kaum saya sendiri masih belum punya percaya diri, padahal saya sudah jadi 1 kali, mau ke-2 kali, tapi begitulah," ucap Megawati.

Megawati menegaskan sama sekali tidak tabu jika perempuan terjun ke dunia politik. Meski saat ini keterwakilan perempuan belum mencapai 30 persen.

"Kenyataannya sampai hari ini capaian itu masih sangat sulit. Ada yang mengatakan baru mencapai 20 persen, meski ada kenaikan, tetapi bagi saya seorang wanita yang berkecimpung di politik, itu naik-turun, lalu kenapa? ini persoalan kita bersama," ujar Megawati.

Sebagaimana diketahui, karier Megawati tidak instan. Meski sebagai putri Proklamator Sukarno, Megawati mengawali karier dari bawah. Yaitu memulai dengan menjadi Ketua DPC PDI Jakarta Pusat pada 1986. Lima tahun setelahnya, Megawati menjadi Ketua Umum PDI.

Kemenangan Megawati tidak direstui pemerintah kala itu sehingga berbuntut panjang. Pemerintah mendongkel Megawati dan menempatkan Soerjadi di PDI pada 1996.

Setelah itu, perjuangan politik Megawati terus menghadapi tantangan dan ancaman rezim Orde Baru. Pascareformasi, Megawati mengubah nama partainya menjadi PDI Perjuangan. Di bawah kepemimpinannya, PDI Perjuangan memenangi Pemilu tiga kali, yaitu Pemilu 1999, Pemilu 2014, dan Pemilu 2019.(*)
 

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 16 September 2020 - 18:54:51 WIB

    Edhy Prabowo Dengarkan Curhat Istri-istri Nelayan, Ini Isinya

    Edhy Prabowo Dengarkan Curhat Istri-istri Nelayan, Ini Isinya HARIANHALUAN.COM - Tak hanya meninjau pemanfaatan pulau-pulau kecil terluar untuk investasi, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga menyerap aspirasi masyarakat di sana..
  • Senin, 29 Juni 2020 - 14:19:32 WIB

    Politikus PKS Sebut Presiden Tidak Boleh Mengeluh Apalagi Curhat

    Politikus PKS Sebut Presiden Tidak Boleh Mengeluh Apalagi Curhat HARIANHALUAN.COM - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta Presiden Joko Widodo memastikan perintahnya dilaksanakan oleh para menteri, bukan hanya marah-marah seakan pencitraan. Setelah 10 hari berl.
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 14:19:44 WIB

    Curhatan John Kei Saat di Penjara, Ada Bisikan Disuruh Bertobat

    Curhatan John Kei Saat di Penjara, Ada Bisikan Disuruh Bertobat HARIANHALUAN.COM – John Refra alias John Kei sempat menghirup udara bebas setelah dibui atas kasus pembunuhan Bos Sanex Steel, Tan Harry Tantono pada tahun 2012 dan divonis masa hukuman 16 tahun penjara. Namun pada Des.
  • Sabtu, 23 Mei 2020 - 15:28:02 WIB

    Curhat Pengubur Jenazah Covid: Kami Sudah Lelah

    Curhat Pengubur Jenazah Covid: Kami Sudah Lelah HARIANHALUAN.COM - Petugas palang hitam di TPU Jombang, Tangerang Selatan merasa sedih melihat masyarakat Indonesia yang tidak bisa menahan diri untuk berbelanja kebutuhan Lebaran ke pasar yang mengakibatkan kerumunan..
  • Senin, 11 Mei 2020 - 06:28:39 WIB

    Denda Bila Tak Bayarkan THR, Ini Curhat dari Pengusaha

    Denda Bila Tak Bayarkan THR, Ini Curhat dari Pengusaha Menjelang Lebaran, pembayaran tunjangan hari raya alias THR tahun ini jadi polemik. Pasalnya, pengusaha mengaku kesulitan membayar, sedangkan pemerintah menegaskan THR mesti dibayar, kalau tidak bakal kena sanksi. .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]