Selama 2019, Angka Kriminalitas di Dharmasraya Turun Dibanding 2018


Ahad, 05 Januari 2020 - 12:54:56 WIB
Selama 2019, Angka Kriminalitas di Dharmasraya Turun Dibanding 2018 Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir didampingi Kabag Ops.Kompol.H Rifai dan Kasat Reskrim AKP.Suyanto, saat memberikan keterangan pers di Mapolres Dharmasraya dalam suatu kasus. Maryadi

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Tingkat kriminalitas di wilayah hukum Polres Dharmasraya menurun pada tahun 2019 hal ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Secara keseluruhan data pelanggaran atau gangguan Kamtibmas menurun tahun 2019 dibanding tahun 2018," ungkap Kapolres Dharmasraya, AKBP.Imran Amir melalui Kepala Bagian (Kabag) Operasional, Kompol. H Rifai, kepada Haluan.com, kemaren.

Dijelaskannya, dari data yang ada penurunan terjadi sebesar 16,51 persen, begitu pula tingkat penyelesaian juga meningkat dari angka 132 ke angka 275 atau plus 51,82 persen. Penurunan terjadi katanya, dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga Kamtibmas, mulai dari diri sendiri sampai di tengah tengah masyarakat.

Ia menguraikan, untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dari angka 90 pada tahun 2018 dengan tingkat penyelesaian 19 kasus menjadi 62 kasus dengan tingkat penyelesaian 12 kasus.

Untuk kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), pada tahun 2018 terjadi 11 kasus dengan tingkat penyelesaian sebanyak 3 kasus, pada tahun 2019 menjadi 4 kasus dengan tingkat penyelesaian 1 kasus. "Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) menurun tajam dari angka 126 kasus menjadi 64 kasus," imbuh mantan Kabag Ops Polres Kota Solok ini.

Penurunan kasus curanmor ulasnya, tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga Kamtibmas dan ditambah dengan tips tips yang diberikan pihak Kepolisian melalui penyuluhan kepada kelompok masyarakat.

Bukannya tidak ada yang meningkat tindak kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Dharmasraya, namun peningkatannya tidak signifikan, seperti kasus pembunuhan dari 1 kasus menjadi 2 kasus dan kasus penyalah gunaan Narkotika dari 11 kasus menjadi 27 kasus, hal ini katanya,dipengaruhi oleh letak Dharmasraya di perbatasan dua provinsi.

Untuk kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi peningkatan pada tahun 2018 dibanding tahun 2019, yaitu dari angka 78 menjadi 96 kasus dengan tingkat penyelesaian 89 kasus. Dari kejadian tersebut, merenggut 22 nyawa manusia dengan luka berat 71 orang dan luka ringan 77 orang. "Dari kejadian tersebut berakibat kerugian materil sebesar Rp612,5 juta," katanya.

Dibidang Lantas tukuknya, pelanggaran lalulintas terjadi peningkatan dari angka 3083 pelanggaran dengan tingkat penyelesaian 2257 kasus dengan denda Rp 137,2 juta tahun 2018 menjadi 5318 pelanggaran dengan tingkat penyelesaian 2339 kasus dengan denda Rp 145,8 juta. Ia mengakui tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalulintas sangat rendah yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk masih mudanya umur Dharmasraya dan minimnya rambu rambu lalulintas. (h/mdi)

Reporter : Maryadi /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM