Ini Rincian Lengkap Kenaikan Harga Rokok di 2020, Penjualan Diprediksi Menurun


Rabu, 01 Januari 2020 - 13:33:34 WIB
Ini Rincian Lengkap Kenaikan Harga Rokok di 2020, Penjualan Diprediksi Menurun Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Memasuki awal tahun baru, pemerintah secara resmi akan menaikkan harga rokok di pasaran. Lantas bagaimana rincian lengkap kenaikan harga rokok tahun ini?

Berikut ini ulasan lengkap mengenai kenaikan harga rokok:

Menaikkan Cukai Rokok
Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 152 tahun 2019, pemerintah akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23 persen. Dengan adanya kenaikan biaya cukai, otomatis pula harga rokok eceran akan mengalami kenaikan juga. Bahkan diperkirakan kenaikan harga rokok tersebut hingga sebesar 35 persen.

Mempengaruhi Harga Rokok
Mengetahui hal tersebut, diperkirakan nantinya volume penjualan rokok akan mengalami penurunan. Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia, Samuel Dharma memprediksi jika nantinya volume penjualan rokok akan turun pada tahun ini. Menurutnya, kenaikan cukai yang cukup tinggi dikhawatirkan akan mempengaruhi harga dari rokok itu sendiri.

"Karena cukai rokok tahun depan naik tinggi 23 persen, jadi kemungkinan volume penjualan rokok diperkirakan bisa turun," kata Suria saat dihubungi Merdeka.com, Senin (30/12).

Bukan Kali Pertama Cukai Mengalami Kenaikan
Lebih lanjut Samuel menjelaskan, sebenarnya kenaikan cukai bukanlah hal baru bagi masyarakat. Namun, perbedaannya dulu kenaikan biaya ini tidak terlalu tinggi sehingga kenaikan harga rokok tidak terlalu terasa. Kini, kenaikan cukai memang dianggap terlalu tinggi, sehingga dikhawatirkan mampu mempengaruhi volume penjualan rokok.

"Biasanya kalau cukai naik, harga rokok ikut naik. Biasanya bisa dilewati ke customer, sepanjang kenaikan cukainya tidak terlalu banyak. Kali ini kan tinggi sekali," imbuhnya.

Masyarakat Berpaling ke Produk Lain
Muhaimin Moeftie selaku Ketua Umum Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) mengatakan dengan adanya kenaikan harga jual ecer bisa dipastikan volume penjualan akan menurun. Sederhananya Muhaimin mencontohkan, rokok yang biasanya dijual seharga Rp15 ribu nantinya akan naik menjadi Rp 20 ribu.

"Kenaikan Rp5.000 saja akan mempengaruhi atau memberikan dampak kepada konsumen," papar Muhaimin Moeftie.

Tak hanya itu saja, adanya kenaikan harga ini juga mampu membuat masyarakat berpaling ke produk lainnya yang lebih murah.

"Setiap konsumen itu tentunya punya batas tertentu di dalam kantongnya. Kalau tidak bisa membeli, salah satu jalanya adalah cari rokok yang tanpa bandrol (ilegal) tentunya lebih murah," ujarnya.

Imbas dari Kenaikan Cukai
Dengan begitu, kenaikan harga rokok yang tinggi mampu menciptakan permasalahan baru bagi pemerintah dengan meningkatnya peredaran rokok ilegal di masyarakat. Padahal, pemerintah kini tengah gencar-gencarnya memerangi peredaran rokok ilegal di Indonesia.

"Rokok yang tidak pakai banderol sekarang pun sudah diusahakan oleh pemerintah menjadi 3 persen (peredarannya), kami khawatir kalau ini terjadi (harga rokok mahal), ini tidak bisa dipertahankan lagi. Akan naik lagi (peredaran rokok ilegal)," tutupnya.(h/mdk)

loading...
 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]