Petisi untuk Sri Mulyani: Berpikirlah Sebelum Bertindak


Selasa, 24 Desember 2019 - 17:50:09 WIB
Petisi untuk Sri Mulyani: Berpikirlah Sebelum Bertindak Sri Mulyani

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapatkan petisi karena kebijakannya menurunkan batas minimal barang impor yang terkena bea masuk dari US$75 menjadi US$3 atau Rp42 ribu sekali kirim. Petisi digalang oleh Irwan Gunthoro.

Melalui situs change.org, ia mengatakan petisi digalangnya karena kebijakan tersebut tidak adil bagi para perajin yang membutuhkan bahan baku dan masih perlu impor karena tidak ada di Indonesia. Selain itu, kebijakan tersebut juga berpotensi merugikan penjual importir kecil, supplier dropshiping online shop.

"Banyaknya penjual online shop, drop shipping terutama di kalangan masyarakat, yang mereka jual 80 persen barang impor. Jika impor dipersulit lagi maka berapa besar distributor mereka yang tutup dan menganggur," katanya seperti dikutip dari pernyataannya melalui situs tersebut, Selasa (24/12).


Kebijakan juga ia nilai bisa berdampak buruk pada kreativitas anak bangsa. Pasalnya, penerapan tarif bisa membuat anak bangsa kehilangan dukungan bahan baku yang mudah didapat dari negara lain.

"Masih banyak dampak lain dari penurunan nilai tersebut, Pikirlah sebelum bertindak," katanya.

Sebagai informasi, Sri Mulyani akan menurunkan ambang batas barang impor kiriman yang terkena bea masuk dari yang awalnya minimal US$75 menjadi US$3 atau Rp42 ribu. Direktur Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pembudi mengatakan penurunan tersebut dilakukan demi melindungi pelaku usaha dalam negeri dari serbuan barang impor.

"Ini menjawab tuntutan dari masyarakat pengusaha dan juga masyarakat umum, bahwa pemerintah harus melakukan perlindungan kepada pengusaha dalam negeri yang produksi barang-barang yang head to head (beradu) dengan barang kiriman," ucap Heru di Jakarta, Senin (23/12).

Heru mengungkapkan selama ini mayoritas impor barang kiriman yang tercatat pada dokumen pengiriman barang (CN) nilainya di bawah US$75 dolar AS yaitu sekitar 98,65 persen. Dari sisi nilai, barang-barang yang bebas bea masuk itu mendominasi sebesar 83,88 persen.

"Itulah kenapa pengusaha ini banyak berikan masukan kepada kami bahwa mereka sendiri dalam operasionalnya mereka merasakan persaingan yang ketat," ujarnya.

Tak hanya batas nilai barang impor, Kemenkeu juga merevisi ketentuan mengenai pengenaan pajak dalam rangka impor. Sebelumnya, impor barang kiriman dikenakan bea masuk sebesar 7,5 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen, dan PPh sebesar 10 hingga persen.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 Agustus 2020 - 06:22:57 WIB

    Ikuti Yuk, Kompetisi Fotografi Pertamina Berhadiah Rp 32,5 Juta

    Ikuti Yuk, Kompetisi Fotografi Pertamina Berhadiah Rp 32,5 Juta HARIANHALUAN.COM - Untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pertamina menggandeng Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar kompetisi foto bagi jurnalis foto di Indonesia. Tema ya.
  • Selasa, 18 Oktober 2016 - 01:20:58 WIB

    CHIP Gelar Kompetisi Permainan Lempar Panah

    CHIP Gelar Kompetisi Permainan Lempar Panah PADANG, HALUAN — Chris­­tine Hakim Idea Park (CHIP) berencana meng­gelar kompetisi permainan lempar panah (dart) pada 14 No­vember. Direktur CHIP, Ri­chard mengatakan, pi­haknya mengadakan kom­­petisi itu untuk mem.
  • Sabtu, 25 Juni 2016 - 06:38:05 WIB

    CIMB Niaga Gelar Kompetisi Menulis

    CIMB Niaga Gelar Kompetisi Menulis JAKARTA, HALUAN — ‘The Color Run presented by CIMB Niaga’ akan kembali digelar di Jakarta pada 7 Agustus 2016. Kali ini, awak media diundang untuk turut berlari dan mewartakan‘The Color Run presented by CIMB Niaga’ .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]