Polisi Ungkap Penyebab Aksi Membuang Bayi di Solsel


Selasa, 07 Januari 2020 - 18:25:06 WIB
Polisi Ungkap Penyebab Aksi Membuang Bayi di Solsel Press release di Mako Polres Solsel terkait kasus pembuangan bayi Desember lalu. Jefli

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM -- Kasus pembuangan bayi di Timbulun Atas, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Solsel pada pertengahan Desember 2019 merupakan hasil hubungan diluar nikah. Hal ini disampaikan Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto didampingi Wakapolres Kompol Edi Warman saat pers rilis di Mako Polres setempat, Selasa (7/1).

Hubungan terlarang itu, imbuhnya, mengakibatkan kedua orangtua biologis bayi perempuan itu tega membuang hasil hubungan gelapnya dikarenakan malu. "Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di sekitar pondok warga yang sudah tidak dihuni lagi," katanya.

Ibu biologis dari pembuangan bayi itu, sebut saja Bunga, jelasnya, merupakan anak dibawah umur, sedangkan ayah biologisnya berusia 29 tahun. "Untuk tersangka pria sudah dilakukan penahanan. Sementara, sang ibu biologis tidak dilakukan penahanan sesuai undang-undang perlindungan anak. Akan tetapi, proses hukum tetam dilanjutkan untuk memberikan efek jera," ujarnya.

Tersangka terancam pasal berlapis yakni, Undang-undang perlindungan anak, Undang-undang tindak pidana pembunuhan dan menyembunyikan kematian. Ancamannya, hukuman penjara lebih 15 tahun. 

"Dalam waktu dekat, berkas perkaranya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Solsel. Kepada tersangka, Bunga (16), disangkakan melanggar pasal 306 KUH Pidana dan atau pasal 181 KUH Pidana jo undang-undang no 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak," sebutnya.

Ayah biologis bayi, RM (29), warga Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, juga tidak lepas dari ancaman hukuman. Kepadanya, disangkakan sejumlah pasal dalam Undang-undang perlindungan anak. Ibu bayi, masih berusia 16 tahun. RM juga terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

Kasus pembuangan bayi tersebut, terjadi pada pertengan Desember 2019. Warga Timbulun Atas Kecamatan Sangir, buncah dengan ditemukannya sesosok bayi perempuan. Pihak kepolisian tidak membutuhkan waktu lama untuk memecahkan kasus. Hari itu juga, tersangka utama berhasil diamankan. 

Dalam pengembangan kasus terungkap, ibu bayi, Bunga (16) membuang bayinya setelah melahirkan sendiri di sebuah gubuk di daerah Timbulun Atas. Itu dilakukan, untuk menutupi rasa malu, karena bayi yang dilahirkannya adalah hasil hubungan gelapnya dengan sang pacar. Bunga dan RM belum terikat hubungan pernikahan. (*)

Reporter : Jefli Bridge /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM