Malam Pergantian Tahun di Padang Sepi Keriuhan Suara Terompet


Selasa, 31 Desember 2019 - 22:23:34 WIB
Malam Pergantian Tahun di Padang Sepi Keriuhan Suara Terompet Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Suasana malam pergantian tahun 2019 ke 2020 di Kota Padang sepi dari keriuhan suara terompet. Pantauan harianhaluan.com di sejumlah ruas jalan di Kota Padang, nyaris tak terlihat pedagang terompet. 

Kondisi itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya saat malam pergantian tahun. Biasanya, di beberapa titik keramaian, biasanya menjadi lapak bagi pedagang terompet musiman di Kota Padang, namun kini sepi. 

Biasanya mereka sudah mulai berjualan sejak satu atau dua pekan sebelum tahun baru, namun hingga Selasa, 31 desember 2019, belum juga ditemui pedagang aksesoris tahun baru. 

Hal itu membuat suasana malam pergantian tahun di Kota Padang pun sepi dari keriuhan suara terompet. Ditambah lagi, Pemko Padang melalui sejumlah baliho yang dipasang di beberapa titik di Kota Padang, mengimbau warganya untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan kegiatan berhura-hura, termasuk membakar petasan dan kembang api.

"Biasanya setelah malam menjelang sudah terdengar suara terompet di jalan-jalan, kali ini beda ya, hanya sepeda motor dan mobil saja yang ramai berlalu lalang," celoteh Rido, seorang warga Kota Padang.

Isu Haram Terompet Tahun Baru

Supardi dan Muhammad Iqbal, penjual terompet dan mainan anak-anak di kawasan Terogong, Pondok Indah, Jakarta Selatan dan kawasan Glodok saat ditanya pendapatnya atas penjualan terompet yang menurun, mengakui sepinya penggemar terompet tahun ini.

"Gara-gara isu terompet haram mas, sekarang bener-bener sepi, enggak ada yang berani jualan, rugi semua," pungkasnya.

Iqbal mengaku telah rugi sebanyak Rp400 ribu dari modal Rp2 juta pada jualannya akhir tahun lalu.

"Tahun lalu cuma laku sekitar 300-an, saya siapin 800 (terompet). Makanya, tahun ini saya cuma berani pasang 500 terompet," ungkapnya.

Selain berjualan terompet, Iqbal yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga dengan seorang istrinya dan dua anaknya juga menjadi ojek online.

"Karena jualan mainan ini enggak menentu, akhirnya saya coba tutupin juga jadi Gojek, sudah 3 tahun terakhir ini," jelasnya.

Sama seperti Supardi, Iqbal kemudian mengungkapkan harapannya sampai dengan penjualan di malam tahun baru nanti.

"Mudah-mudahan nanti malam ramai. Jadi bisa banyak yang beli. Saya cuma berharap saja," pungkasnya. (*)

   

loading...
Reporter : Nova /  Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]