BPK Bakal Buka Borok Jiwasraya: Di Luar Dugaan


Senin, 06 Januari 2020 - 13:26:45 WIB
BPK Bakal Buka Borok Jiwasraya: Di Luar Dugaan BPK mengisyaratkan skandal gagal bayar Jiwasraya di luar dugaan banyak pihak. Rinciannya akan diungkap pada Rabu (8/1) mendatang. ANTARA

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna akan mengumumkan pernyataan resmi terkait kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada Rabu (8/1).

Ia mengisyaratkan skandal besar dalam kasus gagal bayar yang melibatkan perusahaan asuransi BUMN itu. "Semua yang terlibat, ini kompleks masalahnya. Tidak seperti yang teman-teman (media) duga. Ini jauh lebih kompleks daripada yang teman-teman bisa bayangkan," ujarnya, Senin (6/1).

BPK, sambung Agung, telah menggandeng Kejaksaan Agung untuk investigasi persoalan keuangan Jiwasraya, termasuk mengenai risk management (manajemen risiko).

"Jadi, Rabu (8/1) akan kami lakukan official announcement (pengumuman resmi), kami sudah berkomunikasi secara intensi dengan Jaksa Agung," terang dia.

Dalam pengumuman resmi tersebut, Agung bilang BPK dan Kejagung akan mengungkap poin-poin penting. Namun, ia tidak merinci hal-hal yang akan dibeberkan BPK pada lusa.

"Kita tunggu tanggal 8 Januari nanti. Kerugian negara kita hitung sebagai bagian dari proses investigasinya (Jiwasraya)," imbuh Agung.

Sebelumnya, BPK melalui Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I (IHPS) Tahun 2016 melansir bahwa pengelolaan dana investasi nasabah dan pengelola dananya tidak menerapkan prinsip korporasi yang sehat. Praktik itu terjadi pada 2014-2015.

Masalah lain terkait pembayaran komisi jasa penutupan kepada pihak terjamin. Menurut BPK, pembayaran tersebut tidak sesuai dengan besaran komisi yang dimuat dalam perjanjian kerja sama.

Kemudian, pencatatan piutang pokok dan bunga gadai polis yang belum sesuai dengan nota dinas direksi Nomor 052.a.ND.K.0220066. Lalu, kekurangan penerimaan atas penetapan nilai premi yang harus dibayarkan oleh PT BSP.

Akibat 'dosa-dosa' tersebut, Jiwasraya gagal membayarkan klaim nasabahnya sebesar Rp802 miliar pada Oktober 2018 lalu. Selidik punya selidik, Kementerian BUMN bilang bahwa Jiwasraya banyak menempatkan dana investasi di saham-saham gorengan.

Kejaksaan Agung menyebut, 95 persen dana investasi Jiwasraya ditempatkan di saham 'sampah'. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan total dana yang diinvestasikan di saham 'sampah' tersebut mencapai Rp5,7 triliun. Dana tersebut mencapai 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya.

Tidak hanya itu, ia melanjutkan, 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk. "Hanya 2 persen yang dikelola oleh perusahaan manajer investasi dengan kinerja baik."

Burhanuddin menuturkan potensi kerugian negara paling sedikit Rp13,7 triliun dari penempatan investasi Jiwasraya. "Angka ini perkiraan awal. Diduga akan lebih dari itu," imbuh Buhanuddin.

Akibat kasus ini pun, Kejagung mencekal 10 orang terkait pengusutan kasus tersebut. Mereka adalah, HR, DA, HP, NZ, DW, GL, ER, HD, BT, AS. (h/cnn)
 

 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 12 Februari 2020 - 02:35:18 WIB

    Kapolri: Penerbitan SIM, STNK dan BPKB Tetap oleh Polri

    Kapolri: Penerbitan SIM, STNK dan BPKB Tetap oleh Polri JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Wacana penyerahan penerbitan SIM, STNK dan BPKB dari Polri ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencuat. Wacana itu muncul dalam revisi Undang-Undang (UU) No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan A.
  • Senin, 27 Januari 2020 - 14:38:43 WIB

    Cara Membedakan Mana BPKB Asli dan Palsu Biar Gak Kena Tipu

    Cara Membedakan Mana BPKB Asli dan Palsu Biar Gak Kena Tipu JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anda punya mobil atau motor? Pastikan bahwa Anda memegang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Tanpa dokumen tersebut, kendaraan Anda dapat dianggap bodong atau berasal dari hasil kejahatan..
  • Selasa, 14 Januari 2020 - 13:11:59 WIB

    BPK Cium Permasalahan Asabri Sejak 2016

    BPK Cium Permasalahan Asabri Sejak 2016 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebelum dugaan korupsi PT Asabri (Persero) mencuat akhir-akhir ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui Laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2016 telah mengendus persoalan di Bad.
  • Rabu, 08 Januari 2020 - 08:28:48 WIB

    Hari Ini BPK Bongkar 'Borok' Jiwasraya

    Hari Ini BPK Bongkar 'Borok' Jiwasraya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kejaksaan Agung telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ikut memeriksa kerugian negara atas kasus PT Asuransi Jiwasraya. Kedua instansi ini berencana mengungkap sejumlah hal penting t.
  • Senin, 15 Juli 2019 - 23:27:58 WIB

    Terkait Seleksi Anggota BPK, KP3I Adukan Pimpinan Komisi XI DPR ke MKD

    Terkait Seleksi Anggota BPK, KP3I  Adukan Pimpinan Komisi XI DPR ke MKD JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) melaporkan mengadukan Pimpinan XI DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), terkait seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM