Menteri PPA Apresiasi Polresta Padang

Pelaku Pedofil Harus Diberi Efek Jera


Ahad, 05 Januari 2020 - 20:02:59 WIB
Pelaku Pedofil Harus Diberi Efek Jera Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan menyambut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), I Gusti Ayu Bintang Darmavati saat kunjungan kerjanya. istimewa

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), I Gusti Ayu Bintang Darmavati melakukan kunjungan ke Polresta Padang, Minggu (5/1) siang.

Kedatangan Gusti Ayu ini berkaitan dengan adanya kasus pedofil yang terjadi di Kota Padang. Tidak itu saja, sang Menteri mengapresiasi kinerja Satreskrim Polresta Padang dalam penanganan kasus pedofil ini.

Kasus pedofil ini menimpa korban berusia 12 tahun, kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kanker serviks dari aksi kekerasan yang dilakukan seorang tersangka berinisial AMR (56). 

Menteri PPA merasa prihatin dengan kasus yang terjadi tersebut. Kedatangannya disambut langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto beserta jajarannya, Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan serta stakeholder terkait dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tampak hadir juga Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa. 

"Dengan kasus yang menimpa korban, memang sangat memberikan duka yang mendalam bagi kita semua. Inilah yang harus kita sikapi. Saya mengapresiasi jajaran kepolisian yang telah bertindak tegas, karena ini yang kita harapkan," ujarnya di Mapolresta Padang. 

Menurut Agus Ayu, masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi diselesaikan secara adat dan agama. Ia mencontohkan, seperti yang terjadi di wilayah timur Indonesia. 

"Saya sampaikan, masih banyak sebenarnya kasus-kasus di negara kita, khususnya di wilayah timur kasus kekerasan diselesaikan dengan secara adat dan agama. Sehingga tidak memberikan efek jera para tersangka," katanya. 

"Tapi saya baru mendengar dari pengalaman bapak (Kapolda Sumbar) saat di Polda Metro Jaya, bagaimana kasus didalami sehingga kita memberikan sanksi berat kepada pelaku," sambung buk Menteri.

Terkait kasus yang terjadi di Padang, Agus Ayu setuju untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Hal ini untuk mendapatkan data yang akurat, sehingga kemudian hukuman yang diberikan kepada tersangka sesuai dengan apa yang dilakukan. 

"Saya sangat setuju, apa arahan pak Kapolda sehingga kita mendapatkan data akurat. Dengan demikian, hukuman yamg diberikan kepada tersangka tepat. Saya setuju dilakukan otopsi terhadap jenazah korban," jelasnya. 

Agus Ayu berharap, dengan tindakan tegas jajaran kepolisian di Sumbar memotivasi dilakukan daerah lainnya. Ia pun yakin, tersangka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumbar mendapatkan efek jera. 

"Implementasi nyata yang dilakukan pihak kepolisian kepada pelaku dengan menjerat hukuman dengan tepat. Kami sudah melakukan konsultasi dengan pak Kapolri. Kami mohon karena kami di Kementerian diberikan amanah untuk melindungi dan menjaga hak-hak anak Indonesia, kami tidak bisa sendiri," tuturnya.

Ia mengakui, kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi dimana-mana. Bahkan, sebelum menginjak kaki di Padang, Gusti Ayu mendapat laporan adanya kasus pedofil yang dilakukan kepada keluarga sendiri. 

Menurutnya, kasus-kasus seperti ini memang perlu perhatian semua stakeholder. Hukuman sepantasnya akan memberikan efek jera kepada pelaku untuk melakukan kekerasan terhadap anak dan perempuan. 

"Pelaku tidak jauh dari lingkungan korban, mulai paman dan keluarga sendiri. Ini yang harus kita cari solusi untuk mencari pencegahan," katanya. 

Gusti  Ayu mengakui, sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap kasus asusila sebagai aib keluarga. Hal ini tak jarang menjadi faktor keluarga korban melakukan pelaporan. 

"Ke depan kami dari Kementerian PPA mengambil langkah untuk sosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada perempuan-perempuan yang ada di Indonesia untuk tahu haknya. Untuk bisa menyampaikan apabila mengalami kekerasan yang terjadi," tuturnya. 

Sementara, Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan, untuk kasus yang ditanganinya saat ini sudah masuk tahap satu pemberkasan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kejaksaan terkait penambahan pasal untuk pelaku. 

"Kami akan segera koordinasi pada hari Senin terkait penambahan pasal, pasal ayat 4 dan 5 berkaitan dengan meninggalnya korban. Kami koordinasikan dengan pengadilan," jelasnya. 

Yulmar mengungkapkan, selama melakukan penanganan terhadap kasus ini tidak ada kendala. Untuk tersangka, saat ini masih berada di Polresta Padang. 

"Tadi disampaikan perintah Pak Kapolda atas perintah Pak Kapolda kita akan autopsi ulang atas meninggalnya korban," katanya. (*) 

 Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM