Wah! Penyiram Novel dengan Air Keras Dikenakan Pasal Pengeroyokan  dan Penganiyaan


Ahad, 29 Desember 2019 - 20:51:46 WIB
Wah! Penyiram Novel dengan Air Keras Dikenakan Pasal Pengeroyokan  dan Penganiyaan olisi menjerat dua polisi tersangka penyiram air keras terhadap Novel Baswedan dengan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan. (ANTARA FOTO/Abdul Wahab)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Dua tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dijerat  dengan pasal pengeroyokan dan penganiayaan. 

"Iya betul, pasal 170 KUHP subsider 351 ayat 2 KUHP," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Minggu (29/12).

Pasal 170 KUHP merupakan pasal tentang perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

Keduanya saat ini sedang menjalani masa penahanan untuk 20 hari ke depan.

Dua tersangka telah dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri, Sabtu (28/12) sekitar pukul 14.26 WIB.

Saat itu dua polisi aktif tersebut tak mengutarakan apapun. Hanya saja tiba-tiba salah seorang di antaranya sempat menyeru dengan nada tinggi.

"Tolong dicatat. Saya tidak suka Novel karena dia pengkhianat," kata tersangka berinisial RB setengah berteriak sebelum memasuki mobil.

Novel sendiri berpendapat terdapat hal yang aneh dalam penangkapan tersebut.

"Saya seharusnya mengapresiasi kerja Polri, tapi keterlaluan bila disebut penyerangan hanya sebagai dendam pribadi sendiri dan tidak terkait dengan hal lain, apakah itu tidak lucu dan aneh?" ujar Novel, seperti dikutip dari Antara.

Tim Advokasi Novel Baswedan dalam pernyataan tertulisnya mengatakan kepolisian harus mengungkap motif pelaku tiba-tiba menyerahkan diri, apabila benar bukan ditangkap.

Selanjutnya, menurut Tim Advokasi, harus dipastikan bahwa yang bersangkutan bukan orang yang 'pasang badan' untuk menutupi pelaku yang perannya lebih besar.

Penyiraman air keras kepada Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 lalu. Novel Baswedan disiram air keras ketika hendak pulang ke rumahnya usai menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading Jakarta.

Sejak saat itu, polisi melakukan penyelidikan dalam jangka waktu lama. Polisi membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan yang terdiri dari sejumlah elemen dari aktivis, tokoh masyarakat, hingga anggota Polri sendiri. (cnni)

loading...
 Sumber : Cnnindonesia.com /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 12 Maret 2020 - 16:34:34 WIB

    Wah! Dokter di Kendari Ini Digerebek Bareng Perawat di Mobil yang Goyang-goyang

    Wah! Dokter di Kendari Ini Digerebek Bareng Perawat di Mobil yang Goyang-goyang KENDARI, HARIANHALUAN.COM - Warga Kendari dihebohkan oleh video penggerebekan pria yang diduga berprofesi sebagai dokter bersama seorang perempuan di mobilnya di area parkir Bandara Haluoleo, Sulawesi Tenggara (Sultra). Laki-.
  • Selasa, 31 Desember 2019 - 10:04:18 WIB

    Wah! 38 ASN Pemprov Riau Positif Narkoba

    Wah! 38 ASN Pemprov Riau Positif Narkoba PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Sebanyak 38 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Riau, diberhentikan dari jabatannya alias nonjob oleh Gubernur Riau, H Syamsuar..
  • Senin, 30 Desember 2019 - 22:50:29 WIB

    Wah! China Langgar Kedaulatan RI di Perairan Natuna

    Wah! China Langgar Kedaulatan RI di Perairan Natuna JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-- Hasil rapat antarkementerian di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi terjadinya pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, termasuk kegiatan IUU fishing dan pelanggaran kedaulatan .
  • Sabtu, 28 Desember 2019 - 21:53:31 WIB

    Wah! Tersangka Penyerang Sebut Novel Baswedan Pengkhianat

    Wah! Tersangka Penyerang Sebut Novel Baswedan  Pengkhianat JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Saat dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri, Sabtu (28/12) sekitar pukul 14.26 WIB,tersangka penyerangan Novel Baswedan sempat menyebut Novel  pengkhianat..
  • Rabu, 25 Desember 2019 - 13:36:12 WIB

    Wah! Bunga Bangkai Terbesar di Dunia Diprediksi Mekar di Sumbar

    Wah! Bunga Bangkai Terbesar di Dunia Diprediksi Mekar di Sumbar LUBUKBASUNG, HALUAN — Balai Konservasi Sumber Daya Alam Resor Agam, Sumatra Barat memprediksi bunga raflesia jenis Arnoldii yang berada di Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjungraya bakal mekar dengan uku.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]