Banjir Mereda, Warga Tuntut Penutupan Tempat Maksiat


Jumat, 03 Januari 2020 - 10:24:25 WIB
Banjir Mereda, Warga Tuntut Penutupan Tempat Maksiat Ratusan warga berkumpul di tempat karaoke dan penjualan minuman keras (miras) di Perumahan Mutiara Gading Timur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020) malam. (Foto: Istimewa)

 JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Banjir besar yang melanda Perumahan Mutiara Gading Timur, Bekasi, Jawa Barat, sejak Rabu (1/1/2020) lalu, baru saja surut Kamis (2/1/2020). Tak lama berselang setelah musibah banjir mereda, ratusan warga langsung berkumpul di tempat karaoke dan penjualan minuman keras (miras) yang terdapat di kawasan itu. 

Mereka berunjuk rasa, menuntut agar tempat maksiat itu segera ditutup. Demonstrasi massa itu berlangsung sejak malam hingga dini hari tadi. 

Pantauan pada pukul 22.00 WIB di Kompleks Ruko Palazzo, Mutiara Gading Timur, ratusan warga menyuarakan keresahan yang mereka rasakan. Mereka menolak penjualan miras di Toko Sarinah, depan usaha karaoke di kompleks tersebut.  

Penolakan masyarakat sudah terjadi selama beberapa pekan ini. Sementara, usaha tempat hiburan berkedok karaoke keluarga itu sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Sebut saja Karaoke Pastel yang usianya sudah cukup lama, lalu disusul oleh tempat-tempat usaha sejenis yang terus menjamur di lokasi itu.  

Masyarakat setempat menjadi gerah lantaran tempat maksiat itu berada di dalam lingkungan perumahan, tepatnya Blok L Mutiara Gading Timur. Sementara, keberadaan bisnis sehat di kawasan itu sebenarnya sudah ramai, mulai dari aneka kuliner, busana, dan kedai kopi.  

Tidak adanya ketegasan dari pihak terkait membuat usaha karaoke juga tumbuh bak jamur di musim hujan. Warga pun mulai tak sabar dengan kesemrawutan dan ingar-bingar malam yang ditimbulkan oleh tempat-tempat karaoke itu.  

Begitu banjir yang melanda perumahan mereka mulai surut, masyarakat langsung berkumpul dan menggelar unjuk rasa. Hingga lewat tengah malam, massa belum juga bubar. Belasan anggota polisi yang tiba di lokasi aksi tampak tidak bisa berbuat banyak.  


"Kami minta Pak Polisi memfasilitasi kami untuk bertemu dengan pemilik toko itu. Ini warga sudah berkumpul, Bapak pertemukan kami saja agar ada komitmen pemilik toko berhenti menjual miras," kata salah seorang warga yang berunjuk rasa, Tajuddin, Kamis (2/1/2020) malam.  

Namun, sejumlah polisi yang hadir di situ tak bisa berbuat apa-apa. Alasannya, mereka masih harus berkoordinasi dengan atasan.  

Salah seorang berpakaian preman tampak mendekati warga agar berhenti menggelar aksi. Namun, warga tidak peduli. Mereka tidak ingin terjadi banjir maksiat di wilayah mereka.  (ins)

loading...
 Sumber : iNews.id /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]