Pindahkan Alat Berat Tambang Ilegal, Warga Sariak Alahan Tigo Solok Tewas Tersengat Listrik


Rabu, 25 Desember 2019 - 16:17:45 WIB
Pindahkan Alat Berat Tambang Ilegal, Warga Sariak Alahan Tigo Solok Tewas Tersengat Listrik Ilustrasi

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM — Seorang pemuda warga Jorong Sariak Bawah Nagari Sariak Alahan Tigo Kec. Hiliran Gumanti Kab Solok tewas akibat tersengat listrik tegangan tinggi di Jorong Sungai Batarak nagari Sungai Abu Kec. Hiliran Gumanti, Sabtu (21/12) malam.

Informasi nan dihimpun haluan.com dari masyarakat setempat, peristiwa naas tersebut terjadi saat korban yang diketahui bernama Safria Danil (24) membantu melansir alat berat jenis eksavator dari Nagari Sungai Abu ke Nagari Talang Babungo sekira pukul 23.00 WIB. Namun sampai Rimbotae di jorong Sungai Batarak, perjalanan alat berat terhenti lantaran terhambat oleh kabel jaringan tegangan tinggi (sutet) yang melintasi kawasn tersebut.

Korban kemudian berusaha membantu mengisolasi jaringan tegangan tinggi tersebut dengan sebatang bambu, agar tak menyentuh bagian alat berat yang terbuat dari baja tersebut. Namun na’as, korban malah tersengat listrik sehingga meregang nyawa di lokasi tersebut.

Panik dengan kejadian itu, pemilik alat berat kemudian langsung membawa korban ke puskesmas Talang Babungo untuk mendapatkan pertolongan, tanpa memberitahu pihak keluarga korban. Meski untuk menuju ke puskesmas, mesti melewati rumah korban terlebih dahulu.

Kejadian tersebut langsung menyulut reaksi warga nagari Sariak Alahan Tigo yang curiga dengan aktivitas yang dilakukan pemilik eskavator. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Hiliran Gumanti dengan laporan nomor : LP/06/XII/2019/Spkt-Polsek tanggal 22 Desember 2019.

“Kami minta petugas Polsek Hiliran Gumanti agar mengusut tuntas persoalan ini yang telah mengakibatkan nyawa warga kami melayang,” kata ketua Perantau Sariak Sungai Abu (Pessas) Wilayah Sumbar Zulkifli menjawab Haluan melalui telephon selulernya, Senin (23/12).

Alat Berat Untuk Tambang Ilegal

Zulkifli mengungkapkan, Alat berat Exapator tersebut sebelumnya datang ke nagari Sungai Abu pada tanggal 18 Desember 2019 sebanyak 2 unit. Namun lantaran tak memiliki izin dan pemilik alat tak bisa menjelaskan dengan pasti tujuan keberadaan alat tersebut, Para tokoh masyarakat setempat kemudian berembuk dan memutuskan untuk mengusir alat berat tersebut dan keluar dari kawasan nagari Sungai Abu.

“Kami menduga, alat berat tersebut akan dipakai untuk tambang emas ilegal yang akan merusak lingkungan di nagari kami. Makanya hasil musyawarah memutuskan untuk meminta pemiliknya membawa alat tersebut keluar dari kawasan nagari Sungai Abu,” terangnya.

Namun naas, dalam perjalanan tersebut, Safria danil yang membantu pemindahan alat tersebut tersengat listrik hingga meregang nyawa. “Kami ingin persoalan ini diusut sampai tuntas dan ditindak tegas. Karena saat ini, sepanjang aliran Batang Gumanti banyak bertebaran alat berat yang melakukan aktivitas penambangan ilegal.” Bebernya.

Menanggapi persoalan itu, Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan S.Ik melalui Kapolsek Hiliran Gumanti Iptu Iwan Ariadi membenarkan kejadian tersebut. Masuknya alat berat itu diduga terkait ilegal minning di daerah itu. Pihaknya baru mengetahui keberadaan alat berat tersebut setelah mendapat laporan dari masyarakat. “Mereka masuk ke wilayah Hiliran Gumanti seperti maling. Kami tahu setelah dapat telpon dari masyarakat bahwa ada alat berat yang melintasi wilayah kami,” ujar Iwan melalui telphonnya.

Sempat main kucing-kucingan dengan petugas, alat berat tersebut akhirnya berhasil ditemukan setelah sempat disembunyikan di dalam hutan belantara. Sementara pemilik dan operatornya sudah kabur dari lokasi.

“Alat tersebut sekarang sudah dipasangi garis polisi. Karena kapolres memerintahkan untuk menangkap alat berat tersebut. Namun kami terkendala, upaya evakuasi alat berat tersebut karena eksavator tersebut jenis terbaru. Sementara kami tidak punya tenaga yang bisa mengoperasikannya,” ujarnya.

Sementara terkait kasus yang menyebabkan kematian seorang warga tersebut, pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. “Dugaan sementara kasus ini murni kelalaian yang menyebabkan kematian. Petugas kami terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” ucapnya. (h/ndi)

 

loading...
Reporter : WANDI MALIN /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]