Heboh! Imbas Tiket Pesawat Mahal Merembet ke Mana-mana


Selasa, 31 Desember 2019 - 10:59:06 WIB
Heboh! Imbas Tiket Pesawat Mahal Merembet ke Mana-mana Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Jumlah mobil masuk Bali membludak di musim libur Natal dan tahun baru. Bahkan lonjakannya tercatat hingga 40%, tiket pesawat mahal dituding jadi biang keladinya. Banyak masyarakat mengalihkan transportasinya ke Bali naik mobil.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung AA Ngurah Rai Yuda Darma, lonjakan kendaraan ini terjadi karena tiket pesawat yang masih mahal, sehingga masyarakat beralih naik mobil untuk liburan.

"Peningkatannya diperkirakan 40% yang diperkirakan disebabkan oleh jalan tol yang baru dan tiket pesawat masih mahal sehingga yang berlibur tahun baru ke Bali banyak membawa kendaraan pribadi," kata dia, Minggu (29/12/2019).

Ternyata bukan cuma tiket pesawat mahal yang membuat lonjakan mobil di Bali. Pengamat penerbangan Alvin Lie, menyatakan banyak faktor yang membuat lonjakan jumlah mobil di Bali saat liburan.

Salah satunya, menurut Alvin dikarenakan sudah ada tol Trans Jawa yang berikan kemudahan untuk menempuh perjalanan dengan mobil.

"Lihat dong kenapa orang berbondong naik mobil? Karena sudah ada Tol Trans Jawa, banyak orang sekarang mau apa-apa naik mobil karena memang udah mudah," jelas Alvin, Senin (30/12/2019).

Bukan cuma itu, menurutnya wisatawan ke Bali bukan cuma memikirkan harga tiket pesawat saja. Untuk menginap misalnya, harga hotel di Bali menurut Alvin cukup tinggi juga. Belum lagi kalau mau berlibur mesti menyewa mobil.

Hal ini membuat banyak orang memilih naik mobil ke Bali agar bisa menekan biaya liburan.

"Orang berlibur itu kan bukan cuma tiket (pesawat), lihat juga dong tarif hotel di Bali juga mahal-mahal lho. Belum kalau sewa mobil juga berapa mahalnya, maka dilihat juga orang kenapa bawa mobil sendiri," papar Alvin.

Sebetulnya bukan cuma 'banjir mobil'. Masih ada dampak lain yang lebih parah karena tiket pesawat mahal, apa itu?

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nunung Rusmiati menyebut masih untung ada wisatawan yang ke Bali meskipun naik mobil.

Masalah terbesarnya, kalau tiket domestik mahal harganya bisa saja wisatawan lokal memilih pergi ke luar negeri. Mengingat harga tiketnya tidak jauh harganya dibanding harga ke luar negeri.

"Ini tuh masih mending mereka mau naik mobil ke Bali. Coba kalau ke luar negeri? Melihat harga tiket domestik sama harganya dengan ke luar negeri, bisa aja mereka milih ke luar negeri sekalian kan. Nah untungnya mereka mau masuk ke destinasi lokal," ungkap Nunung.

Namun, beda cerita bila itu wisatawan asing. Menurut Nunung, kemungkinan mereka harus naik pesawat untuk berpindah-pindah saat mengunjungi Indonesia.

"Mungkin mereka (wisatawan lokal) nggak apa-apa naik mobil, nah coba kalau wisatawan asing? Kan nggak mungkin dia naik mobil harus naik pesawat," kata Nunung.

Menurut Nunung, kalau tiket pesawat mahal harganya bagaimana wisatawan asing mau berkunjung. Terlebih kalau harganya lebih mahal dibanding di negaranya.

"Nah kalau tiketnya mahal gimana dong? Mereka pasti maunya yang murah. Apalagi kalau lebih mahal dari tempat mereka," sebut Nunung.

Padahal pemerintah, menurut Nunung sedang menggalakkan agar turis asing bisa menetap lama bahkan berpindah-pindah di Indonesia. Turis asing, menurut Nunung sebetulnya mau diarahkan untuk mengunjungi banyak destinasi.

"Apalagi programnya itu mau bikin wisatawan asing menetap lama dan multi destination. Misalnya dia ke Jakarta harus ke Yogya juga terus ke mana lagi gitu. Makanya, kita harus bikin tiket murah," jelas Nunung.

Dua rute penerbangan yang dicoba, yaitu Jakarta-Bali dan Medan-Bali. Untuk Jakarta-Bali, tiket termurah dipatok maskapai Lion Air dengan harga Rp 842.200 per orang, pesawat ini terbang dari Bandara Soekarno-Hatta langsung ke Bandara Ngurah Rai.

Di rute dan bandara yang sama, maskapai Citilink mematok harga tiket Jakarta-Bali termahal. Harganya sekitar Rp 1.159.493 per orang.

Untuk rute Medan-Bali tiket paling murah disediakan Lion Air, dengan harga Rp 1.760.500. Pesawat terbang dari Bandara Kualanamu, lalu transit terlebih dahulu di Bandara Kertajati, lalu melanjutkan perjalanan akhir ke Bandara Ngurah Rai.

Masih rute Medan-Bali, penerbangan paling mahal dipatok oleh Citilink dengan harga RP 2.822.000. Pesawat terbang dari Bandara Kualanamu menuju ke Bandara Ngurah Rai, dengan transit terlebih dahulu di Bandara Soekarno Hatta. (h/dtk)
 

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]