Daerah Rawan Bencana, BPBD Pessel Butuh Anggaran dan Peralatan yang Memadai


Senin, 06 Januari 2020 - 23:58:16 WIB
Daerah Rawan Bencana, BPBD Pessel Butuh  Anggaran dan Peralatan yang Memadai Ilustrasi, BPBD Pessel. (ist)

PESSEL,HARIANHALUAN.COM-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengungkapkan, selain banjir, daerah sumatera bagian barat ini juga berpotensi longsor saat terjadi hujan lebat dan angin kencang.

"Tapi longsor hanya sebagian kecil, yang paling dominan itu banjir sering ," ungkap Kepala BPBD Pesisir Selatan, Herman Budiarto kepada Haluan di Painan, Senin (6/1/2020).

Ia menjelaskan, khusus untuk banjir selama tahun 2019 yang sering terjadi itu terdapat di tiga kecamatan berbeda, yakni Kecamatan IV Jurai, Bayang dan Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan.

Di Kecamatan IV Jurai itu sering terjadi di Nagari Lumpo, di Kecamatan Bayang di Nagari Gurun Panjang dan di Rahul sendiri terdapat di Nagari Binjai Tapan dan Kampung Tengah.

"Umumnya beberapa nagari di tiga kecamatan ini daerah rendahan dan berada di sepanjang bantaran sungai," terangnya.

Ia menjelaskan, selain tiga kecamatan tersebut, kecamatan lain juga kerap dilanda banjir. Namun, karena sebagiannya sudah mendapat penanganan normalisasi sungai, belakangan tidak lagi terjadi.

"Itu di Kecamatan Batangkapas. Tapi, semenjak sungainya dinormalisasi tidak ada lagi (banjir)," jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini dalam penanganan bencana di daerah itu, pihak selalu mengupayakan dengan maksimal. Namun, hanya saja dari ketersedian anggaran dan fasilitas masih terbilang minim.

Katanya, selama satu tahun itu pihaknya hanya memiliki anggaran kedaruratan senilai Rp.60 juta. Padahal, dalam setahun itu bencana yang terjadi bisa melebihi dari anggaran yang tersedia.

"Kalau tahun kemarin, tahun 2019 itu terus terang tidak cukup. Karena jumlah kejadian lebih banyak melebihi dari anggaran yang tersedia. Sehingga di bulan Desember sudah kita sudah kehabisan anggaran untuk personel," terangnya.

Sementara itu, untuk fasilitas sendiri yang minim itu terdiri dari sarana tenda pengungsi dan perahu karet. Sebab, tenda yang miliki saat ini hanya sebanyak 4 unit dan perahu 4 unit.

"Sehingga kalau banjir serentak terjadi, tentu tenda dan perahu tidak cukup. Jadi saat ini kita masih butuh penambahan," tutupnya (h/Ef)

Reporter : EFRIZAL /  Editor : DODI NJ

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM