H Muh.Noer Arrasuli Generasi Terakhir Syekh Sulaiman Arrasuli, Pendiri MTI Canduang


Kamis, 26 Desember 2019 - 20:23:11 WIB
  H Muh.Noer Arrasuli  Generasi Terakhir Syekh Sulaiman Arrasuli, Pendiri MTI Canduang H.Muh.Noer Arrasuli (foto dok pon)

AGAM,HARIANHALUAN.COM- H.Muh.Noer Arrasuli (90), salah seorang anak Syekh Sulaiman Arrasuli,pendiri Madrasah Tarbiyah Islamiah (MTI) Canduang, Agam,dan sempat meneruskan usaha ayahnya, meninggal dunia Minggu (22/12) lalu di Jakarta.
 

Setelah pensiun dari Departemen  Agama (waktu itu), M.Noor Roosly menurut Rita Noor, salah seorang anaknya, walau tidak lansung ikut mengelola, karena merasa ikut bertanggungjawab untuk terus menjaga warisan dari ayahnya, sering bolak-balik dari Jakarta, tempat tinggal ke Canduang.

"Papa waktu itu sering melihat langsung, berkonsultasi sampai.memberikan masukan kepada pimpinan pondok agar salah satu madrasah tertua, didirikan tahun 1908, tetap menjaga eksistensinya sebagai pendidikan agama yang telah banyak melahirkan lulusan berhasil di bidang, bahkan sampai ke negara tetangga", tambah Rita.

Ketika merasa sudah benar-benar siap, H.Muh.Noer Arrasuli juga bahkan sempat menjadi Kepala Madrasah. Namun menurut Rita, karena kondisi kesehatan yang kian menurun, setelah empat tahun kemudian, jabatan itu akhirnya diserahkan kepada kemenakannya DR.Syukri Iska MA

Rita menambahkan, dalam kondisi sakit yang cukup lama diidap papanya, pikiran dan perhatian beliau tidak pernah lepas dari MTI Canduang.

"Beliau sering bertanya tentang madrasah peninggalan ayah beliau tersebut," kenang Rita.

Dengan meninggalnya H.M.Noor Roosly, berarti itulah generasi langsung dari pendiri MTI  Canduang, sampai kini masih tetap mampu melaksanakan pendidikan dengan sistim pondok pesantren dan diminati oleh santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai Dari Surau
Sebagai seorang ulama yang merasa bertanggungjawab mengembangkan agama Islam, Sjech Sulaiman Arrasooly, tahun 1908 sudah mengajarkan membaca Alquran dengan sistim Halaqah di surau Baru kepada masyarakat Canduang dan sekitarnya.
Karena peminatnya bertambah banyak, bahkan berdatangan dari luar daerah, Sjech Soelaiman Arrasooly bertemu dengan ulama lain Sjech Djamil Djambek, Sjech Abbas serta Demang Bukittingg.Dt.Batuah.

Dari pertemuan disimpulkan perlunya menyatukan sekolah atau surau di daerah ini. Kemudian ulama dan demang tersebut sepakat pula untuk membuat sebuah sekolah agama lebih modern yang menyaingi sekolah pemerintah berupa Madrasah atau Pondok Pesantren.

Maka dari sinilah berdirilah Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang yang ternyata mendapat sambutan luas sampai ke berbagai daerah bahkan sampai ke semanjung Malaya dan Muangthai .

Dari salah satu madrasah atau pondok pesantren ini, yang telah meluluskan puluhan ribu santri, tidak hanya berhasil sebagai ulama dan bidang lain termasuk di pemerintahan.

Sepeninggalnya ulama kharismatik tersebut, MTI Canduang pengelolaannya oleh anak-anak beliau, termasuk H Muh.Noer Arrasuli. (rel)

loading...
 Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]