Guru Besar UI: China Tak Langgar Wilayah Kedaulatan Indonesia


Senin, 06 Januari 2020 - 08:54:27 WIB
Guru Besar UI: China Tak Langgar Wilayah Kedaulatan Indonesia Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Guru Besar UI bidang Hukum Internasional, Prof Hikmahanto Juwana, meluruskan mispersepsi mengenai isu Natuna yang tengah ramai dibahas. Hikmahanto mengatakan ada kesalahpahaman mengenai Coast Guard China dan wilayah kedaulatan Indonesia.

"Di masyarakat dan berbagai media mempersepsikan bahwa Coast Guard China memasuki wilayah kedaulatan Indonesia. Padahal persepsi demikian tidak benar. Sejumlah kejadian menunjukkan Coast Guard China dan kapal-kapal nelayan China memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna Utara," kata Hikmahanto dalam keterangannya, Senin (6/1/2020).

Hikmahanto lantas menjelaskan mengenai ZEE. Menurut dia, ZEE tidak berada di laut teritorial tetapi di laut lepas (high seas).

"Di laut lepas tidak dikenal konsep kedaulatan negara dan karenanya negara tidak boleh melakukan penegakan kedaulatan. Dalam konsep ZEE maka sumber daya alam yang ada dalam ZEE diperuntukkan secara eksklusif bagi negara pantai. Inilah yang disebut sebagai hak berdaulat atau sovereign right," ujar dia.

Dia mengatakan yang dipermasalahkan di Natuna Utara adalah hak berdaulat berupa ZEE dan bukan tentang kedaulatan.

"Dalam konteks yang dipermasalahkan di Natuna Utara adalah hak berdaulat berupa ZEE dan sama sekali bukan kedaulatan. Oleh karenanya situasi di Natuna Utara bukanlah situasi akan 'perang' karena ada pelanggaran atas kedaulatan Indonesia. Kalaupun ada pelibatan kapal-kapal dan personil TNI-AL maka pelibatan tersebut dalam rangka penegakan hukum," jelas Hikmahanto.

"Untuk diketahui berdasarkan Pasal 9 ayat (2) UU TNI maka TNI-AL selain bertugas untuk menegakkan kedaulatan, diberi tugas untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional. Adapun yang dimaksud wilayah laut yurisdiksi nasional salah satunya adalah ZEE," sambung dia.

Sebelumnya, Menko Polhukam, Mahfud Md, memastikan pemerintah Indonesia tidak akan bernegosiasi dengan pemerintah China terkait persoalan perairan Natuna. Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, perairan Natuna merupakan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sehingga tidak perlu negosiasi bilateral.

"Terkait dengan kapal ikan RRT yang dikawal resmi pemerintah Tiongkok di Natuna, prinsipnya begini, Indonesia tidak akan melakukan negosiasi dengan Tiongkok," kata Mahfud,usai menghadiri Peringatan Dies Natalis Ke-57 Universitas Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur seperti dilansir Antara, Minggu (5/1).(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 29 Maret 2020 - 15:00:43 WIB

    Menteri BUMN Batalkan Mudik Gratis, Uangnya untuk Mengurus Corona

    Menteri BUMN Batalkan Mudik Gratis, Uangnya untuk Mengurus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Setelah Kementerian Perhubungan, giliran Kementrian BUMN yang mengumumkan pembatalan mudik gratis tahun ini. Keputusan itu diambil untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19 di Indonesia agar .
  • Selasa, 24 Maret 2020 - 08:39:10 WIB

    Usai Dinyatakan Positif Corona, Guru Besar UGM Meninggal Dunia

    Usai Dinyatakan Positif Corona, Guru Besar UGM Meninggal Dunia NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Salah seorang guru besar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta meninggal dunia usai dinyatakan sebagai pasien positif terjangkit penyakit virus korona (Peviko-19), Selasa (24/3/2020)..
  • Ahad, 15 Maret 2020 - 20:16:16 WIB

    Begini Cara Mengurus Jenazah Hingga Memakamkan Pasien Corona

    Begini Cara Mengurus Jenazah Hingga Memakamkan Pasien Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Pemerintah menyatakan pasien positif korona atau Covid-19 di Indonesia, per Minggu 14 Maret 2020 sore sudah mencapai 117 orang, dan beberapa di antaranya meninggal dunia. Lantas bagaimana menguru.
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 21:34:36 WIB

    Ironi Sekolah di Papua, Guru Kurang Malah Disandera

    Ironi Sekolah di Papua, Guru Kurang Malah Disandera JAKARTA, HARIANHALUAN.COM  - Papua sedang dibangun oleh pemerintah Indonesia, termasuk melalui pemerataan pendidikan. Guru-guru mengajar sampai penjuru Bumi Cenderawasih. Namun ada ironi di Distrik Tembagapura..
  • Ahad, 23 Februari 2020 - 01:38:56 WIB

    Insiden Siswa Hanyut, Seorang Guru Olahraga SMPN 1 Turi Jadi Tersangka

    Insiden Siswa Hanyut, Seorang Guru Olahraga SMPN 1 Turi Jadi Tersangka NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Polda DIY telah memeriksa 13 orang yang dianggap mengetahui tragedi susur sungai SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta. Dari pemeriksaan tersebut, polisi telah menetapkan seorang pembi.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM