Sejumlah Korban Banjir Meninggal karena Hipotermia, Waspadai Gejalanya!


Selasa, 07 Januari 2020 - 17:47:51 WIB
Sejumlah Korban Banjir Meninggal karena Hipotermia, Waspadai Gejalanya! Banjir di Jakarta

HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bencana banjir yang melanda Jabodetabek telah menelan 43 korban jiwa meninggal dunia per Jumat (3/1) pukul 09.00 WIB. Menurut catatan, sebanyak 3 orang di antaranya meninggal dunia akibat hipotermia.

Hipotermia salah satu penyakit yang rentan menyerang korban banjir, terutama pada anak-anak yang terlalu lama terperangkap banjir. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah tingkat yang aman dan bisa berakibat fatal.

Dalam kondisi sehat, dilansir dari medicalnewstoday.com, tubuh mempertahankan suhunya relatif stabil sekitar 37 derajat celcius. Jika lingkungan terlalu dingin atau tubuh tidak mampu menghasilkan panas yang cukup, suhu inti bisa turun dan terjadi hipotermia.

Ketika hipotermia mulai terjadi, seseorang akan lebih sulit berpikir, bergerak dan mengambil tindakan pencegahan. Kondisi ini berbahaya karena situ orang yang memiliki hipotermia tidak akan berusaha untuk menjaga diri mereka tetap hangat dan aman.

Jika orang hipotermia sudah berhenti menggigil, hal ini justru menandakan bahwa kondisi mereka semakin memburuk. Seseorang berisiko berbaring, tertidur, dan sekarat.

Adapun gejala hipotermia yang paling umum, antara lain

  • Menggigil berlebihan
  • Napas melambat
  • Bicara melambat
  • Kecanggungan
  • Kebingungan

Seseorang yang memiliki kelelahan berlebihan, denyut nadi lemah atau tidak sadar juga bisa menjadi tanda hipotermia. Perawatan medis pada orang dengan hipotermia sangat diperlukan segera untuk mencegah komplikasi. Semakin lama orang menunggu perawatan medis, makan makin banyak kemungkinan munculnya komplikasi akibat hipotermia. 

Seperti yang dilansir dari healthline.com berikut ini:

  • Radang dingin atau kematian jaringan yang merupakan komplikasi paling umum ketika jaringan tubuh membeku.
  • Chilblains atau kerusakan saraf dan pembukuh darah
  • Gangren atau kerusakan jaringan
  • Parit kaki, yang merupakan penghancuran saraf dan pembuluh darah dari perendaman air.
  • Dalam kasus yang lebih serius, hipotermia berat bisa menyebabkan kematian. (*)

 Sumber : HiMedik /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM