Polres Solok Kota Tuntaskan Tiga Kasus Besar di Tahun 2019


Selasa, 31 Desember 2019 - 14:33:01 WIB
Polres Solok Kota Tuntaskan Tiga Kasus Besar di Tahun 2019 Kapolres Solok Kota Ferry Suwandi memberikan keterangan pers akhir tahun Selasa( 31/ 12). Dalam keterangan pers, Kapolres didampingi Wakapolresnya Aksalmadi dan Kabag Ops B Simanjuntak dan para Kapolsek. (Alfian)

SOLOK KOTA, HARIANHALUAN.COM -- Polres Solok Kota menyikat tersangka ilegal mining (tambang emas ilegal) dengan menahan 11 orang selama dua hari di dua lokasi di Nagari Bukittandang, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok.

"Penangkapan pelaku ilegal mining itu berkat adanya laporan dari masyarakat tentang aktivitas warga yang melakukan penambangan emas ilegal," ujar Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi dalam keterangan pers akhir tahunnya Selasa (31/12) di Mapolres Solok Kota.

Selain menahan 11 tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah peralatan, diantaranya mesin yang digunakan, pompa dan beberapa peralatan lainnya. 

Penambangan emas ilegal yang dilakukan masih semi mekanis dimana membuat aliran sungai baru, kemudian menampungnya dengan karpet.

Setelah sejumlah pasir yang mengandung emas ditampung, kemudian di filter untuk memisahkan pasir dan emas. Sistem kerjanya memang sedikit menguras tenaga karena semi mekanik. 

Aktifitas tambang emas ilegal itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan belakangan ini. Barang bukti dan tersangka saat ini diamankan di Mapolres Solok Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Selain menggerebek tersangka ilegal mining, Polres Solok Kota juga berhasil mengungkap tersangka skiming ATM, modus baru dalam bentuk penipuan itu sudah memakan korban. 

Skiming ATM itu dilakukan dengan cara mengganjal dengan alat pada tempat kartu, dan membuat seolah-olah mesin rusak. Kemudian korban menghubungi nomor kontak yang tertera di depan. 

"Si penerima telepon meminta menyebutkan nomor pin korban," papar Kapolres.

Tindak kejahatan lain yang juga berhasil digagalkan yakni, aksi pecah kaca mobil. Modus operandinya dengan mengintai kendaraan di masjid maupun tempat lain yang dianggap menyimpan uang di kendaraan maupun barang berharga lainnya.

Aksi pecah kaca mobil itu diawali dengan survei oleh pelaku terhadap korban yang diinginkan, setelah diyakini mobil korban membawa uang dan menyimpan di kendaraan baru dilakukan aksinya dengan memecahkan kaca kendaraan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata para pelaku bukanlah masyarakat Solok, melainkan dari luar Sumatera Barat. Tersangka pecah kaca mobil yang diringkus beberapa hari lalu berasal dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan.

Tiga orang tersangka kejahatan berupa pecah kaca mobil itu saat ini meringkuk di sel tahanan Mapolres Solok Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu, Ferry Suwandi meminta pada masyarakat agar selalu waspada terhadap kejahatan dengan modus- modus baru. Jangan percaya dengan tipu rayu seseorang apalagi yang trend sekarang belanja melalui online. 

Sudah banyak korban berjatuhan melalui belanja online karena uang sudah dikirim namun, barang tidak sampai. Sebaiknya belanja saja secara langsung pada toko yang jelas. 

"Barang yang dibeli jelas dan harga juga tergantung negosiasi yang dilaksanakan," tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Alfian /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]