Geger! Aktivis Anti Korupsi Diduga Memerkosa  Dua Perempuan


Jumat, 27 Desember 2019 - 19:28:36 WIB
Geger! Aktivis Anti Korupsi Diduga Memerkosa  Dua Perempuan Foto: Tangkapan layar. (dok. detik.com)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Dunia jagad maya  digegerkan  oleh cuitan  tentang salah satu aktivis  pegiat anti korupsi  disebut telah melakukan pemerkosaan.

Cuitan secara gamblang disampaikan oleh akun twitter @sesenggukkan. Dalam twitnya disebutkan jika pelaku pemerkosaan adalah oknum aktivis Malang Corruption Watch (MCW), Jumat (27/12/2019).

Tak berhenti di situ, dalam cuitan berikutnya, akun tersebut mem-posting pernyataan sikap bersama yang dibuat pada 26 Desember 2019. 
Pernyataan sikap itu meminta ada pemecatan dan sanksi bagi pelaku, sekaligus menuntut gerakan anti korupsi bersih dari predator seksual.

Di dalam pernyataan sikap itu tertulis bahwa aktivis anti korupsi tersebut telah memerkosa dua perempuan, yang disebut X dan Y.
Disampaikan pula, perlu adanya perlindungan bagi pendamping yang tengah memberikan advokasi terhadap korban.

Tekait masalah itu,  Koordinator Badan Pekerja MCW M Fahrudin mengatakan pihaknya tengah melakukan investigasi terkait persoalan itu agar mendapatkan informasi yang valid untuk landasan pengambilan sikap.

"Kami sudah keluarkan sikap resmi secara lembaga, sebagai bentuk klarifikasi. Bahwa pertama, kami bersepakat, kekerasan seksual menjadi musuh bersama. Tapi jangan kemudian menghilangkan proses-proses atau syarat-syarat yang itu kemudian punya implikasi persoalan hukum, itu kan berbahaya," ujar Fahrudin dalam jumpa pers, Jumat (27/12/2019).

"Kedua, sampai hari ini, kami MCW melakukan upaya untuk melakukan pendalaman terhadap informasi-informasi yang berkembang. Baik itu informasi yang bersumber dari mereka yang mengaku sebagai pendamping, dan bersumber dari terduga pelaku dan bahkan kami mencoba untuk berkomunikasi dengan dengan pihak korban," sambungnya.

Fahrudin menambahkan dari penggalian keterangan pada sejumlah pihak tersebut diharapkan bisa mendapatkan informasi yang valid terhadap persoalan ini.

"Sehingga duduk perkaranya jelas, dan bisa menjadi pijakan lembaga untuk mengambil sikap terhadap terduga pelaku. Karena kami mengedepankan azas praduga tak bersalah," kata Fahrudin. (*) 

loading...
 Sumber : Detik.Com /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]