Gaji Per Jam Berdampak Positif, Begini Penjelasan Menperin


Senin, 30 Desember 2019 - 20:03:55 WIB
Gaji Per Jam Berdampak Positif, Begini Penjelasan Menperin Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Rencana penerapan skema pembayaran upah per jam dinilai membawa banyak dampak positif terhadap perekonomian dalam negeri bahkan bagi masyarakat. Selain dapat mendorong peningkatan investasi, skema pengupahan ini pun dianggap ampuh membawa dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.

Sebagaimana diketahui, rencana sistem upah kerja per jam ini bakal dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang kini tengah digodok.

"Skema upah per jam dalam Omnibus Law itu akan menggenjot investasi dan menumbuhkan lapangan kerja baru," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Senin (30/12/2019).

Menurut Agus, sistem upah yang dihitung per jam bukanlah hal yang baru dalam dunia tenaga kerja. Sebab, sejumlah negara sudah menggunakan skema tersebut.

Mengutip dari situs World Population Review, setidaknya ada 10 negara yang telah menerapkan skema serupa meliputi Luksemburg, Australia, Prancis, Selandia Baru, Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, Irlandia, dan Kanada.

Di sisi lain, Agus menjelaskan bahwa penerapan skema ini tidak dipukul rata terhadap seluruh sektor yang ada, melainkan hanya dikhususkan bagi sektor penunjang industri saja seperti sektor jasa dan perdagangan. Sedangkan, sektor industri akan tetap mengikuti pola gaji minimum bulanan.

"Jadi, penerapan gaji per jam ini untuk pekerja jasa dan pekerja paruh waktu. Misalnya konsultan. Skema pengupahan per jam sebenarnya sudah lumrah dilakukan di negara-negara maju," ungkapnya.

Agus menambahkan, skema pengupahan ini juga membuka kesempatan bagi perusahaan dalam memberikan fleksibilitas untuk menerapkan pengupahannya.

"Sebenarnya ini adalah opsi perusahaan maupun pekerja dalam menentukan cara kerja yang paling tepat untuk mereka," imbuhnya.

Lebih lanjut, Agus menerangkan bahwa alasan utama diterapkannya skema ini karena skema gaji tetap dianggap tak adil bagi beberapa pekerja. Di mana, pekerja yang masuk dengan jumlah hari yang berbeda tetap mendapatkan gaji yang sama. Sementara upah per jam yang akan diterapkan, memberi gaji sesuai dengan jam kerjanya.

"Oleh karena itu, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pekerja kita," ucapnya.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 15 September 2020 - 22:24:58 WIB

    Mencak-mencak Lagi! Kini Ahok Malah Sentil Peruri dan Bongkar Gaji

    Mencak-mencak Lagi! Kini Ahok Malah Sentil Peruri dan Bongkar Gaji HARIANHALUAN.COM - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kembali menjadi sorotan setelah video viral beredar yang menunjukkan dirinya mencak-mencak terhadap berbagai persoalan di BUMN. Ahok yang merupakan Komisaris Utama PT.
  • Senin, 14 September 2020 - 11:25:05 WIB

    Pegawai Kontrak Pemerintah Harap Bersabar, Aturan Gaji Tunggu Paraf Sri Mulyani

    Pegawai Kontrak Pemerintah Harap Bersabar, Aturan Gaji Tunggu Paraf Sri Mulyani HARIANHALUAN.COM - Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang gaji dan tunjangan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara substansial telah disepakati. Saat ini sudah masuk ke dalam paraf para mente.
  • Ahad, 13 September 2020 - 11:15:12 WIB

    Realisasi BLT Subsidi Gaji Habiskan Rp5,84 Triliun

    Realisasi BLT Subsidi Gaji Habiskan Rp5,84 Triliun HARIANHALUAN.COM - Pemerintah mencatat realisasi anggaran subsidi upah bagi pekerja adengan penghasilan di bawah Rp5 juta telah mencapai Rp5,84 triliun dari total anggaran sebesar Rp37,7 triliun. Realisasi tersebut baru disal.
  • Ahad, 13 September 2020 - 08:08:21 WIB

    Siap-siap! BLT Subsidi Gaji Gelombang 3 Cair Besok

    Siap-siap! BLT Subsidi Gaji Gelombang 3 Cair Besok HARIANHALUAN.COM - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pihaknya membutuhkan waktu untuk verifikasi data rekening 3,5 juta pekerja penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang telah diberikan oleh BPJS-TK..
  • Kamis, 10 September 2020 - 12:51:50 WIB

    Alhamdulillah, Pemberian Subsidi Gaji Berlanjut Hingga Kuartal II 2021

    Alhamdulillah, Pemberian Subsidi Gaji Berlanjut Hingga Kuartal II 2021 HARIANHALUAN.COM-Pemberian subsidi gaji sebesar Rp600 ribu per bulan bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta direncanakan  berlanjut  hingga kuartal II 2021..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]