Logo MTQ Nasional XXXVIII Diduga Plagiat, Begini Klarifikasi Pemenang Sayembara


Sabtu, 04 Januari 2020 - 15:16:50 WIB
Logo MTQ Nasional XXXVIII Diduga Plagiat, Begini Klarifikasi Pemenang Sayembara Logo

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Hasil karya pemenang sayembara logo Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke XXVIII tahun 2020 oleh Rayendra Kumar belum lama ini ditimpa isu plagiat. Tak sedikit warganet di akun instagram Humas Provinsi Sumbar, @humas.sumbar mengungkap logo garapannya mirip dengan logo MTQ Pidie Jaya tahun 2012 silam.

Tudingan plagiat ini pun langsung ditanggapi oleh pemenang sayembara, Rayendra Kumar. Dia mengungkap, logo tersebut murni karyanya dari hasil kreasi sendiri dan bukan plagiat seperti yang tudingan yang ditujukan kepada dirinya.

Rayendra Kumar mengaku, keahlian dan pengetahuan otodidak mempelajari ilmu desain grafis. Sementara terkait tulisan MTQ, dia membantah tidak mengetahui kesamaan dengan tulisan sebelumnya.

"Saya hanya menggunakan Alhambra Font, saya memakai yang tebal sehingga hasilnya seperti itu. Silakan dicek sendiri dalam font arabic," ujar Rayendra Kumar, kemarin.

Rayendra berdalih semua keterangan tentang logo telah dijabarkan dan diuraikan dalam penjelasan pada masing-masing item dalam logo tersebut. Seperti bintang lima mengisyaratkan rukun Islam dan Masjid Raya sebagai ikon Sumatera Barat.

"Kalau kenapa menang, itu penilaian dewan juri. Ada sayembara saya ikut dan dinyatakan menang. Namun sekarang jadi ramai, kalau tahu begini dari awal saya tidak mau ikut," ulas Rayendra.

Seperti dilansir dari instagram @humas.sumbar, Sabtu (4/12/2019), para netizen mengomentari hasil karya Rayendra Kumar yang diunggah oleh Humas Provinsi Sumbar pada akun instagramnya belum lama ini. Netizen menuding logo tersebut menjiplak logo Pidie Jaya.

"Logo resmi MTQ Nasional ke XXVIII tahun 2020 di Sumatera Barat," begitu tulis akun @humas.sumbar pada caption unggahannya.

Kabar ini tentu saja membuat netizen gerah. Pasalnya, logo hasil karya dari Rayendra Kumar asal Kota Solok itu disebut-sebut sangat persis dengan logo MTQ Pidie Jaya. Netizen juga menilai tampilan logo MTQ Nasional di Sumbar itu juga kurang menarik lantaran bergaya 90'an.

Melalui kolom komentar postingan akun @humas.sumbar, mereka memberikan komentar pedas soal ini. Pemilik akun @mhd.ikhlas, "rekal al-qurannya nyomot dari logo MTQ Pidie Jaya 2012 dan diedit biar beda, tulisan MTQnya no komen, gambar masjid raya mainan vektor dari foto yang ada," komentarnya.

"Jelek banget asli haha apaan sih ngapain ngadain lomba kalau finalnya milih logo begini. Sama dengan logo spanduk pecel lele juga bagusan spanduk pecel lele," kata @danilarizki.

"Hebat ya yang jadi pemenang, tulisan yang tidak.lazim di Logo MTQ Naisonal bisa mengalahkan ribuan kontestan lainnya, coba cermati sendiri tulisannya dan bandingkan dengan yang seharusnya," tulis @solehuddin.nawawi.

Tak terima hasil karyanya diolo-olok, Rayendra Kumar langsung menanggapi satu persatu komentar netizsn tersebut di kolom komentar @humas.sumbar.

 

"Kak soleh, terimakasih atas masukannya, mohon petunjuknya tulisan mana yang tidak lazim tersebut, insyaAllah saya sangat senang kalau kakak bisa membantu. Salam kenal kak, saya juga seorang pembina pramuka di SMA dan untuk desain grafis saya masih banyak belajar, apalagi saya belajar otodidak tanpa guru, makanya saya sangat senang kalau kakak mau membantu," begitu pembelaan @kumarrayendra dalam komentar akun @humas.sumbar.

Uniknya dari sayembaya tersebut, juri yang menilai logo tidak mengikutsertakan unsur ahli desain grafis. Hal ini juga turut menjadi bulan-bulanan netizen, karena seharusnya ada juri unsur desain grafis.

Juri tersebut beras dari unsur adat (Ketua LKAAM Sumbar Sayuti Datuak Rajo Paghulu), agama (Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar), akademisi/ praktisi (Emeraldy Chatra), budaya (Alwi Karmena) dan Jurnalis (Hasril Chaniago).

Diketahui, Pemprov Sumbar sudah menetapkan pemenang sayembara logo Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 tahun 2020.

Pemenang sayembara tersebut masing-masing Rayendra Kumar asal Kota Solok (juara I), Fitra Bayu asal Kota Padang (finalis), Muhammad Rizki asal Pasaman Barat (finalis), Ilham Susendra asal Pasaman Barat (finalis) dan Azwardi asal Kota Padang (finalis).

Kelima pemenang mendapat hadiah berupa uang tunai, plakat dan sertifikat. Juara I sebesar Rp10,5 juta dan 4 finalis lainnya masing-masing Rp3 juta. (h/milna)

Reporter : Milna /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 04 Oktober 2017 - 00:01:57 WIB

    Logo Pariwisata Solsel Resmi Diluncurkan

    Logo Pariwisata Solsel Resmi Diluncurkan SOLOK SELATAN HALUAN - Bupati Solok Selatan (Solsel), Muzni Zakaria didampingi Wakil Bupati, Abdul Rahman dan Forkopimda Kab Solok Selatan resmi meluncurkan logo pariwisata Solsel, usai pelaksanaan upacara hari kesaktian panc.
  • Senin, 11 September 2017 - 01:38:23 WIB
    BUTUH PERHATIAN PEMKAB

    Jembatan Talogondan Menunggu Ambruk

    Jembatan Talogondan Menunggu Ambruk PADANG PARIAMAN, HALUAN - Jembatan Talogondan yang terletak di Dusun Tigo Muaro, Korong Paguah Duku, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman nyaris rubuh. Pasalnya, bagian dasar atau abutment jemba.
  • Kamis, 19 November 2015 - 20:10:30 WIB

    Spesimen Surat Suara Cantumkan Logo KPU dan Pemko

    HEBOHKAN BUKITTINGGI

    BUKITTINGGI, HALUAN — Spesimen atau contoh surat suara berukuran 26 .

  • Jumat, 13 Februari 2015 - 19:40:59 WIB

    IAIN Bukittinggi Luncurkan Logo dan Website

    BUKITTINGGI, HALUAN — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi meluncurkan logo dan website IAIN Bukittinggi, di Kampus II Kubang Putih, Kabupaten Agam, Jumat (13/2).

    Peluncuran l.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM