Duh..! Subsidi BBM Buat Nelayan Mau Dicabut?


Rabu, 01 Januari 2020 - 17:04:25 WIB
Duh..! Subsidi BBM Buat Nelayan Mau Dicabut? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) meminta beberapa poin yang ada di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) direvisi. Hal itu untuk menghindari jebolnya kuota BBM subsidi di 2020.

Demikian disampaikan oleh Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2019).

"Kami mengusulkan ke Pak Menteri ESDM (Arifin Tasrif) untuk merevisi Perpres No 191 ini (perlu) ada penyesuaian," ucapnya.

Poin pertama yang diminta untuk direvisi yaitu pembudi daya ikan berskala kecil dengan teknologi kincir jangan lagi menggunakan BBM subsidi.

"Untuk pembudi daya ikan berskala kecil yang menggunakan kincir diusulkan untuk kata kincirnya dihilangkan. Jadi memang yang betul-betul tidak menggunakan teknologi kincir," kata dia.

Pihaknya juga mengusulkan agar kendaraan roda 6 dan kereta api barang tidak lagi menggunakan BBM subsidi.

"Sejak 2012 KAI menggunakan BBM subsidi. Untuk penumpang silahkan, tapi kalau barang kami mengusulkan tidak lagi BBM subsidi," ujarnya.

Terakhir, BPH Migas mengusulkan hanya kapal berukuran 10 Gross Ton (GT) ke bawah yang boleh mengonsumsi BBM subsidi.

"Ini Bu Susi malah yang mengusulkan waktu itu. Jadi kalau di atas 10 GT tetap menggunakan BBM non subsidi. Nah kalau itu semua disetujukan ini nggak akan over kuota," sebutnya.

Perlu diingat, beberapa poin di atas baru sekadar usulan dari BPH Migas untuk Kementerian ESDM dan saat ini belum ada keputusan dikarenakan perlu adanya persetujuan lanjutan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Itu usulan BPH migas sudah 3 kali membuat surat usulan melalui Menteri ESDM. Ini dalam Perpresnya lampiran Perpres, jadi cukup di koordinasi oleh Menko Perekonomian," ungkapnya.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 05 Maret 2020 - 19:41:16 WIB

    Waduh..! Kartu Prakerja Gagal Dirilis

    Waduh..! Kartu Prakerja Gagal Dirilis JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program kartu prakerja belum bisa dirilis di tiga kota pada awal Maret ini. Sebab, peraturan presiden (perpres) terkait belum dit.
  • Kamis, 05 Maret 2020 - 18:19:42 WIB

    Duh..! Jajanan Isi Kacang Hijau Ini Bikin Netizen Mikir Jorok

    Duh..! Jajanan Isi Kacang Hijau Ini Bikin Netizen Mikir Jorok JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Saking uniknya ragam kuliner Indonesia, ada saja makanan yang punya nama nyeleneh. Seperti jajanan di Malang yang disebut 'kontol kambing'..
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 08:23:57 WIB

    Waduh..! Honda Jazz Bakal Pensiun di Indonesia?

    Waduh..! Honda Jazz Bakal Pensiun di Indonesia? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ada kemungkinan nama Jazz, hatchback Honda yang dijual di Indonesia sejak 2003, bakal lenyap. Spekulasi ini muncul sebab sekarang generasi baru Fit, nama lain Jazz di Jepang, dinilai tak cocok buat.
  • Rabu, 26 Februari 2020 - 12:37:44 WIB

    Waduh..! 4 Hari Libas Rupiah, Dolar Singapura Dekati Rp10.000

    Waduh..! 4 Hari Libas Rupiah, Dolar Singapura Dekati Rp10.000 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Nilai tukar dolar Singapura kembali menguat melawan rupiah pada perdagangan Rabu (26/2/2020), dan mendekati level Rp 10.000/SG$..
  • Selasa, 25 Februari 2020 - 15:07:47 WIB

    Waduh..! Ekspor Ikan Hias Makin Turun

    Waduh..! Ekspor Ikan Hias Makin Turun BOGOR, HARIANHALUAN.COM -- Wilayah Bogor merupakan salah satu sentra produksi budidaya ikan hias yang mencakup 607 Rumah Tangga Perikanan (RTP) bidang usaha. Produksi budidaya ikan hias Bogor meningkat dari 242,52 juta ekor p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]