Anak Krakatau Erupsi Jelang Tahun Baru 2020, Ini Potensi Bahayanya


Selasa, 31 Desember 2019 - 17:53:46 WIB
Anak Krakatau Erupsi Jelang Tahun Baru 2020, Ini Potensi Bahayanya Abu dari erupsi Gunung Anak Kraktau pada Selasa (31/12/2019). detik.com

CILEGON, HARIANHALUAN.COM - Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menjelang tahun baru 2020. Badan Geologi pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau melontarkan material lava dan hujan abu yang berpotensi membahayakan warga sekitar ataupun wisatawan.

"Berdasarkan data-data visual dan instrumental, potensi bahaya dari aktivitas G. Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material lava, aliran lava, dan hujan abu lebat di sekitar kawah dalam radius 2 kilometer (km) dari kawah aktif," demikian keterangan tertulis Badan Geologi pada PVMBG, Selasa (31/12/2019).

Badan Geologi menjelaskan seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter kurang-lebih 2 km dan area di sekitarnya merupakan kawasan rawan bencana. Untuk itu, warga sekitar dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dengan radius 2 km.

"Sementara itu, hujan abu yang lebih tipis dapat terpapar di area yang lebih jauh bergantung pada arah dan kecepatan angin," kata Badan Geologi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual PVMBG, hingga hari ini belum ditemukan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. PVMBG menyatakan aktivitas vulkanik gunung api berketinggian 157 mdpl itu masih berada di level II atau waspada.

"Rekomendasi, masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah atau puncak Gunung Anak Krakatau atau di sekitar kepulauan Anak Krakatau, sedangkan area wisata Pantai Carita, Anyer, Pandeglang, dan sekitarnya, serta wilayah Lampung Selatan masih aman dari ancaman bahaya aktivitas Gunung Anak Krakatau," begitu imbauan Badan Geologi.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dengan intensitas berbeda-beda selama 3 hari berturut-turut. Pagi ini, Anak Krakatau kembali bererupsi. Laporan aktivitas menunjukkan erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Selasa (31/12/2019) pukul 06.51 WIB. Gunung api di Selat Sunda itu menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 1.157 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan," tulis laporan yang diterbitkan Badan Geologi pada PVMGB di laman resmi mereka. (h/dtk)

 Sumber : detikNews /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 21 Februari 2020 - 12:51:22 WIB

    Anak Buah Anies Jawab Pertanyaan Mega, Bawa-Bawa Akherat Lagi!

    Anak Buah Anies Jawab Pertanyaan Mega, Bawa-Bawa Akherat Lagi! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menyusul pernyataan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang mengkritisi penyelenggaraan Formula E di Monas, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menanggapi dengan menyebut perhelatan balap m.
  • Kamis, 20 Februari 2020 - 16:50:58 WIB

    Erick Thohir Bakal Tutup Tauberes dan 4 Anak Usaha Garuda

    Erick Thohir Bakal Tutup Tauberes dan 4 Anak Usaha Garuda JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan akan melikuidasi lima anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Salah satunya, PT Garuda Tauberes Indonesia. .
  • Kamis, 20 Februari 2020 - 01:58:02 WIB

    Pedas..! Sindiran Mega untuk Jokowi dan SBY: Jangan Paksa Anak Jadi Pemimpin

    Pedas..! Sindiran Mega untuk Jokowi dan SBY: Jangan Paksa Anak Jadi Pemimpin JAKARTA, HARIANHALUAN.COMĀ - Sindiran Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang meminta kadernya tidak memaksakan anak masing-masing atau keluarga masuk dunia politik menimbulkan spek.
  • Jumat, 14 Februari 2020 - 11:02:13 WIB

    25 Persen Anak Kecanduan Gadget, Menteri PPA Minta Orangtua Jangan Gaptek

    25 Persen Anak Kecanduan Gadget, Menteri PPA Minta Orangtua Jangan Gaptek JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga meminta orangtua dan guru terlibat aktif mengawasi anak saat menggunakan internet. Mereka diharapkan dapat membantu me.
  • Kamis, 13 Februari 2020 - 12:58:32 WIB

    Miris..! Kasus Kekerasan Anak di Daerah Konflik Capai 24 Ribu

    Miris..! Kasus Kekerasan Anak di Daerah Konflik Capai 24 Ribu NEW YORK, HARIANHALUAN.COM -- Wamenlu RI, Mahendra Siregar menyoroti Laporan Sekretaris Jenderal tahun 2019, yang memperkirakan bahwa lebih dari 24.000 pelanggaran berat terhadap anak-anak telah diverifikasi oleh PBB di 20 si.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM