Selama 2019, 333 Kilogram Narkoba Diamankan di Sumbar


Selasa, 31 Desember 2019 - 18:48:30 WIB
Selama 2019, 333 Kilogram Narkoba Diamankan di Sumbar Barang bukti tangkapan narkoba di BNNP Sumbar

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Angka penyalahgunaan narkotika pada tahun 2019 di Sumatera Barat (Sumbar) diketahui meningkat sekitar 95 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin saat menggelar ungkap kasus di Padang, Sumbar, Selasa 31 Desember 2019.

"Terjadi peningkatan dalam pemberantasan narkoba. Pada 2018, kasus yang diungkap sebanyak 18 kasus, untuk tahun 2019 sebanyak 31 kasus," kata Khasril

Sebut Khasril, dari 28 tersangka yang diungkap pada 2018, naik menjadi 46 pelaku penyalahgunaan narkotika di 2019 dengan barang bukti ganja seberat 333,5 kilogram.

"Saat ini ada perkembangan masuknya ganja. Jika biasanya datang dari Aceh, sekarang sudah masuk dari Mandailing Natal, Sumatera Utara. Untuk lahan bukan hanya di Aceh, saat ini juga ada di Tapanuli Selatan," katanya.

Sementara petugas juga menyita sabu-sabu seberat 2,59 kilogram dan ekstasi sebanyak 31 butir yang disita dari para tersangka. "Kedua barang haram tersebut datang dari Pekanbaru, Riau melalui jalur darat," katanya.

Pada tahun 2019, BNNP Sumbar memetakan 15 jaringan sindikat narkotika, dengan 10 jaringan sindikat narkotika telah diungkap

"Sebanyak 10 jaringan tersebut terdiri dari tujuh jaringan sindikat narkoba yang melibatkan warga binaan atau narapidana yang berperan sebagai pengendali jaringan di empat Lembaga Pemasyarakatan di Sumbar," tuturnya.

Khasril menyebut, wilayah perbatasan merupakan daerah paling rawan yang terhadap peredaran ganja, seperti di Kabupaten Pasaman.

"Karena wilayah tersebut merupakan pintu masuk dari Sumatera Utara dan Aceh, sementara narkoba jenis lain itu dari Pekanbaru masuk ke Payakumbuh, Bukittinggi dan sejumlah daerah lain," katanya.

Khasril mengibaratkan peredaran narkoba ibarat balon yang dipencet, ditekan ke kiri, keluar ke kanan. Para pelaku dikatakannya selalu mencari celah agar lepas dari jeratan.

"Para pelaku tahu bahwa mereka sudah diintai, mereka menghilangkan jejak, karena jika kita tahu hasil pembicaraannya saja, mereka mengelak itu," katanya.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan pengawasan hingga ke kawasan perbatasan di laut, seperti di Samudera Hindia.

"Kita sedang menjajaki kerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan pengawasan dan mempersempit ruang gerak mereka, akan ada operasi gabungan di laut," tuturnya. (*)

loading...
Reporter : Tio /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]