TikTok Kembangkan Teknologi Deepfake untuk Fitur Tukar Wajah


Senin, 06 Januari 2020 - 12:37:09 WIB
TikTok Kembangkan Teknologi Deepfake untuk Fitur Tukar Wajah Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Media sosial Cina, TikTok dan mitranya Douyin sedang mengembangkan teknologi deepfake untuk memperkuat fitur barunya.

Mengutip laman TechCrunch, baru-baru ini, ByteDance, pemilik TikTok dan Douyin, telah mengembangkan fitur yang memungkinkan pengguna membuat video dengan bertukar wajah.

TikTok menyebut fitur tersebut sebagai Face Swap, fitur dengan teknologi deepfake lain yang digunakan untuk video politisi dan tokoh masyarakat, dan belum dirilis kepada pengguna.

Face Swap dilaporkan bekerja dengan mengambil pemindaian biometrik wajah pengguna dari berbagai sudut, mirip dengan proses menyiapkan aplikasi pengenalan wajah seperti Face ID Apple.


Fitur memungkinkan pengguna memilih video yang ingin mereka masukkan ke wajah mereka. Setelah video dibuat, bisa diberi tanda air untuk membantu menyampaikan bahwa itu telah menggunakan fitur tersebut. Pengguna kemudian dapat membagikannya atau mengunduhnya langsung ke perangkat mereka. 

Fitur mengharuskan pengguna memindai wajah mereka sendiri ke dalam sistem TikTok untuk membantu perusahaan mencegah pengguna mencuri wajah orang lain. Tapi hal ini menimbulkan kekhawatiran data wajah pengguna itu disalahgunakan.

Para pejabat AS telah memperingatkan bahwa TikTok merupakan ancaman keamanan nasional karena hubungannya dengan pemerintah Cina. Secara khusus, mereka memperingatkan bahwa TikTok mungkin mengirimkan data pengguna ke pemerintah Cina. 

TikTok membantah fitur tersebut akan diluncurkan meskipun ada beberapa bagian dari kode yang ditemukan di dalam aplikasi. Seorang perwakilan mengklaim bahwa fitur ini hanya akan tersedia untuk pengguna Douyin, yang hanya tersedia di Cina.

"Setelah memeriksa dengan tim saya dapat mengkonfirmasi ini jelas bukan fungsi di TikTok, kami juga tidak memiliki niat untuk mengenalkannya. Saya pikir apa yang Anda lihat adalah sesuatu yang dijadwalkan untuk Douyin," kata seorang perwakilan kepada TechCrunch. 

TikTok juga belum menjelaskan mengapa fragmen kode muncul di aplikasi selain persyaratan layanan seputar fitur yang ditulis dalam bahasa Inggris. Teknologi deepfaking telah menerima banyak komentar  negatif sepanjang tahun lalu karena kemampuannya untuk membuat dan menyebarkan informasi salah.

Deepfakes  telah disalahgunakan untuk membuat video porno palsu dengan melapiskan wajah seseorang di atas tubuh orang yang berbeda. 

Salah satu aplikasi bertukar muka yang populer, disebut FaceApp, mendapat kecaman karena persyaratan layanan yang terlalu posesif yang memberi perusahaan kepemilikan penuh selfie yang dibuat menggunakan program. (h/tmp)

loading...
 Sumber : tempo /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 Agustus 2020 - 11:05:36 WIB

    Benarkah Microsoft Beli TikTok? Ini Penjelasan Bill Gates

    Benarkah Microsoft Beli TikTok? Ini Penjelasan Bill Gates HARIANHALUAN.COM - Pendiri Microsoft, Bill Gates menyebut potensi pembelian TikTok dengan Microsoft merupakan sebuah piala beracun. Gates mengatakan pembelian operasional TikTok di beberapa wilayah tak akan semudah dan sederh.
  • Ahad, 09 Agustus 2020 - 07:03:07 WIB

    Bos Instagram Bantah Reels Mirip TikTok, Ini Ternyata Bedanya

    Bos Instagram Bantah Reels Mirip TikTok, Ini Ternyata Bedanya HARIANHALUAN.COM - Bos Produk Instagram, Robby Stein membantah tuduhan bahwa fitur terbaru Instagram, Reels nerupakan tiruan dari TikTok. Menurutnya, tak ada dua produk yang benar-benar sama; termasuk Reels dan TikTok. Ia men.
  • Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:13:57 WIB

    Terkuak! Ternyata Ini Alasan Trump Larang TikTok dan WeChat di AS

    Terkuak! Ternyata Ini Alasan Trump Larang TikTok dan WeChat di AS HARIANHALUAN.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengeluarkan perintah eksekutif yang akan melarang transaksi antara Amerika Serikat dengan perusahaan China pemilik TikTok dan WeChat..
  • Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:26:39 WIB

    Instagram Buat Pesaing Tiktok, Begini Cara Menggunakannya

    Instagram Buat Pesaing Tiktok, Begini Cara Menggunakannya HARIANHALUAN.COM - Instagram merilis fitur baru video pendek yang menyerupai aplikasi milik China, TikTok. Fitur Instagram pesaing baru TikTok ini dinamai Reels. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat video pendek yang digab.
  • Senin, 03 Agustus 2020 - 20:18:09 WIB

    Microsoft Serius Akuisisi TikTok, Ditargetkan Selesai 15 September

    Microsoft Serius Akuisisi TikTok, Ditargetkan Selesai 15 September HARIANHALUAN.COM - Akhir pekan lalu Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump melontarkan beberapa opsi untuk TikTok selain pemblokiran, yakni melakukan divestasi operasionalnya di AS..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]