Bagaimana Nasib Nelayan di Natuna, Begini Penjelasan Mahfud


Senin, 06 Januari 2020 - 13:41:47 WIB
Bagaimana Nasib Nelayan di Natuna, Begini Penjelasan Mahfud Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan pemerintah akan melindungi para nelayan yang diberangkatkan ke perairan Laut Natuna. Menurutnya, negara akan mengawal kegiatan nelayan dan tidak akan ada tindakan fisik yang mengancam mereka.

"Saudara akan dilindungi oleh negara, tidak akan ada tindakan tindakan fisik yang mengancam saudara, yang penting sudah nyaman di situ. Negara nanti yang akan mengawal kegiatan saudara di situ," ujar Mahfud dalam sambutannya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/1).

Mahfud MD menerima sekitar 120 nelayan dari Pantai Utara (Pantura) di kantornya pada Senin ini. Nelayan-nelayan itu rencananya akan dikirim ke perairan Natuna untuk melakukan kegiatan nelayan pascamasuknya kapal-kapal Cina ke wilayah perairan Indonesia itu.

Menurut Mahfud, pemerintah akan mendukung kegiatan nelayan di Natuna. Kemenko Polhukam akan mencarikan jalan keluar bagi nelayan terkait perizinan maupun fasilitas.

"Nanti bagaimana perizinan, fasilitas apa yang akan dicarikan oleh pemerintah. Nanti biar dirembuk nanti akan diarahkan oleh Pak Rudianto di sini Bapak Deputi, yang secara langsung mengurusi masalah ini untuk Kemenko, dan nanti akan berkoordinasi dengan Kementerian-Kementerian yang lain dengan pemda dan sebagainya," jelas Mahfud.

Kemenko Polhukam akan berdiskusi dengan beberapa kementerian dan pemerintah daerah (pemda) untuk mengawal aktivitas nelayan di Natuna sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, Jokowi juga memerintahkan memperkuat pengamanan dengan meningkatkan patroli di laut Natuna.

Menurut Mahfud, penguatan pasukan di Natuna sudah mulai bergerak dan penghidupan nelayan di daerah sana juga akan ditingkatkan. Intinya, kata dia, negara akan hadir di Natuna untuk menjag kedaulatan wilayah Tanah Air dari negara lain yang masuk tanpa izin dan persetujuan pemerintah Indonesia.

"Daerah yang dimasuki itu adalah daerah yang kaya dengan sumber daya laut berbagai jenis ikan yang mahal-mahal melimpah di sana dan itu sebenarnya hak Indonesia, hak warga negara Indonesia seperti saudara-saudara (nelayan) juga berhak atas ikan-ikan dan pemanfaatan sumber daya laut yang ada di sana berdasar hukum," tutur Mahfud.(*)
 

 Sumber : Republika /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 29 Maret 2020 - 23:13:04 WIB

    Jarang Muncul, Bagaimana Kabar Menkes Terawan?

    Jarang Muncul, Bagaimana Kabar Menkes Terawan? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi sorotan di tengah merebaknya penyebaran virus corona atau covid-19 di Indonesia. Menkes dianggap kurang serius dalam melakukan antisipasi dan pencega.
  • Senin, 03 Februari 2020 - 10:36:38 WIB

    Bagaimana Kabar Tiga WNI yang Gagal Ikut Evakuasi dari Wuhan?

    Bagaimana Kabar Tiga WNI yang Gagal Ikut Evakuasi dari Wuhan? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kondisi kesehatan tiga mahasiswa asal Indonesia di Wuhan, China berangsur membaik. Ketiganya gagal pulang bersama Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya karena tak lolos pemeriksaan atau screening ka.
  • Selasa, 21 Januari 2020 - 19:08:54 WIB

    Mau Dihapus, Bagaimana Nasib Pegawai Honorer?

    Mau Dihapus, Bagaimana Nasib Pegawai Honorer? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama Kementerian PAN-RB dan BKN sepakat untuk menghapus tenaga honorer, pegawai tetap, pegawai tidak tetap, dan lainnya dari organisasi kepegawaian p.
  • Selasa, 03 Desember 2019 - 12:09:14 WIB

    PNS Libur di Hari Jumat, Pelayanan ke Masyarakat Bagaimana?

    PNS Libur di Hari Jumat, Pelayanan ke Masyarakat Bagaimana? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pegawai negeri sipil (PNS) berpeluang mendapat tambahan libur di luar Sabtu dan Minggu. Hal itu dimungkinkan dengan konsep Flexible Working Arrangement (FWA) yang memberikan jam kerja fleksibel (fl.
  • Senin, 04 November 2019 - 00:01:08 WIB

    Biasa Cetak Uang, Bagaimana Nasib Peruri di Era Digital?

    Biasa Cetak Uang, Bagaimana Nasib Peruri di Era Digital? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - BUMN Perum Peruri selama ini identik dengan layanan bisnis cetak uang kertas-logam, logam non uang, kertas berharga non uang. Di era yang sudah makin masif digital, butuh penyesuaian, antara lain l.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM