Lantik Wali Nagari Persiapan, Bupati IC: KAN Tidak Dimekarkan


Ahad, 29 Desember 2019 - 22:48:47 WIB
Lantik Wali Nagari Persiapan, Bupati IC: KAN Tidak Dimekarkan Bupati Indra Catri menyampaikan sambutan. (Humas DPRD)

AGAM,HARIANHALUAN.COM-Dipenghujung tahun, Bupati Agam, Dr.H. Indra Catri melantik tujuh orang Penjabat Wali Nagari Persiapan, hasil pemekaran dari Nagari Gadut dan Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang. 

Pelantikan dilaksanakan di halaman Kantor Camat Tilatang Kamang pada hari ini, Minggu (29/12).

Tujuh Penjabat Wali Nagari yang dilantik yaitu : Supri, Penjabat Wali Nagari Persiapan Gadut Barat; Dyni Herawati Fajriah, SE , Penjabat Wali Nagari Persiapan Gadut Timur; Yomendra, SH , Penjabat Wali Nagari Persiapan Aro Kandikia; Elida Fitriani DN, S.Sos , Penjabat wali Nagari Persiapan Koto Tangah Sidang Koto Laweh; Raflis, Penjabat Wali Nagari Persiapan Koto Tangah Koto Malintang; Zulfacri, Penjabat wali Nagari Persiapan Koto Tangah Tujuh Nagari; serta Nelmayeti, Penjabat Wali Nagari Persiapan Koto Tangah Lamo.

Acara pelantikan yang berlangsung khidman ini juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat Tilatang Kamang berserta Forkompinca, Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan masyarakat.

Bupati Indra Catri menyatakan, pelantikan yang dilaksanakan ini merupakan awal dari masa depan ketujuh nagari persiapan di Tilatang Kamang, prosesi ini jangan dianggap sebuah acara seremonial belaka”. 

“Ini adalah amanah dan tanggung jawab yang berat untuk dapat segera mempersiapkan nagari persiapan menjadi nagari defenitif”. Maka sudah satu keharusan amanah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai nilai agama, adat, dan budaya yang hidup ditengah-tengah masyarakat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku”, kata IC dalam sambutannya.

Indra Catri menambahkan, “sejatinya, nagari persiapan adalah bagian dari nagari induk yang bersanding dan dipersiapkan untuk menjadi satu nagari baru”. ” Proses ini dilaksanakan melalui pemekaran nagari, pemekaran nagari bukan untuk memisahkan masyarakat nagari, bukan pula memecah adat istiadat yang sudah hidup ditengah-tengah masyarakat nagari”. Pemekaran nagari hanya menyangkut wilayah administratif, bukan wilayah kesatuan hukum adat. Sehingga Kerapatan Adat Nagari yang terdapat dalam nagari Gadut dan Koto Tangah tidak ikut pula dimekarkan. “Adat tatap salingka nagari, pusako tatap salingka kaum”. Tegas bupati Agam yang telah menjabat dua periode ini.

Disampaikan lagi bahwa pemekaran nagari merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan daya saing nagari. Sehingga mampu mewujudkan nagari sebagai garda terdepan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat. Momen pemekaran nagari merupakan penegasan dari upaya kita semua untuk mewujudkan kondisi ideal, seperti, Mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan; Meningkatkan kualitas pelayanan publik; Mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat; dan Mempercepat proses pembangunan.

Tak tanggung-tanggung, Indra Catri juga menyampaikan bahwa keberhasilan mewujudkan nagari persiapan ini jangan dijadikan sebagai sebuah euforia. Masih panjang langkah yang harus dijalani untuk mewujudkan ketujuh nagari ini menjadi nagari definitif”.

 

Sosok Penjabat Walinagari Persiapan yang berkompeten, visioner, responsif, dan memahami adat istiadat yang berlaku di nagarinya, hal tersebut sangat diperlukan oleh seseorang pemimpin dalam mewujudkan nagari yang makmur kedepannya.

Pada kesempatan tersebut Indra catri juga mengingatkan kembali bahwa Agam adalah Nagari Bertuah. Agam memang tidak memiliki potensi minyak bumi, gas alam, batu bara, ataupun tambang emas yang melimpah. Tapi Agam memiliki sumber daya manusia yang cerdas. Agam sangat terkenal sebagai pusat industri otak, dari zaman dahulu sampai sekarang.

“Jangan sampai ada anak nagari yang putus atau tidak bersekolah, jangan sampai ada masayarakat nagari yang tidur berlantaikan tanah dan beratapkan langit, jangan sampai ada anak nagari yang kelaparan. Masyarakat agam harus menjadi masyarakat yang “utaknyo cadiak, badannyo sehat, imannyo taguah dan pitiahnyo banyakV” . Peran semua unsur masyarakat sangat menentukan keberlanjutan tradisi ini. Tutup Bupati Agam Indra Catri,(hms dprd)

loading...
Reporter : Yan /  Sumber : Humas DPRD Agam /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]