Korban Meninggal 16 Orang, Bogor Berstatus Darurat Bencana Selama 2 Pekan


Sabtu, 04 Januari 2020 - 09:44:32 WIB
Korban Meninggal 16 Orang, Bogor Berstatus Darurat Bencana Selama 2 Pekan Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan bersama Anggota Dewan Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya Sekdis PUPR menijau lokasi akses Jalan yang terputus di Kecamatan Sukajaya. foto: Humas Pemkab

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Pemkab Bogor menetapkan status darurat bencana selama dua pekan. Langkah ini diambil karena korban jiwa dan jumlah wilayah yang terdampak bencana alam terus bertambah.

Pernyataan status darurat bencana tersebut dibuat Bupati Bogor Ade Yasin menyusul laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mencatat 26 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

Status darurat bencana ditetapkan sejak 2 Januari 2020 hingga 16 Januari 2020. 

Bupati mengungkapkan, sebagai upaya penanganan yang diakibatkan bencana tersebut, pihaknya telah memerintahkan BPBD dan dinas terkait untuk melakukan tindakan dan kegiatan serta kordinasi.

"Dalam pelaksanaan penanganan darurat bencana, yang dianggap perlu, guna memulihkan sarana dan prasarana yang terkena bencan. Sehingga tata kehidupan dan penghidupan masyarakat kembali normal," ujarnya, Sabtu (4/1). 

Ade menyebutkan, berdasarkan laporan BPBD hingga saat ini korban meninggal sebanyak 16 orang. Masing-masing 13 orang meninggal akibat bencana longsor dan 3 orang akibat banjir.

"Korban meninggal karena banjir ditemukan di Kecamatan Gunung Putri, sementara korban meninggal akibat longsor berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sukajaya, Nanggung, dan Cigudeg. Saat ini BPBD dan tim SAR gabungan masih berusaha melakukan pencarian warga yang tertimbun longsor. Sehingga kemungkinan korban bertambah," ujarnya.

Sementara itu, longsor terparah terjadi di Kecamatan Sukajaya. Bahkan, tim SAR gabungan hingga saat ini masih kesulitan mengakses lokasi, lantaran akses jalan utama masih tertutup reruntuhan tanah longsor.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi BPBD Kabupaten Bogor, ada 11 desa yang terdampak longsor, lima desa diantaranya masih terisolasi, yakni Desa Harkatjaya, Cileuksa, Pasir Madang, Desa Urug, dan Pasir Madang.

Longsor terparah terjadi di Desa Harkat Jaya dan Pasir Madang. Di Harkat Jaya empat orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya dinyatakan hilang diduga tertimbun longsor. Sedikitnya 11 bangunan rata dengan tanah.

Korban meninggal yakni Charly (5), Asti (45), Muhammad Hudri (24), dan Rumsah (65). Sedangkan korban hilang Amri (60), Maesaroh (25), dan Cicih (5). Mereka adalah warga Kampung Harapan Jaya, Desa Harkat Jaya.

Sedangkan di Desa Pasir Madang ada dua kampung yakni Kampung Setu Kubangan dan Kampung Gunung Kembang. Bahkan, di dua kampung tersebut, ada beberapa rumah warga rata tertimbun longsor.

loading...
 Sumber : Humas Bogor /  Editor : DODI NJ
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]