Mahfud MD: Kita Halau Kapal Cina Tanpa Perang, Tambahan 4 Kapal Militer Dikirim ke Natuna


Ahad, 05 Januari 2020 - 20:37:10 WIB
Mahfud MD: Kita Halau Kapal Cina Tanpa Perang, Tambahan 4 Kapal Militer Dikirim ke Natuna Mahfud MD

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan bernegosiasi soal polemik masuknya kapal Cina di perairan Natuna. Musababnya, kata Mahfud, Natuna jelas-jelas merupakan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang diakui berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Untuk itu, kata Mahfud, pemerintah tidak akan membentuk tim negosiasi dengan pemerintah Cina mengenai masalah perairan Natuna. Indonesia akan mempertahankan kedaulatan negara, termasuk perairan Natuna. "Kami tidak membentuk tim negosiasi, tidak ada. Kami akan mempertahankan kedaulatan kita, dan akan kami usir dengan segala kemampuan yang ada," ujar Mahfud seperti dikutip dari Antara, Ahad, 5 Januari 2019.

Pemerintah, kata Mahfud, saat ini tengah meningkatkan dan memperketat patroli untuk menghalau kapal-kapal penangkap ikan asal Cina, yang beroperasi secara ilegal di perairan Natuna. Pemerintah akan dengan tegas mengusir kapal-kapal Cina dan kapal asing lainnya di perairan Natuna.

Kapal militer Indonesia sudah disiapkan untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Namun, ujar dia, peningkatan dan penguatan patroli di kawasan perairan Natuna, bukan berarti Indonesia melakukan perang terhadap pemerintah Cina. "Kita tidak berperang, akan tetapi menghalau untuk menjaga daerah kita sendiri," ujar Mahfud.

Kapal Ditambah 
TNI terus menambah kekuatan untuk mengusir kapal-kapal China yang masih bertahan di perairan Natuna. Empat kapal militer siap bertugas mulai besok.

"Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan ada penambahan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal tersebut," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono seperti dilansir Antara, Minggu (5/1/2020).

Saat ini, ada dua unsur KRI yang sudah menghalau kapal-kapal China itu. Operasi ini sendiri tidak memiliki batas waktu melainkan hingga kapal China benar-benar angkat kaki dari teritori Indonesia.

"Kami juga gencar berkomunikasi secara aktif dengan kapal penjaga pantai China agar dengan sendirinya segera meninggalkan perairan tersebut," katanya menegaskan.

Dari pantauan udara, para nelayan China itu menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan di Natuna. Padahal, pukat harimau di Indonesia dilarang oleh pemerintah melalui peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015.(*)

 Sumber : tempo.co, detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 01 April 2020 - 07:25:59 WIB

    Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Darurat Sipil untuk Penanganan Corona

    Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Darurat Sipil untuk Penanganan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menegaskan, pemerintah tidak menggunakan kebijakan darurat sipil dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-.
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 23:24:17 WIB

    Mahfud Minta Aparat Tindak Tegas Warga yang Masih Keluyuran

    Mahfud Minta Aparat Tindak Tegas Warga yang Masih Keluyuran JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta aparat keamanan menindak warga yang masih keluyuran atau kumpul-kumpul untuk mencegah penyebaran virus coro.
  • Selasa, 10 Maret 2020 - 12:30:39 WIB

    Wah, Mahfud Bantah RUU Omnibus Law untuk Bantu China

    Wah, Mahfud Bantah RUU Omnibus Law untuk Bantu China JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-- Menko Polhukam, Mahfud Md menepis adanya anggapan bahwa omnibus law dibuat untuk pintu masuk negara tertentu masuk ke Indonesia. Mahfud menyebut tak ada urusan omnibus law bagi negara China..
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 12:43:42 WIB

    Mahfud Heran, Kenapa TV Memilih Penceramah Karena Faktor Lucu?

    Mahfud Heran, Kenapa TV Memilih Penceramah Karena Faktor Lucu? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, menyoroti sejumlah stasiun televisi yang memilih penceramah bukan karena kedalaman ilmunya..
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 05:12:57 WIB

    Mahfud MD Sebut Permintaan Tebusan Abu Sayyaf Bukan Hal Baru, Hanya Beda Angka Saja

    Mahfud MD Sebut Permintaan Tebusan Abu Sayyaf Bukan Hal Baru, Hanya Beda Angka Saja JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut permintaan uang tebusan dari kelompok bersenjata Abu Sayyaf di selatan Filipina usai menyandera WNI m.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM